Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 2-Mei-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 2-Mei-2016 )

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 29 April ditutup melemah 0,2% pada level 4838. Sektor property mengalami koreksi terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp385,3 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah akibat laporan keuangan beberapa emiten yang mengecewakan pasar. Selama pekan lalu, indeks juga ditutup melemah. Sedangkan selama bulan April, hanya Nasdaq Composite yang ditutup melemah akibat pelemahan saham Apple yang berlanjut. Menurut konsensus Reuters, rata-rata laba emiten dalam indeks S&P500 diperkirakan turun 5,7% pada kuartal I, membaik dari prediksi sebelumnya yang turun 7,1%. Dari 311 emiten yang telah merilis laporan keuangan, sebesar 57% melaporkan pendapatan yang melebihi estimasi, sedikit di bawah rata-rata yang sebesar 60%. Data personal income bulan Maret naik 0,4% dari bulan sebelumnya 0,1%. Data personal spending tumbuh 0,1%, melemah dari bulan sebelumnya 0,2%. Indeks Michigan Sentiment bulan April turun pada level 89 dari 89,7. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya ISM index, construction spending, auto sales, trade balance, factory orders, ISM service, nonfarm payrolls, serta unemployment rate. Untuk IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4808 - 4888

News & Analysis

LPKR Mengalami Penurunan Laba 26%

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) meraih kenaikan pendapatan bersih sebesar 6,72% YoY menjadi Rp2,54 triliun pada triwulan pertama tahun ini naik dibandingkan pendapatan periode sama di triwulan tahun sebelumnya Rp2,38 triliun. Beban pokok naik menjadi Rp1,43 triliun dari Rp1,25 triliun. Laba bruto turun menjadi Rp1,11 triliun dari Rp1,13 triliun. Laba usaha turun menjadi Rp570,29 miliar dari Rp626,04 miliar. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp483,54 miliar dari Rp596,61 miliar. Laba bersih turun 26% menjadi Rp308,67 miliar dari Rp417,37 miliar. Jumlah aset per Maret 2016 menjadi Rp42,03 miliar dibandingkan jumlah aset per Desember 2015 yang Rp41,32 miliar.

Rugi Bersih CNKO Berkurang Menjadi Rp28,35 Miliar

PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) meraih kenaikan pendapatan usaha sebesar Rp527,86 miliar hingga Maret 2016, meningkat 272% YoY dibandingkan pendapatan usaha di triwulan pertama tahun sebelumnya yang sebesar Rp141,72 miliar. Beban pokok naik menjadi Rp491,02 miliar dari Rp143,62 miliar sehingga laba bruto naik menjadi Rp36,83 miliar dibandingkan rugi bruto triwulan tahun lalu yang sebesar Rp1,90 miliar. Rugi bersih perseroan mencapai Rp28,35 miliar turun dari rugi bersih di triwulan tahun lalu yang sebesar Rp48,28 miliar. Jumlah aset per Maret 2016 mencapai Rp5,76 triliun meningkat dibandingkan jumlah aset per Desember 2015 yang Rp5,67 triliun.

Laba Bersih KLBF Tumbuh 6,5%

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengalami kenaikan penjualan neto sebesar 7,3% YoY menjadi Rp4,55 triliun per Maret 2016 dibandingkan penjualan periode triwulan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,24 triliun. Beban pokok naik menjadi Rp2,35 triliun dari Rp2,14 triliun dan laba bruto naik tipis menjadi Rp2,19 triliun dari Rp2,10 triliun. Laba sebelum pajak naik menjadi Rp752,67 miliar dari Rp700,80 miliar dan laba bersih naik 6,5% menjadi Rp563,24 miliar dari Rp528,66 miliar. Total aset per Maret 2016 mencapai Rp14,43 triliun naik dibandingkan total aset per Desember 2015 yang sebesar Rp13,69 triliun.

Laba Bersih PTPP Tumbuh 4,95%

Laba bersih PT PP (Persero) Tbk (PTPP) tumbuh tipis 4,95% pada kuartal I/2016. PTPP mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar Rp98,16 miliar atau tumbuh 4,95% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp93,53 miliar. Pertumbuhan laba tersebut seiring dengan pertumbuhan pendapatan usaha PTPP yang Rp2,58 triliun atau naik 30,30% dibandingkan dengan kuartal I/2015 senilai Rp1,98 triliun. Beban pokok penjualan naik 25,42% dari Rp1,70 triliun menjadi Rp2,22 triliun pada kuartal I/2016. Beban usaha naik 18,08% menjadi Rp104,67 miliar dari Rp88,64 miliar.

Kuartal I, Produksi TBS LSIP Turun 5,1%

Sepanjang kuartal I/2016, produksi tandan buah segar (TBS) inti PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) turun 5,1%. Produksi TBS inti LSIP pada kuartal I turun 5,1% menjadi 247.267 ton dari sebelumnya 260.600 ton pada periode yang sama 2015. Penurunan produksi disebabkan penurunan produksi dari kebun di Sumatra Selatan dan Kalimantan Timur karena kekeringan. Perseron menyatakan sepanjang kuartal I/2016 LSIP harus menghadapi lingkungan dan kondisi yang menantang, terutama setelah peristiwa El Nino yang terjadi pada 2015. TBS yang diproses juga menurun 8,3% menjadi 359.816 ton dari 392.495 ton pada kuartal I/2015. Sehingga produksi CPO juga menurun 8,6% menjadi 83.415 ton dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 91.228 ton.

TAXI Mengalami Rugi Rp9,83 Miliar

PT Express Transindo Tbk (TAXI) menderita rugi sebesar Rp9,83 miliar per Maret 2016 dibandingkan laba di triwulan tahun sebelumnya Rp20,32 miliar. Pendapatan turun 14,82% menjadi Rp210,48 miliar dibandingkan pendapatan di triwulan tahun sebelumnya Rp247,09 miliar. Beban langsung naik menjadi Rp157,76 miliar dari Rp151,58 miliar. Rugi sebelum pajak diderita Rp14,88 miliar setelah meraih laba sebelum pajak di triwulan tahun sebelumnya yang sebesar Rp27,98 miliar

Stock Pick

BMRI

Support pada level 9500 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada 9650.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 9750

BBRI

Terlihat kuat pada support di level 10200, kemarin saham BBRI ditutup menguat pada level 10350.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10500

ASII

Terlihat kuat pada support di level 6600, kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 6725.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6825

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7000, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7125.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7225

ADHI

Terlihat kuat pada support di level 2620, kemarin saham ADHI ditutup menguat pada level 2675.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2705

ICBP

Support pada level 15100 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ICBP ditutup menguat pada 15275.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 15450

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016