Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 1-Des-2015 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 1-Des-2015 )

Selasa, 1 Des 2015 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 30 November 2015 ditutup melemah 2,5% pada level 4446. Semua sektor melemah dengan kontribusi pelemahan terbesar pada sektor keuangan. Investor asing net sell Rp1,46 triliun. Pelemahan indeks diduga akibat dari MSCI rebalancing yang efektif berlaku 30 November. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah yang terutama dikontribusikan oleh pelemahan pada saham sektor konsumer dan kesehatan. Penjualan ritel pada Cyber Monday, yaitu penjualan secara online yang terbesar dalam setahun, mengalami kenaikan sebesar 14%. Pasar menantikan adanya petunjuk mengenai kebijakan moneter yang mungkin akan dilakukan oleh The Fed dalam waktu dekat. Janet Yellen dijadwalkan akan melakukan testimoni tentang ekonomi di hadapan Kongres AS pada hari Kamis dan akan berpidato mengenai prospek ekonomi AS pada hari Rabu. Pasar juga menantikan pertemuan ECB pada hari Kamis yang diharapkan akan merilis stimulus moneter baru dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan inflasi di area euro. Selain itu pasar juga menantikan data nonfarm payrolls dan unemployment rate AS yang akan dirilis pada hari Kamis, sebagai petunjuk langkah The Fed pada pertemuan 16-17 Desember ini. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4396 – 4520

News & Analysis

TBIG Mengalami Penurunan Laba 43%

PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) mencatat perolehan labanya sepanjang periode Januari hingga September 2015 menurun meski pendapatan perseroan mengalami peningkatan. Turunnya laba perseroan di sepanjang periode tersebut terutama disebabkan oleh adanya kenaikan pada beban lain-lain. Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sepanjang Januari hingga September 2015 turun 43,15% YoY menjadi Rp796,36 miliar dari sebelumnya Rp1,14 triliun, sedang laba bersih per saham turun menjadi Rp169,04 dari sebelumnya Rp240,18 per saham. Pendapatan yang dibukukan sepanjang Januari hingga September 2015 naik 4,53% menjadi Rp2,54 triliun dari sebelumnya Rp2,43 triliun.

SIAP Terancam Delisting Jika Tidak Lengkapi Direksinya

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta kepada PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) agar segera melengkapi kekosongan jajaran direksinya. Sebab, jika tidak dilengkapi, perseroan terancam akan di delisting atau dihapus selaku perusahaan terbuka. Adapun permasalahan SIAP ini bermula dari pelanggaran transaksi gadai saham. Setelah kasus tersebut, hampir semua direksi SIAP mengundurkan diri. Emiten yang listing di BEI harus menjalankan Good Corporate Governance (GCG). Salah satu persyaratan GCG ialah jumlah Direksi harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan. BEI tetap memberi sanksi suspen ke saham SIAP jika emiten itu selama dua tahun tidak melengkapi jajaran direksi, maka sanksi delisting dari BEI yang akan diberikan ke SIAP.

Rugi NIRO Turun Menjadi Rp10,7 Miliar Dari Rp66 Miliar

PT Nirvana Development Tbk (NIRO) meraih kenaikan penjualan sebesar 113,4% YoY menjadi Rp405,11 milar per September 2015 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp189,82 miliar. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp297,43 miliar dari Rp124,60 miliar dan laba bruto naik menjadi Rp107,68 miliar dari Rp65,22 miliar. Rugi sebelum pajak tercatat turun menjadi Rp13,60 miliar dibandingkan rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang sebesar Rp66,79 miliar. Sedangkan rugi bersih tercatat Rp10,70 miliar, turun tajam dari rugi bersih tahun sebelumnya Rp66,89 miliar.

SQMI Mengalami Rugi USD1,36 Juta

PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) mengalami kerugian sebesar USD1,36 juta per September 2015 setelah meraih laba sebesar USD163,47 ribu periode sama tahun sebelumnya. Penjualan mengalami penurunan 19,6% YoY menjadi USD4,09 juta dari USD5,09 juta dan beban pokok turun menjadi USD4,55 juta dari USD4,88 juta. Rugi kotor diderita sebesar USD449,96 ribu dibandingkan laba kotor tahun sebelumnya yang sebesar USD212,26 ribu. Perseroan mengalami penurunan pendapatan lainnya menjadi USD7,85 ribu dari USD421,97 ribu ditambah kenaikan beban lainnya menjadi USD807,96 ribu dari USD16,04 ribu.

MPMX Sediakan Dana Rp40 Miliar Untuk Buyback Saham

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback mulai 30 November 2015 hingga 31 Januari 2016. Perseroan menyediakan dana maksimal sebesar Rp40 miliar guna pembelian kembali saham dengan harga maksimal Rp1.000 per lembar. Perseroan akan menghentikan pembelian kembali saham bila harga sudah mencapai lebih dari Rp1.000 per saham.

Batas Perjanjian Pembelian BWPT Berakhir

Masa negosiasi antara PT Rajawali Corpora dengan Felda Global Ventures Holdings Berhad (FGV) terkait akuisisi PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) telah berakhir di penghujung November. Rencana kerja sama perusahaan kelapa sawit antar dua negara ini pun terpaksa mencari jalan lain. Rajawali tengah melakukan diskusi lebih lanjut dengan FGV mengenai alternatif struktur investasi yang akan dilakukan di BWPT. Para pihak sepakat bahwa batas waktu untuk masuk ke dalam Condition Sale and Purchase Agreement (CSPA) tidak akan lagi berlaku

Stock Pick

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 5950, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 6100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6200

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 2900, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 2930.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2960

ICBP

Terlihat kuat pada level support diharga 12300, kemarin ICBP ditutup menguat pada level 12625.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 12775

BBTN

Terlihat kuat pada level support diharga 1255, kemarin BBTN ditutup menguat pada level 1270.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1285

WIKA

Terlihat kuat pada level support diharga 2775, kemarin WIKA ditutup menguat pada level 2815.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2845

SCMA

Terlihat kuat pada level support diharga 2950, kemarin SCMA ditutup menguat pada level 3030.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3070

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...