(Selasa, 10-Nov-2015 ) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

(Selasa, 10-Nov-2015 ) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 09 November 2015 ditutup melemah 1,5% pada level 4499. Sektor industri dasar mengalami pelemahan terbesar. Investor asing net buy Rp87,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed dan melemahnya data ekonomi China. Potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember nanti semakin besar setelah data nonfarm payrolls dan unemployment rate yang dirilis Jumat lalu menunjukkan kenaikan yang lebih baik dari estimasi. Penguatan dollar AS menjadi sentimen negatif bagi perusahaan multinasional AS. Kenaikan suku bunga The Fed juga akan mendorong arus balik dana dari negara berkembang sehingga akan membuat aset-aset negara berkembang mengalami penurunan.juga mencemaskan data perdagangan China sebagai salah satu mitra perdagangan AS yang besar, menjelang musim belanja liburan ini. Pada akhir Oktober, China membukukan surplus neraca perdagangan dengan impor dan ekspor yang mengalami penurunan. Saat ini sudah 88% emiten S&P500 yang merilis laporan keuangan, laba emiten diproyeksikan turun 0,9%, lebih baik dibandingkan dengan prediksi sebelumnya yang turun sebesar 4,2%. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4441 – 4546

 

News & Analysis

Kontrak Baru TOTL Mencapai Rp2 Triliun

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) meraih kontrak baru sebesar Rp2 triliun hingga periode Oktober 2015. Adapun kontrak baru itu antara lain pembangunan Binus Alam Sutra (phase II), Green Office Park 9 BSD, Pakubuwono Spring Apartement, dan Living Plaza Balikpapan. Kontrak baru tahun ini ditargetkan dapat mencapai Rp3 triliun. Perseroan memperkirakan pendapatan tahun ini sebesar Rp2,3 triliun dengan estimasi laba bersih sepanjang tahun ini mencapai Rp190 miliar. Hingga periode September 2015 perseroan sudah meraih pendapatan sebesar Rp1,62 triliun dengan laba bersih mencapai Rp150 miliar. Sedangkan belanja modal tahun 2015 yang sebesar Rp100 miliar dimana dana belanja modal yang sudah dikeluarkan hingga kuartal ketiga sebesar Rp81 miliar.

SPMA Targetkan Penjualan Bersih Rp1,6 Triliun

PT Suparma Tbk (SPMA) menargetkan penjualan bersih sebesar Rp1,60 triliun tahun ini dimana hingga September 2015 perseroan sudah meraih 71,8% dari target tersebut yakni Rp1,15 triliun.

Untuk laba kotor pencapaiannya lebih besar lagi yakni 80,7% yakni Rp206,5 miliar dari target 2015 yang sebesar Rp256 miliar. Sedangkan laba usaha sudah mencapai 73,7% dari target yang sebesar Rp144 miliar yakni Rp106,1 miliar. Sedangkan produksi tahun ini ditargetkan mencapai 190.000 metrik ton dan penjualan sebanyak 189.000 metrik ton. Harga jual rata-rata produk kertas perseroan naik 3,3% sepanjang September 2015 menjadi Rp8.090 dari harga jual rata-rata sebelumnya Rp7.830.

WIKA Berencana Rights Issue Rp2,8 Triliun

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berencana melakukan aksi korporasi di pasar modal (rights issue) senilai Rp 2,8 triliun. Hasil dananya akan dipergunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan.Saat ini perseroan sedang meminta restu kepada pemegang saham khususnya Pemerintah. Diperkirakan, aksi tersebut akan dapat dilangsungkan pada semester I 2016. Jika rights issue terjadi, diperkirakan dana yang akan diperoleh sebesar Rp 2,8 triliun. Asumsinya, harga saham WIKA di level Rp2,800 per saham. Pemerintah akan menahan kepemilikan sahamnya tidak boleh kurang dari 55%.

Kontrak Baru ACST Naik 416%

PT United Tractors Tbk (UNTR) mengklaim bahwa anak usahanya, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp3,1 triliun. Artinya kontrak baru tersebut naik 416,66% dibandingkan dengan capaian kontak baru pada tahun lalu sebesar Rp600 miliar. Sebelum diakuisisi kontrak baru Rp600 miliar. Tahun ini Rp3,1 triliun kontrak proyek. UNTR akan fokus kepada sektor konstruksi dan infrastruktur. Sehingga, ACST akan menjadi penyambung perseroan dalam merealisasikan niatnya tersebut. Ini juga sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur.

LTLS Dirikan Anak Usaha Bidang Logistik dan Transportasi

PT Lautan Luas Tbk (LTLS) melalui anak perusahaannya PT Cipta Mapan Logistik pada 6 November 2015 telah mengambil bagian saham dan menyetorkan modal untuk mendirikan anak perusahaan baru. Perusahaan baru itu adalah PT Cipta Mandiri Logistik yang didirikan berdasarkan modal dasar Rp2,5 miliar dan modal disetor Rp1,5 miliar. Bidang usaha perusahaan baru ini adalah pergudangan, jasa pergudangan dan transportasi. Pemegang saham perusahaan baru ini adalah PT Cipta Mapan Logistik sebanyak 1.485 saham atau 99,8% dan Indrawan Masrin 15 saham atau 0,02%.

Laba Bersih AISA Naik 3% YoY

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) meraih penjualan sebesar Rp4,50 triliun hingga periode September 2015 naik dibandingkan penjualan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,66 triliun. Beban pokok naik menjadi Rp3,58 triliun dari Rp2,90 triliun dan laba bruto meningkat menjadi Rp916,90 miliar dari Rp762,38 miliar. Laba usaha juga meningkat menjadi Rp546,39 miliar dari Rp496,24 miliar. Laba periode berjalan setelah penyesuaian performa tercatat Rp292,15 miliar naik 3% dari laba periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp283,56 miliar

 

Stock Pick

SMRA

Terlihat kuat pada level support diharga 1340, kemarin SMRA ditutup menguat pada level 1380.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1395

KLBF

Terlihat kuat pada level support diharga 1390, kemarin KLBF ditutup menguat pada level 1440.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1455

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 6350, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6425.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6500

BBNI

Terlihat kuat pada level support diharga 4815, kemarin BBNI ditutup menguat pada level 4875.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4925

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 5825, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 5950.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6025

BMTR

Terlihat kuat pada level support diharga 880, kemarin BMTR ditutup menguat pada level 920.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 930

 

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

 

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015