Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 19-Jan-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 19-Jan-2016 )

Selasa, 19 Jan 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Senin 18 Januari 2016 ditutup melemah 0,94% pada level 4481. Sektor aneka industri menyumbangkan pelemahan terbesar. Sektor perkebunan menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Investor asing melakukan net sell Rp524,12 miliar. Bursa Wall Street libur hari Martin Luther King Jr. Pada akhir pekan lalu indeks di bursa Wall Street melemah tajam akibat berlanjutnya penurunan harga minyak mentah di bawah level USD30/barel, serta kekhawatiran akan dampak perlambatan ekonomi China dan dunia terhadap perekonomian AS dan laba perusahaan AS. Harga minyak mentah berlanjut melemah pada level terendah sejak 2003 karena dicabutnya larangan ekspor Iran. Indeks bursa Eropa pada perdagangan kemarin melemah, mengikuti koreksi pada indeks bursa Asia, yang terutama dikontribusikan oleh pelemahan pada saham perbankan setelah ECB menyatakan akan tingginya level kredit macet yang akan menjadi masalah bagi para pemberi pinjaman. Bank yang mengalami level kredit macet tinggi terutama di Yunani, Portugal, Spanyol dan Italia. Hari ini China akan merilis data pertumbuhan PDB 4Q yang diperkirakan melambat menjadi 6,8% dari 6,9%. PDB tahun 2015 diperkirakan 6,9% YoY. Kemudian untuk bursa Indonesia diperkirakan hari ini mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4456 - 4542

News & Analysis

BLTA Akan Tambah 2 Kapal Tahun Ini

Manajemen PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) pada tahun ini masih akan fokus ke bisnis jasa pengiriman bahan kimia (chemical). Hal itu mengingat masih melemahnya harga minyak dunia saat ini. Oleh karena itu perseroan masih akan fokus ke pengiriman bahan kimia dan tidak memperbesar porsi pengiriman minyak dan gas (migas). BLTA akan menambah 2 kapal pada tahun 2016. Penambahan kapal tersebut untuk mendukung bisnis perusahan dibidang jasa pelayaran. Per 31 Desember 2015, BLTA hanya memiliki 5 kapal dari tahun sebelumnya sebanyak 13 kapal. Jumlah kapal yang dimiliki perusahaan saat ini belum bisa menunjang bisnis perusahaan.

MAIN Telah Gunakan Seluruh Dana Rights Issue

PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) sudah menggunakan seluruh dana hasil Penawaran Umum Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu hingga akhir periode Desember 2015 lalu. Realisasi penggunaan dana sebesar Rp390,571 miliar untuk pembayaran hutang ke BBCA, Rp143 miliar untuk pembayaran hutang ke Bank CIMB Niaga.m Perseroan menggelar right issue pada November 2015 lalu dengan perolehan dana sebesar Rp537,30 miliar dan biaya penawaran umum sebesar Rp3,729 miliar.

BHIT Realisasikan Buyback 4,96% Dari Rencana

PT MNC Investama Tbk (BHIT) merealisasikan pembelian kembali saham senilai Rp7,5 miliar atau 4,96% dari rencana awal Rp1,51 triliun. Jumlah saham yang sudah dibeli kembali sebanyak 27,57 juta lembar atau 0,5% dari jumlah nominal saham yang dibeli dari seluruh jumlah nominal saham yang akan dibeli sesuai rapat umum pemegang saham perusahaan. Harga rata-rata pembelian sebesar Rp272,09 per saham. Sebelumnya perusahaan mempunyai asumsi awal untuk membeli 3,78 miliar lembar saham di harga rata-rata Rp400 per lembar. Rencana pembelian kembali (buyback) saham berlangsung pada 28 Juli 2015 hingga 31 Desember 2015.

SMMT Masih Miliki Sisa Dana Rights Issue Rp69 Miliar

PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) hingga akhir Desember 2015 masih menyimpan dana hasil right issue tiga tahun lalu sebesar Rp69,34 miliar. Dari right issue yang digelar 2012 lalu perseroan meraih hasil bersih Rp404,50 miliar. Realisasi penggunaan dana hingga kini untuk akuisisi PT Naga mas Makmur Jaya Rp146 miliar dan akuisisi PT Rajawali Resources Rp137 miliar, belanja modal Rp47,985 miliar serta modal kerja Rp4 miliar. Sisa dana right issue kini tersimpan di Bank permata dalam bentuk deposito rupiah Rp2 miliar, deposito USD setara Rp56,21 miliar dan rekening giro Rp11,12 miliar.

BJBR Siapkan Rp8 Triliun Untuk Pembiayaan Infrastruktur

PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten (BJBR) menyiapkan pembiayaan senilai Rp8 triliun untuk proyek infrastruktur pada 2016. Proyek infrastruktur merupakan salah satu peluang bagi perbankan. Perseroan berencana turut menggarap sejumlah proyek infrastruktur, seperti jalan tol, pembangkit tenaga listrik, termasuk pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Nilai pembiayaan yang disiapkan senilai Rp8 triliun lebih besar dari pembiayaan infrastruktur tahun 2015 sebesar Rp6,8 triliun. Sejumlah proyek yang rencananya akan melibatkan pembiayaan dari BJBR adalah BIJB, tol Soreang-Pasirkoja (Soroja), tol Bogor-Ciawi, termasuk ruas Trans Sumatera.

Anak Usaha SSIA Luncurkan Fasilitas Pergudangan

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui anak usahanya yakni PT SLP Surya Ticon Internusa (SLP) meluncurkan fasilitas pergudangan modern tahap kedua di Kawasan Indurstri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat. SLP juga melaksanakan groundbreaking ready built factory for rent di lokasi yang sama. Pergudangan modern pertama di Indonesia yang dimiliki oleh SLP ini berkualitas standar internasional yang memiliki berbagai fasilitas pendukung yang lengkap. Total luas lahan SLP di Suryacipta Technopark mencapai 22 hektar dan merupakan cluster persewaan gudang dan pabrik siap pakai terbesar di Indonesia dengan luas bangunan mencapai 150.000 m2

Stock Pick

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 6875, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 7025.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7100

ICBP

Terlihat kuat pada level support diharga 13900, kemarin ICBP ditutup menguat pada level 14075.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 14225

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 3045, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 3085.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3120

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 5700, kemarin ASII ditutup menguat pada level 5900.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6000

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 12750, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 12975.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13125

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 9150, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9275.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9375

WSKT

Terlihat kuat pada level support diharga 1685, kemarin WSKT ditutup menguat pada level 1705.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1730

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...