Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa,24-Mei-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa,24-Mei-2016 )

Selasa, 24 Mei 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 23 Mei 2016 ditutup menguat 0,67% pada level 4743. Sektor infrastruktur mengalami kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp177,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat dari perkiraan semula, meskipun terjadi kenaikan pada saham Apple. Setelah pekan lalu pasar dikejutkan oleh hasil minutes dari pertemuan The Fed pada bulan April lalu, selanjutnya pasar akan menantikan indikasi baru dari komentar Janet Yellen pada hari Jumat ini. Pasar juga menantikan kejelasan kapan waktu yang sangat berpotensi bagi The Fed untuk menaikkan bunga, serta prospek dari inflasi di AS. Sementara itu harga minyak mentah kembali mengalami koreksi akibat kekhawatiran akan meningkatnya kembali suplay minyak mentah global. Sedangkan harga emas mengalami pelemahan akibat meningkatnya potensi kenaikan suku bunga The Fed membuat turunnya permintaan akan logam berharga. Harga komoditas logam juga mengalami pelemahan. Selain menantikan hasil pertemuan The Fed pada bulan Juni, pasar juga akan menantikan hasil referendum apakah Inggris akan keluar dari Uni Eropa. Untuk IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG diperkirakan bergerak dikisaran level 4690 - 4803

News & Analysis

WSKT Beri Pinjaman Ke WTR Rp300 miliar

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memberikan fasilitas pinjaman kepada anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) sebesar Rp300 miliar. Perjanjian fasilitas pinjaman dilakukan pada 18 Mei lalu dengan bunga pinjaman sebesar 9,5% per tahun dari jumlah hutang pinjaman yang terhutang. Fasilitas pinjaman ini tersedia untuk masa jangka waktu tujuh bulan sejak tanggal perjanjian. Nilai transaksi ini adalah 3,09% dari ekuitas WSKT per 31 Desember 2015. WTR merupakan pihak terafilasi karena merupakan anak perusahaan perseroan dengan kepemilikan 99,99%. Fasilitas pinjaman itu diberikan kepada WTR guna menunjang kegiatan usaha WTR

Harga Rights Issue BNLI Rp526 persaham

PT Bank Permata Tbk (BNLI) menurunkan jumlah saham yang akan dilepas pada Penawaran Umum Terbatas VII. Jumlah penawaran saham right issue ini diturunkan menjadi 10.456.095.082 saham dari sebelumnya 21.200.000.000. Harga nominal per lembar Rp125. Setiap pemegang 283 saham lama hingga 31 Mei 2016 memiliki 249 HMETD dimana 1 HMETD berhak membeli 1 saham baru dengan harga penawaran Rp526 per saham. Jumlah dana yang akan diterima perseroan seluruhnya sebesar Rp5.499.906.013.132. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi 26-27 Mei 2016 dan di pasar tunai 31 Mei-1 Juni 2016. Periode perdagangan pada 2-8 Juni 2016. Dana hasil PUT VII setelah dikurangi biaya-biaya emisi menjadi kewajiban perseroan akan dipergunakan untuk memperkokoh struktur permodalan perseroan dan seluruhnya akan digunakan untuk membiayai peningkatan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha.

PPRO Akan Bangun Mal Di Surabaya

PT PP Properti Tbk (PPRO) setelah sukses menawarkan dua tower Venetian dan Caspian di superblok Grand Sungkono Lagoon, anak usaha PT PP Tbk (PTPP) ini berencana membangun mall dengan investasi sekitar Rp300 miliar. Pembangunan mall akan dimulai tahun ini dan diharapkan 1,5 tahun kedepan akan selesai. Saat ini pembangunan mall sudah tahap pondasi. Diharapkan dalam 1,5 tahun kedepan mall sudah bisa beroperasi. Mall ini juga bagian dari superblok Grand Sungkono Lagoon.

DPUM Akan Ekspansi Ke Pasar Amerika dan Eropa

PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) memastikan akan merambah pasar Amerika dan Eropa pada tahun ini. Saat ini hasil produksi perseroan telah dipasarkan ke berbagai negara seperti di wilayah Asean dan Asia, serta beberapa negera Timur Tengah. Ekspor perseroan pada tahun ini ditargetkan naik menjadi 40% dari total penjualan. Sementara ini jumlahnya sekitar 21%. DPUM telah menyerap belanja modal sekitar Rp200 miliar hingga saat ini untuk ekspansi. Dari total belanja modal tahun ini yang dialokasikan sebesar Rp450 miliar, telah terserap hampir separuhnya. Dana tersebut telah digunakan untuk pengembangan kapal baru dan penambahan cold storage (ruang pendingin).

HITS Berencana Kuasi Reorganisasi

PT Humpuss Intermoda Sarana Tbk (HITS) berencana melakukan kuasi reorganisasi dengan menghapus akumulasi rugi sebanyak USD95,47 juta. Penghapusan akumulasi rugi diharapkan tidak membebani ekspansi perseroan. Kerugian itu muncul akibat armada kapal perseroan banyak yang tidak beroperasi sebagai dampak dari krisis keuangan global pada 2008. Di samping itu, pada 2010 HITS juga menderita cadangan kerugian atau penghentian pengakuan aset dalam sengketa hukum

Perkuat CAR, BJBR Berencana Rights Issue

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) tengah mengkaji rencana rights issue pada Kuartal III-2016, terkait dengan penurunan rasio kecukupan modal (CAR) menjadi 14,9%. Rencana rights issue tersebut tidak terlepas dengan sikap perseroan dalam menghadapi pemberlakuan ketentuan Basel III yang mengharuskan bank BUKU III dan Buku IV memiliki CAR berkisar 16-17%. Meski pemberlakuan Basel III pada 2018 mendatang, pelaksanaan rights issue memungkinkan untuk dilakukan pada tahun ini

Stock Pick

BBRI

Support pada level 9650 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBRI ditutup menguat pada 9925.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 10050

BBNI

Terlihat kuat pada support di level 4390, kemarin saham BBNI ditutup menguat pada level 4430.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4480

ASII

Terlihat kuat pada support di level 6200, kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 6375.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6475

BBCA

Terlihat kuat pada support di level 12850, kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level 13100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13250

AKRA

Terlihat kuat pada support di level 6050, kemarin saham AKRA ditutup menguat pada level 6150.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6200

PTPP

Terlihat kuat pada support di level 3450, kemarin saham PTPP ditutup menguat pada level 3500.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3540

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...