Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 2-Feb-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 2-Feb-2016 )

Selasa, 2 Feb 2016 | 08:15 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 1 Februari 2016 ditutup menguat 0,21% pada level 4624. Sektor konsumer menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing net buy senilai Rp416,7 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix cenderung stagnan yang dipicu oleh reli pada saham Facebook dan Alphabet membukukan kinerja yang lebih baik dari estimasi. Sebelumnya indeks berada di teritori negatif yang disebabkan oleh data ekonomi China yang kembali menimbulkan kecemasan akan perlambatan ekonomi serta pelemahan harga minyak mentah. Indeks PMI manufaktur China bulan Januari kembali mengalami kontraksi tercepat sejak tahun 2012. Indeks PMI manufacturing China bulan Januari turun pada level 49,4 dari 49,7, serta lebih buruk dari perkiraan yang berada pada level 49,6. Akibat potensi berlanjutnya perlambatan ekonomi global, pasar memprediksi kecil kemungkinan bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunganya pada pertemuan Maret mendatang.itu indeks ISM manufaktur AS bulan Januari sedikit naik pada level 48,2 dari 48. Data personal income bulan Desember naik 0,3%, namun personal spending stagnan. Belanja konstruksi bulan Desember naik 0,1%. Untuk bursa Indonesia diperkirakan hari ini menguat. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4590– 4674

News & Analysis

BEI Perpanjang Suspensi BRAU, BORN, INVS, TKGA

BEI memperpanjang suspensi perdagangan empat saham yakni PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) dan PT Permata Prima Sakti (TKGA). Hal itu karena batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Interim per 30 September 2015 yang diaudit adalah tanggal 4 Januari 2016. Namun hingga 30 Januari 2016 ada lima perusahaan yang belum menyampaikan laporan keuangan per September tersebut. BORN disuspensi sejak 30 Juni 2015, BRAU disuspensi sejak 4 Mei 2015, TKGA disuspensi sejak 30 Juni 2015 sedangkan INVS sejak 12 Februari 2015 sedangkan satu emiten BULL masih aktif.

EXCL Berencana Rights Issue Untuk Bayar Utang

PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana melakukan Penawaran Umum Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang akan memberikan hak untuk pembelian dalam jumlah sebanyak-banyaknya 2.750.000.000 saham dengan nominal Rp100 per saham. Axiata Investments berencana melaksanakan haknya sesuai porsi bagian kepemilikan sahamnya dalam penawaran umum HMETD ini. Saham mayoritas perseroan dikuasai Axiata Investment sebesar 66,4 persen dan sisanya dikuasai masyarakat. Apabila pemegang saham tidak melaksanakan HMETD tersebut maka kepemilikan saham dalam perseroan akan terdilusi sebesar maksimal 8,2%. Perseroan berencana menggunakan dana hasil penawaran umum HMEYD ini guna membayar kembali utang dalam denominasi US dolar AS yang saat ini ada sebesar USD500.000.000.

WINS Beri Jaminan Anak Usaha

PT Wintermar Tbk (WINS) memberikan penjaminan sesuai dengan Akta Deed of Guarantee and Indemnity No.128 pada 28 Januari 2016. Hal itu dilakukan demi kepentingan PT Sentosasegara Mulia Shipping yang merupakan entitas anak perusahaan dalam pemenuhan kewajiban pembayaran kredit kepada United Overseas Bank Limited. Sentosasegara telah menandatangani Facility Agreement dengan UOB pada tanggal 27 Januari 2016. Nilai guarantee adalah sebesar USD4.536.000 sebagaimana disyaratkan sebagai nilai jaminan atas pinjaman Sentosasegara dari UOB. Sentosasegara Mulia adalah anak usaha perseroan dengan kepemilikan 99,82 persen.

DSSA Tambah Modal Anak Usaha

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyuntik modal bagi PT Innovate Mas Utama melalui anak usahanya PT DSSA Mas Sejahtera dan perseroan dengan nilai Rp1,7 miliar. Anak usaha tidak langsung, PT Innovate Mas Utama menerbitkan 1.700 lembar saham baru yang seluruhnya diserap oleh PT DSSA Mas Sejahtera yang sahamnya dikuasai 99% oleh DSSA. Peningkatan modal dari sebelumnya Rp340 miliar yang terbagi atas 340.000 lembar saham menjadi Rp341,7 miliar yang terbagi atas 341.700 lembar saham.

Pabrik AMFG di Cikampek Diharapkan Selesai Q4/2016

PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) optimis pembangunan pabrik kaca lembaran perseroan yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat bisa selesai pada kuartal IV-2016. Sampai dengan akhir Desember 2015 kemarin, tahap pembangunannya sudah mencapai 60%. Pabrik bernilai USD 100 juta tersebut akan memiliki kapasitas 210.000 ton kaca lembaran per tahun. Kapasitas pabrik tersebut belum tentu akan dipergunakan seluruhnya, tetapi akan tergantung permintaan pasar. Hasil produksi pabrik ini selain untuk memenuhi permintaan pasar domestik, juga untuk ekspor.

BEI Batal Suspensi 6 Emiten Belum Penuhi Free Float

BEI memberikan perpanjangan waktu kepada enam emiten yang belum memenuhi kewajiban free float minimal 7,5% namun tengah menjalani proses untuk memenuhi syarat tersebut. Saat ini ada enam perusahaan yang belum memenuhi syarat minimal free float 7,5%. Padahal batas akhir pemenuhan kewajiban tersebut adalah 31 Januari 2016. Salah satu emiten yang belum memenuhi aturan free float adalah PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. Saat ini, saham yang dimiliki publik hanya 2,7% sedangkan lebih dari 97% dikuasai oleh PT Purimas Sasmita

Stock Pick

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 3350, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 3400.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3440

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 7250, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 7400.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7500

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 3290, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 3330.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3365

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 9500, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9625.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9725

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 6150, kemarin INDF ditutup menguat pada level 6275.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6375

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 12975, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13225.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13375

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...