Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 12-Jan-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 12-Jan-2016 )

Selasa, 12 Jan 2016 | 08:15 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Senin 11 Januari 2016 ditutup melemah 1,78% pada level 4465. Semua sektor melemah dengan kontribusi pelemahan terbesar pada sektor infrastruktur. Investor asing net sell Rp688 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup variatif setelah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan. Indeks Dow Jones dan &P500 ditutup menguat tipis, namun pelemahan pada saham bioteknologi dan energi serta kekhawatiran menjelang earning season, membebani indeks. Nasdaq Composite ditutup melemah. Harga minyak mentah dan tembaga berlanjut melemah akibat kekhawatiran akan berlanjutnya pelemahan ekonomi China dan dunia yang akan mengurangi permintaan. Pasar juga masih mencermati perkembangan data ekonomi China dan pergerakan indeksnya. Pada hari Rabu, dijadwalkan China akan merilis data ekspor impor, dimana diperkirakan ekspor China pada bulan Desember turun 8% setelah turun 6,8% pada bulan sebelumnya. Sedangkan impor diperkirakan turun 11,5% dari bulan sebelumnya yang turun 8,7%. Pada 19 Januari mendatang, China akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal IV dan sepanjang tahun 2015, bersama dengan ritel, output industri serta data investasi aset tetap. Untuk bursa Indonesia diperkirakan hari ini akan melemah tipis. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4430 - 4512

News & Analysis

Biaya Eksplorasi INCO Desember USD871,6 Ribu

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengeluarkan dana sebesar USD871.638,85 untuk kegiatan eksplorasi bulan Desember 2015. Daerah eksplorasi dilakukan di blok Soroako, bukit Mahalona dan petea di Sulawesi Selatan serta Blok Pomalaa di Sulawesi Tenggara dan blok Bahodopi di Sulawesi Tengah. Pelaksana eksplorasi adalah INCO bersama dengan pihak ketiga yang melibatkan tiga kontraktor. Hasil pengujian sedang dalam proses penghitungan cadangan dengan metoda block modelling di Soroako.

Pefindo Tetapkan Peringkat MYTX Pada idBBB

Pefindo telah menetapkan peringkat idBBB untuk PT Hanson International Tbk (MYTX). Prospek dari peringkat perusahaan adalah stabil. Peringkat mencerminkan cadangan lahan MYRX yang cukup besar dan letaknya yang cukup strategis untuk pengembangan di masa datang, ekspektasi pertumbuhan yang lebih tinggi dalam jangka waktu menengah dan potensi marjin keutnungan yang lebih tinggi. Namun peringkat dibatasi oleh tingkat leverage keuangan dan perlindungan arus kas yang akan tetap lemah dalam jangka waktu dekat, resiko eksekusi dan konsentrasi proyek dan sifat sensitif dari bisnis properti terhadap perubahan kondisi makroekonomi.

IPO Mitra Pemuda Pada Kisaran Rp150-220/saham

Perusahaan jasa konstruksi umum khusus struktur baja, PT Mitra Pemuda berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan menawarkan harga di kisaran Rp150-220 per saham. Perseroan akan melepas saham sebanyak-banyaknya 25% dari modal disetor perseroan atau 200 ribu. Sehingga perseroan berpotensi menghimpun dana segar dari IPO tersebut mencapai sekitar Rp30 hingga Rp44 miliar. Sekitar 45% perolehan dari IPO akan digunakan untuk membiayai sebagian pembangunan infrastruktur dan bangunan workshop yang saat ini sedang dalam proses pembangunan di Tegal, Jawa Tengah. Sebesar 20% akan digunakan untuk pembelian mesin penunjang fabrikasi dan peralatan berat. Sebesar 20% lagi untuk modal kerja dan 15% untuk melunasi utang bank.

SAME Beli Lahan Untuk Bangun RS di Balikpapan

PT Sarana Meditama Metroplitan Tbk (SAME) melalui anak usahanya PT Sarana Meditama Nusantara (SMN) yang dimiliki 99,99% sahamnya oleh perseroan telah menandatangani Akta Jual Beli Tanah. Penandatanganan dilakukan pada 7 Januari 2015 lalu dengan pihak penjual yang tidak terafiliasi. Perseroan membeli sebidang tanah yang berlokasi di Balikpapan seluas 6.450 m2 dengan nilai transaksi final Rp41.925.000.000. Transaksi pembelian tanah tersebut oleh SMN, entitas anak yang didirikan dengan tujuan melaksanakan kegiatan usaha di bidang kesehatan untuk mendukung kegiatan usaha utama dimana pembelian tanah tersebut ditujukan untuk pembangunan rumah sakit baru.

TINS Anggarkan Capex Rp1,2 Triliun

PT Timah Tbk (TINS) siap berekspansi pada tahun ini. TINS menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,2 triliun. TINS akan menggunakan belanja modal tersebut untuk sektor produksi seperti alat produksi dan pengembangan industri diversifikasi. Pengembangan industri diversifikasi TINS terdiri dari industri hilirisasi, yakni pembangunan pabrik yang dianggarkan senilai Rp 100 miliar hingga Rp 150 miliar. Ada pula pembangunan rumah sakit yang memerlukan fasilitas senilai Rp 200 miliar. Selain itu, perseroan akan membiayai anak perusahaan yang bergerak di sektor properti.

WIKA Targetkan Kontrak Baru Rp52,2 Triliun

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan kontrak baru tahun 2016 sebesar Rp 52,2 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 106,6% dari target perolehan kontrak baru perseroan pada tahun 2015 yakni sebesar Rp25,3 triliun. Pertumbuhan target kontrak baru tersebut seiring dengan kehadiran proyek High Speed Rail (HSR) atau kereta api cepat Jakarta-Bandung. WIKA menargetkan kontrak baru dari HSR Rp 17 triliun. Proyek HSR senilai USD 5,5 miliar tersebut ditargetkan akan groundbreaking pada 21 Januari mendatang

Stock Pick

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 2800, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 2840.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2870

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 11100, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 11375.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11500

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 9000, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9200

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 5950, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6050.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6150

ICBP

Terlihat kuat pada level support diharga 13775, kemarin ICBP ditutup menguat pada level 13950.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 14000

ADHI

Terlihat kuat pada level support diharga 2260, kemarin ADHI ditutup menguat pada level 2325.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2350

WSKT

Terlihat kuat pada level support diharga 1660, kemarin WSKT ditutup menguat pada level 1685.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1725

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 2815, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 2840.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2875

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...