Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 14-Des-2015 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 14-Des-2015 )

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Jumat 11 Desember 2015 ditutup melemah 1,63% pada level 4393. Sektor aneka industri mengalami pelemahan terbesar, dan sektor perkebunan menjadi satu-satunya yang menguat. Investor asing net sell Rp332,7 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah signifikan akibat meningkatnya ketidakpastian menjelang pertemuan The Fed pekan ini ditengah turunnya harga minyak mentah dan komoditas yang menimbulkan kecemasan akan berlanjutnya perlambatan ekonomi global. IEA menyatakan pasokan minyak akan lebih berlimpah pada 2016 mendatang. Data PPI bulan November meningkat 0,3% dari bulan sebelumnya yang terjadi deflasi 0,4%. Sedangkan data penjualan ritel bulan November meningkat 0,2%, setelah bulan sebelumnya tumbuh 0,1%. Indeks Mich Sentiment bulan Desember naik pada level 91,8 dari 91,3. Pada pekan ini selain mencermati data ekonomi, perhatian pasar seluruh dunia akan tertuju pada FOMC Selasa dan Rabu ini yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25% menjadi 0,5%. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya CPI, building permits, housing starts, Philadelphia Fed serta leading indicators. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4346 – 4470

News & Analysis

Revaluasi Aset Dorong Kenaikan Aset BMRI Rp23 Triliun

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melakukan revaluasi aset untuk mendorong kenaikan nilai aset dan ekuitas. Hasil revaluasi aset ini nantinya diharapkan memberi dukungan terhadap aktivitas bisnis di waktu-waktu mendatang. Dari hasil estimasi revaluasi aset tetap yang dilakukan BMRI pada Desember 2015 ini maka aset tetap BMRI pada 2016 diperkirakan akan naik sekitar Rp23 triliun. Langkah BMRI merevaluasi aset ini tidak mempengaruhi cash flow perseroan. Langkah ini dapat memperkuat modal perseroan sehingga ke depan BMRI dapat meningkatkan kontribusi dalam mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi. Dengan revaluasi maka BMRI memperkirakan CAR BMRI akan mencapai kisaran 20% pada 2016 sehingga akan dapat memenuhi kebutuhan permodalan sesuai Bassel III.

Anak Usaha BUVA Kerja Sama Dengan Hakkasan

PT Bukit uluwatu Villa Tbk (BUVA) menindak lanjuti penandatanganan kerjasama dengan Hakkasan Group pada 24 November lalu lewat anak usahanya PT Kharisma Jawara Abadi (KJA). KJA dan Hakkasan akan mengelola usaha F&B di Hotel Alila SCBD untuk jangka waktu 10 tahun. KJA berkewajiban menyediakan outlet di Hotel Alila SCBD kepada Hakkasan Group. Dalam perjanjian outlet F&B yang akan disediakan sebanyak tiga outlet. Sementara Hakkasan berkewajiban untuk memberikan jasa pengelolaan tiga outlet tersebut sebagai kegiatan usaha F&B milik KJA. KJA akan melakukan pembayaran kepada Hakkasan untuk tiga outlet sebesar USD350.000 sampai USD500.000. Hakkasan adalah perusahaan internasional F&B yang berbasis di London Inggris yang memiliki outlet di AS, Eropa Timur dan Asia.

KINO Berencana Akuisisi Merek Personal Care dan Farmasi

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) tengah mengincar merek produk personal care dan farmasi lokal untuk diakuisisi. Akuisisi tersebut dilakukan untuk menambah portofolio bisnis perseroan. Perseroan menyiapkan dana sedikitnya Rp234,51 miliar untuk menjalankan rencananya itu. Dana yang disiapkan untuk akuisisi tersebut diperoleh dari dana hasil IPO sebesar Rp 868,57 miliar. Untuk akuisisi dialokasikan sebesar 27% atau sebesar Rp 234,51 miliar. Rencana akuisisi tersebut masih dalam tahap penjajakan.

PJAA Akan Bayar Obligasi Rp106,2 Miliar

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) siap melakukan pembayaran bunga ke-12 dan pelunasan pokok Obligasi II seri A tahun 2012. Total pembayaran sebesar Rp106.225.000.000. Adapun pembayaran itu terdiri dari pelunasan pokok Rp100.000.000.000 dan bunga untuk obligasi seri A sebesar Rp2.025.000.000 dan seri B sebesar Rp4.200.000.000.

Biaya Eksplorasi ANTM November Rp1,5 Miliar

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melakukan kegiatan eksplorasi bulan November 2015 dengan berfokus pada komoditas nikel dengan jumlah pengeluaran preliminary Rp1,5 miliar. Kegiatan eksplorasi ANTM dilakukan di daerah Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Di Wilayah ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan terdiri atas pemetaan geologi, percontoan, logging core, pengukuran polygon, pemboran single serta preparasi.

Pefindo Revisi Outlook MYOR Menjadi Stabil

Pefindo merevisi outlook dari peringkat PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menjadi 'stabil' dari sebelumnya 'negatif'. Revisi peringkat MYOR ini disebabkan oleh perbaikan yang berkelanjutan pada marjin profitabilitas dan peningkatan profil keuangan perusahaan. Marjin EBITDA per kuartal MYOR pada tahun 2015 sudah pulih secara konsisten menjadi lebih dari 14,0% dari 9,2% pada tahun 2014, mayoritas disebabkan oleh tekanan berlanjut pada harga komoditas dan penyesuaian harga jual. Depresiasi rupiah yang tajam terhadap USD juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan ekspor MYOR sebesar 26,6% pada sembilan bulan pertama tahun 2015 dan mengkompensasi kinerja penjualan domestik yang kurang baik

Stock Pick

SSMS

Terlihat kuat pada level support diharga 1250, kemarin SSMS ditutup menguat pada level 1700.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1720

BBTN

Terlihat kuat pada level support diharga 1250, kemarin BBTN ditutup menguat pada level 1280.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1300

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 10700, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 10825.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10950

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 13025, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13200.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13350

KLBF

Terlihat kuat pada level support diharga 1200, kemarin KLBF ditutup menguat pada level 1225.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1245

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 6750, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 6825.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6900

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015