(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 23-Feb-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 23-Feb-2016 )
Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 22 Februari 2016 ditutup menguat 0,23% pada level 4708. Sektor pertambangan menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing net sell senilai Rp535 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh reli pada harga minyak mentah yang mendorong kenaikan pada saham sektor energi. Harga logam industri, seperti tembaga dan seng, mengalami kenaikan karena kekhawatiran akan potensi berkurangnya suplay. Sehingga mendorong kenaikan pada saham sektor komoditas tambang.minyak mentah menguat signifikan karena adanya spekulasi akan turunnya produksi minyak AS serta ekspektasi bahwa harga minyak mentah telah mencapai level terendahnya seiring dengan reboundnya indeks bursa saham. Harga minyak mentah berlanjut menguat setelah International Energy Agency (IEA) menyatakan produksi minyak AS dapat turun sebanyak 600 ribu barel per hari pada tahun ini dan akan berlanjut turun 200 ribu barel per hari pada tahun 2017. Pejabat IEA menyatakan harga minyak pada level USD80 perbarel akan baik bagi produsen dan konsumen, namun diperkirakan kenaikan harga minyak yang drastis belum akan terjadi dalam waktu dekat. Namun Irak menyatakan masih berencana menaikkan produksi minyak. IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4640- 4760

 

News & Analysis

CSAP Berencana Rights Issue 1,15 Miliar Saham

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) akan melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1.158.015.120 saham. Perseroan akan melakukan RUPSLB pada 31 Maret mendatang untuk meminta persetujuan pemegang saham mengenai rencana tersebut. Saham yang diterbitkan bernominal Rp100 per saham. Pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya dapat terdelusi maksimal 40%. Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk modal kerja dan belanja modal guna menambah Toko Mitra 10 yang antara lain akan dibuka di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Sisa dana rights issue akan digunakan untuk modal kerja.

SGRO Alokasikan Rp190 Miliar Untuk Buyback

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan mengalokasikan dana sebesar Rp190 miliar untuk melakukan buyback saham sebanyak maksimal 94.500.000 saham atau 5% dari jumlah saham yang telah disetor perseroan. Pelaksanaan buyback akan dilakukan bertahap dari periode 23 Februari 2016 hingga 22 Mei 2016 yang akan dilaksanakan melalui BEI. Perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas untuk melaksanakan buyback saham ini. Saham yang sudah dibeli ini akan disimpan dalam jangka waktu sesuai ketentuan yang berlaku.

BMRI Resmikan Anak Usaha Pembiayaan Motor dan Mobil

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengoperasikan anak usaha sektor pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dan empat. Anak usaha itu diberi nama PT Mandiri Utama Finance. Anak usaha BMRI tersebut memasang target dapat meraih pangsa pasar sebesar 7% untuk pembiayaan sepeda motor baru dan sebesar 3% untuk pembiayaan mobil baru secara nasional. Untuk mencapai target tersebut perusahaan akan fokus pada perluasan jaringan untuk dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan pembiayaan kendaraan. Pada tahun pertama, perseroan akan lebih fokus pada perluasan jaringan.

Kapal Baru Kedua Pesanan TMAS Telah Diterima

PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) kembali menerima kapal container baru untuk melengkapi armadanya. Kapal yang tiba di pelabuhan Makasar ini merupakan kapal kedua yang dibangun oleh Lianyungang Wuzou Shipping Industry Co.Ltd. Dengan diterimanya kapal ini, jumlah armada yang dimiliki perseroan bertambah menjadi sebanyak 24 unit. Kontrak pembangunan dua unit kapal senilai RMB47,6 juta ini telah ditandatangani pada 31 Maret 2015 lalu.

ADRO Targetkan Bangun Pembangkit Listrik 5000 MW

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menargetkan pembangunan proyek pembangkit listrik 5.000 Megawatt dengan nilai investasi USD8 miliar, setara Rp115,2 triliun (Kurs Rp13.400 per dolar AS). Pembangkit listrik (power plant) tersebut dibangun oleh anak usaha perseroan yang khusus menangani sektor kelistrikan PT Adaro Power. Nantinya, Adaro Power akan menjadi salah satu tulang punggung kinerja ADRO. Perseroan menargetkan 14,2% dari pembangunan proyek power plant yang direncanakan pemerintah sebesar 35.000 Megawatt. Target perseroan akan dibangun dalam waktu 5 tahun.

GIAA Bukukan Kontrak USD129,5 Juta

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan kontrak senilai USD129,5 juta setara dengan Rp1,86 triliun melalui anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, lebih tinggi dari target USD100 juta. Kontrak tersebut didapat dari gelaran Singapore Air Show, termasuk berbagai kerja sama strategis lainnya. Pameran kedirgantaraan di Asia Tenggara itu merupakan pertama kalinya Grup Garuda menjadi peserta. Keberhasilan perseroan dalam meraih berbagai kontrak kerja sama tersebut merupakan langkah agresif dan strategis perusahaan dalam melaksanakan ekspansi bisnis

 

Stock Pick

BBCA

Support pada level 12950 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13175.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13350

BMRI

Terlihat kuat pada level support pada harga 9200, BMRI pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 9400.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 9500

UNVR

Terlihat kuat pada support di level 42250, kemarin UNVR ditutup menguat pada level 43375.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 43875.

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 6750, kemarin INDF ditutup menguat pada level 6825.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6900

ICBP

Terlihat kuat pada level support diharga 15100, kemarin ICBP ditutup menguat pada level 15400.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 15550

KLBF

Terlihat kuat pada level support diharga 1240, kemarin KLBF ditutup menguat pada level 1270.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1300

 

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});