Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 29-Feb-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 29-Feb-2016 )
Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 26 Februari 2016 ditutup menguat 1,61% pada level 4733. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar, terkait dengan rencana ASII membagikan dividen. Sektor perkebunan menjadi satu-satunya sektor yang melemah. Investor asing net sell senilai Rp152,9 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah. Data pertumbuhan PDB AS triwulan IV, estimasi kedua, tumbuh 1%, lebih baik dibandingkan estimasi sebelumnya 0,7%. Personal income bulan Januari naik 0,5% dari 0,3%. Personal spending meningkat 0,5% dari 0,1%. Indeks Michigan Sentiment bulan Februari naik pada level 91,7 dari 90,7. Pertemuan negara G20 pada Sabtu menyatakan perlu melihat melampaui suku bunga rendah dan fokus pada reformasi struktural. Pada pekan ini perhatian pasar akan tertuju pada data ekonomi sebagai indikator bagaimana kekuatan ekonomi AS serta potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Maret. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya Chicago PMI, pending home sales, construction spending, ISM index, auto sales, ADP Employment change, Fed’s Beige Book, factory orders, ISM services, nonfarm payrolls, unemployment rate dan trade balance. Untuk IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4680 - 4767

News & Analysis

CINT Akan Perkuat Sektor Ritelnya

PT Chitose Internasional Tbk (CINT) mengucurkan investasi Rp30 miliar untuk membangun Flagship Shop bernama Pavillion 14 Surabaya sebagai upaya memperluas pasar, terutama sektor ritel di wilayah Indonesia Timur. Selama ini 90% pasar CINT adalah sektor Business to Business (B2B) dan business-to government (B2G), dan 10% pasar ritel. Rencananya pada November 2016 Pavillion 14 Surabaya sudah dapat beroperasi. Pada tahun 2016 juga perseroan akan membangun Flagship Shop di Jakarta dan Bandung untuk memperkuat pasar di Indonesia bagian barat. CINT tengah menyelesaikan pembangunan pabrik furnitur kedua di Cimahi Jawa Barat.

UNTR Berencana Meninggalkan Sektor Pertambangan

PT United Tractors Tbk (UNTR) memutuskan untuk mulai meninggalkan sektor pertambangan karena harga komoditas yang terus berada di level rendah. Perseroan akan fokus pada sektor konstruksi dan infrastruktur. Lini bisnis alat berat dan pertambangan milik PT Astra International Tbk. (ASII) itu justru akan meninggalkan sektor tambang. Dari penjualan alat berat, perseroan memangkas proyeksi penjualan 5,6% menjadi 2.000 unit pada tahun ini dari realisasi sebelumnya 2.100 unit. Belanja modal yang dialokasikan juga stagnan sebesar USD150 juta-USD200 juta.

PLIN Akan Buyback 6% Saham

PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) menyiapkan dana sebesar Rp702,9 miliar untukbuybackatau pembelian saham kembali. Jumlah saham yang akan dibeli kembali paling banyak 213.000.000 lembar atau 6% dari jumlah modal disetor dan ditempatkan. Setelahbuyback,kinerja laba per saham diestimasi mencapai Rp81,58, naik dibandingkan dengan sebelumbuybacksebesar Rp76,69. Pembelian kembali saham akan dilakukan mulai 26 Februari 2016 hingga 25 Mei 2016. Pembelian ini akan dilakukan baik di pasar reguler maupun di pasar negosiasi. PLIN akan membatasi pembelian saham kembali maksimal Rp3.300 per lembar saham.

KIJA Targetkan Marketing Sales Rp1,4 Triliun

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) optimistis bisnis properti dan kawasan industri tahun ini akan lebih bagus. Perseroan menargetkan pra penjualan ataumarketing sales1,4 triliun. Target ini tumbuh 40% dibanding pencapaian tahun lalu, senilai Rp 1 triliun. Proyek di kawasan industri Jababeka Cikarang masih menjadi andalanmarketing sales tahun ini. Dari Cikarang, perseroan menargetkan Rp 1,15 triliun. KIJA menargetkan sekitar separuh targetmarketing salesdipenuhi dari penjualan proyek residensial di Cikarang. Separuh sisanya merupakan kontribusi penjualan lahan industri.

HERO Mencatatkan Rugi Rp144 Miliar

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengalami kerugian sepanjang tahun 2015 sebesar Rp 144 miliar. Kerugian tersebut terjadi akibat meningkatnya beban yang harus ditanggung perseroan dan adanya rugi dari penghentian operasi gerai-gerai toko ritel yang dimiliki perseroan. Perseroan mencetak rugi tahun berjalan sebesar Rp 144,07 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan masih membukukan laba bersih Rp 43,7 miliar. Pendapatan HERO masih mengalami pertumbuhan 12,4% menjadi Rp 14,3 triliun. Namun, beban usaha perseroan naik 11,6%yoy menjadi Rp 3,57 triliun.

MERK Perluas Pabrik Untuk Lebarkan Jangkauan Pasar

PT Merck Indonesia Tbk (MERK) tengah mengembangkan pabrik dalam rangka untuk melebarkan jangkauan penjualannya. Selama ini, MERK merupakanhubpenjualan untuk penjualan di kawasan Asia Tenggara. MERK juga menggarap pasar Yunani dan Panama. Segera setelah perluasan pabrik tersebut selesai, jangkauan pasar MERK akan lebih luas lagi, mencakup Afrika, Timur Tengah dan Rusia. Proses perluasan pabrik dimulai sejak 2015. MERK menargetkan, perluasan pabrik ini dapat selesai pada 2017. MERK menganggarkan belanja modal sekitar € 20 juta hingga € 25 juta, atau sekitar Rp 296 miliar hingga Rp 370 miliar, untuk ekspansi pabrik

Stock Pick

BMRI

Support pada level 9375 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9475.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9575

TLKM

Terlihat kuat pada level support pada harga 3280, TLKM pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 3310.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 3340

ASII

Terlihat kuat pada support di level 6700, kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 6800.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6900

BBTN

Support pada level 1640 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBTN ditutup menguat pada level 1670.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1690

BBCA

Terlihat kuat pada support di level 13200, kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level 13350.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13500

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 6750, kemarin INDF ditutup menguat pada level 6825.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6900

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 10700, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 10850.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10975

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?