(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

(Senin, 16-Nov-2015) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

(Senin, 16-Nov-2015) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 13 November 2015 ditutup menguat 0,24% pada level 4472. Sektor industri dasar mengalami penguatan terbesar. Investor asing net sell Rp76,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah akibat kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang disaat kondisi ekonomi AS dan laporan keuangan emiten dirasa belum cukup kuat untuk menghadapi kenaikan tersebut. Data PPI bulan Oktober menunjukkan deflasi 0,4% setelah bulan sebelumnya deflasi 0,5%. Penjualan ritel bulan Oktober naik 0,1%, dari bulan sebelumnya yang tumbuh 0,1%, namun lebih rendah dari estimasi 0,3%. Indeks Mich Sentiment bulan November naik pada level 93,1 dari 90. Hingga saat ini sudah sebanyak 90% emiten indeks S&P500 yang telah merilis laporan keuangan Q4, dimana rata-rata laba emiten turun 0,9% yang merupakan penurunan laba kuartalan pertama sejak Q3 2009. Laba emiten pada kuartal IV diperkirakan turun 2,4%, menurut konsensus Reuters. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya CPI, industrial production, housing starts, building permits, FOMC minutes, Philadelphia Fed dan leading indicators. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4435 – 4546

 

News & Analysis

ASGR Tambah Modal Anak Usaha Rp30 Miliar

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menambah setoran modal sebesar Rp30 miliar ke PT Astragraphia Xprins Indonesia yang merupakan salah satu anak usahanya untuk mendukung kegiatan operasional bisnis. Setelah penambahan modal tersebut, maka modal ditempatkan dan disetor menjadi Rp50 miliar yang terbagi atas 49.999 saham dimiliki ASGR dan sisanya dimiliki oleh PT Astra Graphia Information Technology. Per September 2015, ASGR mencatatkan kenaikan penjualan bersih sebesar 13% YoY menjadi Rp1,604 triliun dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp1,414 triliun. Pertumbuhan pendapatan tersebut terutama karena sebagian pelanggan perseroan beralih ke rental mesin daripada investasi mesin baru, peningkatan penjualan rekondisi dan diperolehnya beberapa proyek baru.

KRAS Kaji Rights Issue 10% Tahun Depan

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menyatakan permintaan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang ditolak akan menganggu proyek-proyek investasi tahun depan. Saat ini perseroan sedang mempertimbangkan alternatif lain untuk memperoleh sumber pendanaan, salah satunya dengan melakukan rights issue sebesar 10% saham perseroan. Dengan adanya rights issue tersebut, maka kepemilikan pemerintah di KRAS akan terdelusi menjadi 70%. Perseroan telah mendapatkan persetujuan DPR mengenai rencana tersebut. Selain itu perseroan juga mempertimbangkan untuk mencari pinjaman bank. KRAS juga berencana melakukan revaluasi aset lagi tahun depan, setelah pada September lalu melakukan revaluasi aset dalam bentuk tanah.

ELSA Investasi Peralatan Senilai Rp422 Miliar

PT Elnusa Tbk (ELSA) mengeluarkan Rp422 miliar untuk investasi peralatan guna menjaga kinerja operasi dan kualitas layanan professional perseroan kepada pelanggan serta mendukung pertumbuhan usaha ke depannya. Strategi ELSA dalam menjaga kinerja agar tetap baik adalah dengan tetap fokus pada bisnis inti perseroan yaitu Drilling & Oilfield Services di mana unit bisnis ini diperkirakan masih tetap mampu bertahan di tengah kondisi industri migas yang lesu dengan rendahnya harga minyak dunia.

Anak Usaha MDRN Kerja Sama Dengan Perusahaan Jepang

PT Modern International Tbk (MDRN) melalui anak usahanya yang bernama PT Fresh Food Indonesia (FFI) menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Jepang, yaitu Warabeya Nichiyo Co.Ltd. Kerja sama yang dilakukan adalah membentuk usaha patungan yang bergerak dalam bidang pembuatan produk makanan dan minuman segar. Usaha patungan ini diberi nama PT Fresh Food Warabeya Indonesia dengan modal ditempatkan sebesar Rp45 miliar. Untuk porsi kepemilikan, anak usaha MDRN memiliki sebesar 65%, sedangkan sisanya dimiliki oleh Warabeya.

TAXI Akan Jual Aset Untuk Kurangi Utang

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) berencana menjual asetnya untuk mengurangi utangnya senilai total Rp1,7 triliun. Tahun depan, perseroan berencana menjual asetnya berupa tanah yang saat ini dimiliki perseroan. Melalui penjualan lahan minimal di atas 15 hektar itu diharapkan posisi keuangan perseroan membaik sehingga terbuka peluang untuk membiayai ekspansi. Selain itu, perseroan juga akan melakukan penagihan pemasukan dari para pengemudi lebih disiplin agar posisi kas perseroan membaik.

BKSL Anggarkan Capex Rp1,4 Triliun

PT Sentul City Tbk (BKSL) menganggarkan belanja modal sebesar Rp1,4 triliun pada tahun 2016. Dana ini akan digunakan untuk pengembangan bisnis properti perusahaan pada tahun depan. Sebesar Rp1,2 triliun dari dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan kawasan superblock CBD Sentul City. Sisanya akan digunakan untuk pembangunan perumahan landed. Sumber pendanaan capex akan didapatkan dari kombinasi antara kas internal dan pinjaman perbankan

 

Stock Pick

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 2685, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 2725.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2755

SMRA

Terlihat kuat pada level support diharga 1445, kemarin SMRA ditutup menguat pada level 1465.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1485

JSMR

Terlihat kuat pada level support diharga 4900, kemarin JSMR ditutup menguat pada level 4940.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4990

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 2725, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 2755.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2785

BSDE

Terlihat kuat pada level support diharga 1620, kemarin BSDE ditutup menguat pada level 1650.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1670

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 12750, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 12925.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13050

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

 

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});