Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 14-Mar-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 14-Mar-2016 )
Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 11 Maret 2016 ditutup menguat 0,43% pada level 4813. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net sell Rp26,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat yang dipicu oleh sentimen positif dari stimulus ECB dan penguatan harga minyak mentah yang mendorong kenaikan saham sektor energi. Penguatan harga minyak mentah didorong oleh pernyataan International Energy Agency yang menyatakan bahwa harga minyak mentah diperkirakan sudah mencapai level terendahnya karena output produksi minyak di AS dan produsen minyak non OPEC lainnya akan segera mengalami penurunan dengan cepat. Perhatian pasar selanjutnya akan fokus pada pertemuan The Fed pada Selasa dan Rabu pekan ini. Sebelumnya The Fed menyatakan masih dalam program untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini secara bertahap, namun kenaikan tersebut akan tergantung pada kondisi ekonomi. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya retail sales, PPI, empire manufacturing, business inventories, CPI, housing starts, building permits, industrial production, Philadelphia Fed, leading indicators dan Mich Sentiment. Dari domestik, akan ada RDG BI pada Rabu-Kamis pekan ini. Untuk IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4776 - 4860

News & Analysis

BEI Suspen Lima Emiten Terkait Laporan Keuangan

BEI menghentikan sementara atau melakukan suspensi perdagangan saham lima emiten menyusul belum disampaikannya laporan keuangan interim per 30 September 2015 dan belum dilakukannya pembayaran denda. Berdasarkan catatan Bursa, emiten yang terkena suspensi itu yakni PT Borneo Lumbung Energy dan Metal Tbk (BORN), PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) dan PT Buana Listya Tama Tbk (BULL). Pengenaan sanksi itu, sesuai dengan ketentuan peraturan III.1.6.1.1 Bursa No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, Laporan Keuangan Interim.

INTA Segera Selesaikan Pendanaan Pembangkit Rp3,5 Triliun

PT Intraco Penta Tbk (INTA) segera menyelesaikan pendanaan untuk pembangunan megaproyek pembangkit listrik berkapasitas 200 Megawatt dengan investasi Rp3,5 triliun. Perseroan bersama Sinohydro Hong Kong (Holding) Limited., sebagai anak usaha Grup Power Construction Corporation of China (PCCC), yang tergabung dalam konsorsium Sinohydro-Intraco Penta dan PLN telah menandatangani perjanjian PPA pada 25 November 2015. Pembangkit listrik yang akan dibangun berkapasitas 2x100 MW di Desa Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu, Provinsi Bengkulu, dengan skema IPP dengan PT Tenaga Listrik Bengkulu sebagai anak usaha joint venture perseroan dengan Sinohydro.

Dana Eksplorasi INCO USD412,5 Ribu

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menghabiskan dana USD412.482,75 atau setara dengan Rp 5,39 miliar (dengan asumsi Rp13.087/USD) untuk biaya eksplorasi Februari 2016. Kegiatan eksplorasi perseroan masih berlanjut dan fokus di Blok Soroako Petea, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan serta Blok Bahadopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Eksplorasi dilakukan oleh perseroan bersama dengan pihak ketiga yang melibatkan 3 kontraktor. Adapun hasil pengujian sedang dalam proses penghitungan cadangan dengan metode block modeling di Soroako.

BBYB Targetkan Kredit Tumbuh 52%

Sebagai bank kecil PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) berniat memperbesar portofolio bisnis dengan membidik pertumbuhan tinggi. BBYB menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 52,69% menjadi Rp 4,03 triliun pada 2016.itu, dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan tumbuh 46,39% menjadi Rp 4,34 triliun. Laba kotor ditargetkan naik 154,63% menjadi Rp 87,80 miliar pada akhir tahun ini. Manajemen BBYB optimis target pertumbuhan tahun ini akan terlampaui, mengingat proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional oleh BI akan lebih baik di tahun ini dibandingkan tahun lalu.

LEAD Harus Bayar Utang USD30,37 Juta Tahun Ini

PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) melaporkan nilai utang yang dimiliki kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Kewajiban ini dalam valuta asing LEAD yang berakhir pada tanggal 29 Februari 2016. Pada tahun ini perusahaan harus membayar utang dengan total nilai USD 30,37 juta. Salah satunya, utang senilai USD 26,29 juta yang merupakan utang bank asing. Selain dalam denominasi dollar AS, LEAD juga memiliki utang dalam denominasi euro, yen Jepang, poundsterling dan dollar Singapura. Pada tahun ini, seluruh utang itu akan dibayarkan secara bertahap terhitung sejak bulan ini. Pada bulan ini saja LEAD akan melakukan pembayaran utang sebesar USD 5,07 juta yang terdiri atas pembayaran USD 2,16 juta utang bank asing.

Pefindo Tetapkan Peringkat TLKM Pada idAAA

Pefindo menetapkan kembali peringkat idAAA Perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Obligasi II Tahun 2010 dan Obligasi Berkelanjutan Tahun 2015. Outlook peringkat perusahaan adalah stabil. Peringkat mencerminkan posisi bisnis perusahaan yang superior dengan bisnis terdiversifikasi dan jaringan yang luas, marjin profitabilitas yang kuat dan proteksi arus kas yang didukung permodalan konservatif. Namun peringkat dibatasi oleh persaingan yang ketat dalam industri telekomunikasi

Stock Pick

ADHI

Support pada level 2680 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ADHI ditutup menguat pada 2710.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di 2740

BBCA

Support pada level 13200 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBCA ditutup menguat pada 13450.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di 13600

BBRI

Terlihat kuat pada level support pada harga 11000, BBRI pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 11125.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 11250

BMRI

Terlihat kuat pada support di level 9675, kemarin saham BMRI ditutup menguat pada level 10150.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10275

ASII

Support pada level 6800 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ASII ditutup menguat pada 7050.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di 7150

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7200, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7300.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7400

TLKM

Terlihat kuat pada level support pada harga 3345, TLKM pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 3380.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 3420

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?