Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 21-Des-2015 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 21-Des-2015 )

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Jumat 18 Desember 2015 ditutup melemah 1,92% pada level 4468. Semua sektor melemah dengan kontribusi pelemahan terbesar pada sektor keuangan. Investor asing net sell Rp309,9 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat kembali ditutup melemah akibat pelemahan harga minyak mentah dan dampak kenaikan suku bunga The Fed terhadap pasar global. Kontrak opsi indeks futures yang jatuh tempo juga memicu fluktuasi indeks. Pasar khawatir dengan suplay minyak yang berlebih ditengah permintaan yang melemah. Menjelang akhir tahun berpotensi terjadi window dressing di Wall Street. Namun reli ini diperkirakan akan berfluktuasi karena adanya kekhawatiran akan koreksi harga minyak mentah. Pergerakan harga minyak mentah sangat berkorelasi positif dengan indeks S&P500 akhir-akhir ini. Risiko berlanjutnya penurunan harga minyak mentah lebih lanjut dikhawatirkan akan mempengaruhi pergerakan indeks. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya GDP Q3 estimasi ke 3, FHFA housing price index, existing home sales, personal income, personal spending, durable orders, Mich Sentiment serta new home sales. IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan potensi terjadinya profit taking karena akhir pekan dan pelemahan indeks global. Kisaran IHSG diperkirakan pada 4430 - 4512

News & Analysis

PTPP Jual Sebagian Saham Prima Multi Terminal

PT PP Tbk (PTPP) telah menjual sebagian saham yang dimilikinya di PT Prima Multi Terminal (PMT) berdasarkan Akta Jual Beli Saham pada 16 Desember 2015. Penjualan dilakukan sebesar 5% dan dijual ke PT Waskita Karya. Adapun nilai transaksi pembelian mencapai Rp9.150.000.000. Alasan penjualan saham tersebut guna mengurangi beban kewajiban tambahan injeksi dana pada pembangunan Terminal Multi Purposes di Kuala Tanjung, Sumut yang dikerjakan oleh PMT.

BACA Terbitkan Obligasi Subordinasi Rp250 Miliar

PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) melakukan penawaran obligasi subordinasi Bank Capital II tahun 2015 dengan jumlah pokok Rp250.000.000.000. Obligasi ini memiliki jangka waktu 7 tahun dengan bunga sebesar 12 persen per tahun. Masa bookbuilding 21-23 Desember 2015 dengan masa penawaran 5-11 Januari 2016 dan pencatatan di BEI 15 Januari 2016. Pefindo memberikan peringkat idBBB-. Penjamin pelaksana emisi efek PT Sinarmas Sekuritas dengan wali amanat PT Bank Mega Tbk. Dana hasil emisi obligasi ini akan digunakan untuk penyaluran kredit perseroan.

Citra Kharisma Beli Saham Baru BKSL

PT Citra Kharisma Komunika, pemegang saham terbesar PT Sentul City Tbk (BKSL) akan mengambil saham dalam rangka Penambahan Modal Tanpa HMETD. Jumlah saham yang diserap oleh Citra adalah seluruhnya yakni 3.139.690.500 lembar senilai Rp235.476.787.500. Pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa HMETD dilakukan pada 29 Desember 2015. Dana yang diraih perseroan ini akan digunakan sebagai modal kerja untuk pengembangan usaha perseroan. BKSL akan menerbitkan 3,4 miliar saham seri D dengan nilai nominal Rp50 dan harga Rp75. BKSL menargetkan akan meraih dana segar senilai Rp235,47 miliar atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan. Rencana ini telah mendapatkan persetujuan dari RUPSLB pada 17 Desember 2015.

BMRI Cairkan Pinjaman USD880 Juta Dari CDB

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyatakan pinjaman dari China Development Bank (CDB) sudah dicairkan dan masuk ke kas perseroan sebanyak USD880 juta atau sekitar Rp12,3 triliun (kurs Rp14.000). Dana pinjaman dari bank asal China tersebut akan digunakan perseroan untuk pendanaan infrastruktur di Indonesia. Dana pinjaman dari CDB kepada BMRI masih akan berlangsung, karena masih ada sisa pinjaman sekitar USD120 juta yang belum diambil. Ada tiga bank BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang memperoleh pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan senilai USD3 miliar.

VOKS Targetkan Penjualan Tumbuh 50%

PT Voksel Electric Tbk (VOKS) menargetkan penjualan pada tahun 2016 senilai Rp2,4 triliun, meningkat 50% dari pendapatan akhir tahun 2015 yang ditargetkan perseroan. Perseroan optimis target tersebut akan tercapai didukung oleh proyek pembangkit listrik 35000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah. Dengan adanya proyek tersebut diharapkan penjualan kabel akan meningkat. Selain itu perseroan juga melakukan ekspansi hingga ke luar negeri dengan target penjualan berkisar 5%-10% dari total penjualan perseroan. Akhir tahun ini, target penjualan perseroan sebesar Rp1,6 triliun.

KAEF Akan Bangun Pabrik Bahan Baku Obat

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan membangun pabrik bahan baku obat yang merupakan kerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan Sungwun Pharmacopia Indonesia. Pembangunan akan mulai dilakukan tahun depan. Diharapkan pada tahun 2019 mendatang impor bahan baku obat dapat turun hingga 50%. Saat ini tiap tahunnya KAEF mengimpor bahan baku obat kurang lebih senilai Rp350 miliar yang berasal dari China dan India. Impor dilakukan dari kedua negara tersebut karena harga yang ditawarkan relatif lebih murah dibandingkan dengan negara lainnya. Investasi pada pabrik ini senilai Rp110 miliar dengan kapasitas produksi 15-30 ton per tahun dengan lokasi di Lippo Cikarang.

Stock Pick

JSMR

Terlihat kuat pada level support diharga 4880, kemarin JSMR ditutup menguat pada level 4940.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4980

BBTN

Terlihat kuat pada level support diharga 1260, kemarin BBTN ditutup menguat pada level 1300.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1315

PGAS

Terlihat kuat pada level support diharga 2680, kemarin PGAS ditutup menguat pada level 2705.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2735

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 6100, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6275.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6400

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 6950, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 7075.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7175

INTP

Terlihat kuat pada level support diharga 20525, kemarin INTP ditutup menguat pada level 21000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 21250

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015