(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 25-April-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 25-April-2016 )

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 22 April ditutup menguat 0,24% pada level 4914. Sektor infrastruktur menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp339,6 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup mix cenderung stagnan. Kenaikan harga minyak mentah mendorong penguatan pada saham sektor energi. Sedangkan koreksi pada saham Microsoft dan Alphabet setelah merilis laporan keuangan yang mengecewakan sehari sebelumnya, mendorong pelemahan pada Nasdaq Composite. Kenaikan harga minyak mentah dipicu oleh indikasi kuatnya konsumsi bensin di AS dan turunnya produksi minyak di seluruh dunia. Sampai saat ini, sebanyak 77% emiten dalam indeks S&P500 melaporkan laba yang melebihi estimasi pada triwulan I/2016. Pada pekan ini pasar akan mencermati hasil pertemuan dua hari The Fed yang dilakukan pada Selasa dan Rabu pekan ini, dimana diperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya. Selain itu data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya new home sales, durable orders, Case-Shiller 20 city index, consumer confidence, pending home sales, GDP Q1, personal income, personal spending, Chicago PMI dan Michigan Sentiment. Untuk IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4860 - 4944

News & Analysis

Q1/2016, Laba Bersih TLKM Tumbuh 20,3%

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencatat adanya pertumbuhan laba bersih di kuartal I tahun ini sebesar 20,3% dibanding dengan laba bersih periode sama tahun lalu. Laba bersih yang dibukukan TLKM pada kuartal I tahun ini mencapai Rp4,59 triliun, sedang di periode sama tahun lalu hanya mencapai Rp3,81 triliun. Tumbuhnya laba perseroan di kuartal I ditopang oleh meningkatnya pendapatan perseroan sebesar 16,6% atau sebesar Rp27,54 triliun dari pendapatan yang dibukukan pada periode sama tahun lalu sebesar Rp23,62 triliun. Laba usaha dan laba sebelum pajak yang dibukukan pada kuartal I tahun ini masing-masing meningkat 28,5% menjadi Rp9,57 triliun dan 27,3% menjadi Rp9,32 triliun.

SMGR Dapat Pinjaman BBNI Rp1 Triliun

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) senilai Rp1 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Fasilitas KMK ini akan digunakan untuk keperluan operasional perusahaan. Dana ini akan digunakan untuk mengoptimalkan skema pendanaan, khususnya sebagai 'bridging loan' dalam rangka mendukung rencana strategis perseroan. Saat ini SMGR sedang menyelesaikan pembangunan dua pabrik semen terintegrasi di Rembang, Jawa Tengah dan Indarung VI Padang Sumatera Barat dengan kapasitas masing-masing 3 juta ton per tahun.

Q1/2016 BAJA Bukukan Laba Rp5,89 Miliar

PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) berhasil mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp 5,89 miliar di triwulan I 2016. Sementara, di periode sama tahun sebelumnya, perusahaan yang bergerak di sektor industri dasar dan kimia, sub sektor metal dan produk terkait ini menderita kerugian mencapai Rp 4,35 miliar. Laba per saham dasar BAJA sebesar Rp 3,27 dari sebelumnya rugi per saham Rp 2,42 di periode sama tahun 2015. Namun, penjualan bersih BAJA pada triwulan I 2016, mengalami penurunan 40% menjadi Rp 192,78 miliar, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 323,5 miliar.

DPR Dorong Pemerintah Buyback PGAS

Sinergi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) dengan PT Pertamina (Persero) dalam pembangunan infrastruktur gas akan makin kuat jika pemerintah membeli kembali (buyback) saham PGAS yang dikuasai publik, menurut DPR. Buyback saham PGAS oleh pemerintah yang dapat melalui Pertamina tujuannya untuk membangun PGAS. Dengan penguasaan penuh Pertamina terhadap PGN, maka Pertamina yang mempunyai anak usaha yang bergerak di sektor yang sama, yakni PT Pertamina Gas (Pertagas) bisa melakukan sinergi. Pemerintah saat ini menguasai 56,96% saham PGAS, sisanya sebesar 43,04% saham dikuasai publik.

DPUM Akan Tambah 20 Kapal Penangkap Ikan

PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) berencana meningkatkan ekspansi dengan menambah 20 kapal penangkapan ikan. DPUM menargetkan 14 kapal bisa beroperasi pada kuartal IV 2016. Sementara itu, sebanyak enam kapal diharapkan beroperasi pada kuartal I 2017. Penambahan kapal penangkapan ikan tahun ini akan menggenapkan jumlah armada kapal tangkap menjadi 19 kapal. Pasalnya, per akhir 2015 jumlah armada pengkapan ikan DPUM mencapai 5 kapal. Perseroan telah memperoleh izin ekspor udang dari U.S Food and Drug Administration. Di samping ekspor udang, perseroan juga berencana memperkuat ekspor ikan ke Malaysia, Thailand, dan China.

WOMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp4,5 Triliun

PT Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk (WOMF) berencana menerbitkan surat utang mencapai Rp 4,5 triliun pada tahun 2016. Hasil penerbitan obligasi tersebut nantinya akan dipakai untuk mendanani pembiayaan Perseroan. Dalam RUPSLB telah disetujui atas rencana Perseroan untuk mengalihkan, melepaskan hak atau menjaminkan sebagian besar atau seluruh aset Perseroan dan persetujuan atas rencana Perseroan untuk penerbitan surat hutang (baik dalam bentuk Obligasi atau Medium Term Notes/MTN) setinggi-tingginya sebesar Rp 4,5 triliun

Stock Pick

BBRI

Support pada level 10750 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBRI ditutup menguat pada 10900.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 11000

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 3650, kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 3685.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3720

BMRI

Terlihat kuat pada support di level 9800, kemarin saham BMRI ditutup menguat pada level 9975.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10075

BBTN

Terlihat kuat pada support di level 1690, kemarin saham BBTN ditutup menguat pada level 1730.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1750

BSDE

Support pada level 1910diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BSDE ditutup menguat pada 1935.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 1955

BBCA

Support pada level 12950 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBCA ditutup menguat pada 13125.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 13250

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7150, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7275.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7400

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});