Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 18-Jan-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 18-Jan-2016 )

Senin, 18 Jan 2016 | 08:15 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Jumat 15 Januari 2016 ditutup menguat 0,24% pada level 4523. Sektor konsumer menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net sell Rp833 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu, akibat koreksi harga minyak mentah hingga ditutup di bawah level USD30/barel. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi China dan dunia membuat harga minyak mentah dan saham melemah. Kecemasan akan melimpahnya ekspor minyak dari Iran juga menambah sentimen negatif terhadap harga minyak mentah. Data penjualan ritel AS bulan Desember turun 0,1% dari bulan sebelumnya yang naik 0,4%. Indeks PPI bulan Desember turun 0,2%, lebih rendah dari estimasi yang turun 0,1%. Data industrial production juga lebih rendah dari estimasi, yaitu turun 0,4% dibandingkan estimasi yang turun 0,2%. Indeks Mich Sentiment bulan Januari naik pada level 93,3 dari 92,6. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya CPI, housing starts, building permits, Philadelphia Fed, existing home sales serta leading indicators. Bursa Wall Street akan tutup pada hari Senin karena libur Martin Luther King Jr. Pasar juga menantikan data PDB China. Untuk bursa Indonesia diperkirakan hari ini melemah. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4477 - 4559

News & Analysis

SAME Akan Bangun RS di Cikarang

Manajemen PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) melalui anak usahanya PT Sarana Meditama Anugerah (SMA) yang 99,99% sahamnya dikuasai perseroan telah menandatangani Akta Jual Beli Tanah. Penandatanganan dilakukan pada 14 Januari 2015 kemarin dengan pihak penjual yang tidak terafiliasi. Lokasi tanah yang dibeli terletak di Cikarang dengan nilai transaksi sebesar Rp42.712.500.000. Transaksi pembelian tanah yang dilakukan oleh SMA ini guna melaksanakan kegiatan usaha di bidang kesehatan dan mendukung kegiatan usaha utama guna membangun rumah sakit baru dalam rangka pemenuhan permintaan layanan kesehatan berkualitas.

ELSA Akan Realisasikan Kontrak Rp3 Triliun Tahun Ini

PT Elnusa Tbk (ELSA) menyatakan permulaan tahun 2016 telah dibayangi oleh keberlangsungan industri migas yang semakin bergejolak. Meski demikian perseroan telah memiliki kontrak sebesar Rp5,6 triliun yang akan direalisasikan sebesar Rp3 triliun tahun ini. Perseroan menargetkan total pendapatan tahun 2016 tidak kurang dari Rp3,7 triliun. Perseroan akan tetap melakukan analisa risiko mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

BCIC Targetkan Pertumbuhan Kredit 25-30%

Pada tahun ini PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 25% sampai 30% dengan fokusnya pada Small Medium Enterprise (SME). Untuk sektor kredit di SME itu akan mencakup manufaktur, perdagangan dan konsumer yang porsinya berimbang sekitar 30%. Pada tahun ini, perusahaan juga menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) akan mengimbangi kredit, sedangkan Loan to Funding Ratio (LFR) diperkirakan menjadi 80% sampai 85% dibandingkan dengan tahun lalu sekitar 78%. Selain itu BCIC terus berusaha memitigasi risiko kredit lewat kerja sama dengan PT Asuransi Mitra Maparya. Aksi ini dinilai sebagai antisipasi risiko seiring rencana perusahaan untuk lebih ekspansif pada kreditnya tahun ini.

DILD Targetkan Marketing Sales Rp2,5 Triliun

PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan pendapatan pra penjualan (marketing sales) sekitar Rp500 miliar dari proyek apartemen the Rosebay. The Rosebay dibangun di atas lahan seluas 1 hektar dan merupakan pengembangan dari Graha Famili di Surabaya Barat. Dari landbank 10 hektar di kawasan itu, lahan yang terpakai baru 1%. Perseroan berencana membangun mulai semester II 2016. Pembangunan proyek ini diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun sehingga ditargetkan selesai akhir 2018. DILD menargetkan marketing sales tahun 2016 sebesar Rp2,5 triliun, lebih rendah dari target tahun 2015 sebesar Rp3 triliun.

Pefindo Tetapkan Kembali Peringkat AISA Pada "idA-"

Pefindo menetapkan kembali peringkat PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dan Obligasi I AISA tahun 2013 pada "idA-". Pefindo juga menetapkan kembali peringkat untuk Sukuk Ijarah I AISA tahun 2013 pada 'idA-(sy)'. Untuk prospek peringkat perusahaan masih tetap 'stabil'. Peringkat ini mencerminkan permintaan yang stabil pada bisnis beras, produk-produk yang ditawarkan AISA relatif terdiversifikasi, dan perlindungan arus kas yang moderat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh ekspansi bisnis yang agresif yang didanai dari utang, eksposur terhadap fluktuasi biaya bahan baku, dan kompetisi yang ketat pada industri.

Pefindo Tetapkan Peringkat STTP Pada "idA"

Peringkat PT Siantar Top Tbk (STTP) dan Obligasi Berkelanjutan I/2014 perusahaan kembali ditetapkan pada 'idA' oleh Pefindo. Outlook peringkat untuk Perusahaan yakni 'Stabil'. Peringkat ini mencerminkan posisi Perusahaan yang kuat pada pasar makanan ringan domestik, penawaran produk yang beragam dan diversifikasi penjualan yang baik secara geografis, serta proteksi arus kas yang kuat. Namun, peringkat ini juga dibatasi oleh kompetisi yang ketat pada pasar makanan kemasan, adanya potensi risiko terkait ekspansi bisnis yang dibiayai oleh utang, dan eksposur terhadap fluktuasi biaya bahan baku

Stock Pick

BSDE

Terlihat kuat pada level support diharga 1780, kemarin BSDE ditutup menguat pada level 1810.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1830

PGAS

Terlihat kuat pada level support diharga 2610, kemarin PGAS ditutup menguat pada level 2650.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2680

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 5850, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6100

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 11300, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 11450.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11575

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 9150, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9275.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9375

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 2830, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 2870.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2900

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...