Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 26-Jan-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 26-Jan-2016 )

Selasa, 26 Jan 2016 | 08:15 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 25 Januari 2016 ditutup menguat 1,1% pada level 4505. Semua sektor menguat dengan kontribusi penguatan terbesar pada sektor aneka industri. Investor asing net buy senilai Rp370 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah yang dikontribusikan oleh koreksi pada harga saham sektor energi akibat penurunan harga minyak mentah. Harga minyak mentah berbalik melemah setelah pada akhir pekan lalu menguat, setelah adanya berita output produksi minyak mentah Iraq mencapai rekor pada bulan lalu. Sehingga kembali terjadi kekhawatiran akan melimpahnya suplay minyak, setelah pekan lalu sempat mengalami kenaikan karena meningkatnya permintaan heating oil akibat adanya badai salju. Harga komoditas yang terkait dengan dollar AS melemah karena investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman seperti emas dan obligasi pemerintah AS. Kembali turunnya harga minyak mentah juga menguatkan kecemasan akan perlambatan ekonomi global dan inflasi yang rendah. Korelasi antara pergerakan indeks bursa global dan harga minyak mentah mengalami kenaikan. Selanjutnya pada pekan ini pasar akan mencermati laporan keuangan emiten serta hasil keputusan The Fed pada pertemuan hari Rabu. Untuk bursa Indonesia diperkirakan hari ini menguat. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4456 - 4559

News & Analysis

INDF Beli 3,6 Juta Saham SIMP

Pada tanggal 22 Januari 2016, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengumumkan pembelian saham PT Salim Invomas Pratama Tbk (SIMP) sebanyak 3.600.000 lembar saham dengan harga pembelian rata-rata Rp291,05 per saham dengan total transaksi mencapai Rp1.047.766.700. Pembelian tersebut dilakukan pada periode 15 Januari sampai 22 Januari 2016. Sehingga kepemilikan saham perseroan pada SIMP meningkat menjadi 1.015.785.000 lembar saham atau sekitar 6,55% dari jumlah saham yang beredar. Tujuan transaksi perseroan hanya untuk investasi.

BDMN Jual 2,93% Saham ADMF

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) telah melakukan penjualan 29,30 juta saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) (ADMF) di harga Rp2.600 per saham. Transaksi penjualan ini dilakukan di Pasar Nego. Setelah transaksi penjualan saham ini, jumlah kepemilikan BDMN di ADMF menjadi 920.700.000 saham atau 92,07% dari sebelumnya berjumlah 950.000.000 saham atau 95% modal ditempatkan dan disetor penuh ADMF. Tujuan dari penjualan ini adalah untuk memenuhi peraturan perundang-undangan, guna meningkatkan free float saham ADMF.

BBNI Berencana Terbitkan Surat Utang Rp4 Triliun

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tengah merestrukturisasi kredit bermasalah senilai Rp9 triliun milik 700 debitor menengah. Dalam tempo 6-9 bulan, kredit perusahaan-perusahaan tersebut diyakini akan kembali lancar. Tingkat keberhasilan restrukturisasi kredit diperkirakan mencapai di atas 80%. Dari total kredit Rp9 triliun milik 700 debitor tersebut, saat ini tercatat senilai Rp 2 triliun sudah naik kelas. Yang semula kolektibilitasnya berada di level 4 (diragukan), kini sudah membaik ke level 2 (dalam perhatian khusus). Sepanjang tahun 2015, laba bersih BBNI turun 15,9% YoY menjadi Rp9,067 triliun. BBNI berencana menerbitkan surat utang senilai Rp4 triliun pada tahun ini dalam bentuk Negotiable Certificate of Deposits (NDC) dan obligasi.

PTIS Dapat Pinjaman Rp150 Miliar

PT Indo Straits Tbk (PTIS) mendapatkan pinjaman dari PT Bank Permata Tbk (BNLI) senilai Rp150 miliar melalui anak usahanya, PT Pelayaran Straits Perdana. Perseroan menjaminkan saham PTIS kepada Bank Permata untuk pinjaman bagi anak usaha. Nilai penjaminan saham adalah Rp150 miliar. PTIS bertindak selaku debitur dan Bank Permata selaku kreditur. Penjaminan saham PTIS dilakukan untuk memenuhi covenant yang terdapat dalam perjanjian fasilitas kredit yang diteken pada 20 Januari 2010 dan diperbaharui pada 26 Juni 2015.

APOL Akan Restrukturisasi Utang Tahun Ini

PT Arpeni Pratama Ocean Lines Tbk (APOL) memastikan restrukturisasi utang perseroan tidak semudah perkiraan sebelumnya karena kreditor bukan hanya sektor swasta, tetapi juga badan usaha milik negara (BUMN). Skema restrukturisasi telah disampaikan ke dalam rapat kreditor pada 25 November 2015. Restrukturisasi dijadwalkan akan dilakukan tahun ini. Karena kreditor perseroan bukan hanya pihak swasta, namun juga pihak BUMN, maka tidak mudah untuk kreditor swasta dan BUMN satu suara dengan seluruh rencana skema restrukturisasi yang telah disampaikan perseroan. Jika skema restrukturisasi tidak sesuai rencana, perseroan berjanji akan mencari solusi terbaik bagi semua kreditor, pemegang obligasi, serta pemegang saham.

AKRA Dirikan Anak Usaha Bidang Terminal Curah Cair dan Gas

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mendirikan anak usaha baru PT Terminal Curah Semarang untuk berekspansi pada sektor terminal curah cair dan gas. Anak usaha perseroan PT Anahanesa Abadi bekerjasama dengan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia untuk mendirikan anak usaha TCS. Maksud dan tujuan dari TCS adalah menjalankan kegiatan usaha terutama di bidang terminal curah cair dan gas. Transaksi pendirian TCS tersebut bukan merupakan transaksi material. Hal tersebut juga bukan sebuah transaksi afiliasi dan benturan kepentingan

Stock Pick

BBNI

Terlihat kuat pada level support diharga 4900, kemarin BBNI ditutup menguat pada level 5025.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5100

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 11250, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 11425.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11550

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 6000, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6125.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6225

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 9375, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9525.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9625

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 3180, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 3205.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3240

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 7000, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 7150.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7250

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 3240, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 3280.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3315

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...