(Senin, 30-Mei-2016 ) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

(Senin, 30-Mei-2016 ) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Market Hari ini

 

 

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 27 Mei 2016 ditutup menguat 0,63% pada level 4814. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp362,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat, setelah Janet Yellen menyatakan suku bunga akan naik dalam beberapa bulan mendatang. Yellen menyatakan bahwa ekonomi AS sudah cukup kuat untuk menghadapi kenaikan suku bunga The Fed. Hal tersebut semakin meningkatkan ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Juni atau Juli mendatang. Data GDP AS Q1 tumbuh melambat 0,8%, namun lebih baik dibandingkan estimasi sebelumnya 0,5%. Indeks Michigan Sentiment bulan Mei turun pada level 94,7 dari 95,8. Volume perdagangan di Wall Street cenderung sepi menjelang libur akhir pekan yang panjang karena Wall Street akan libur Memorial Day pada hari Senin. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya personal income, personal spending, Case-Shiller 20 city index, Chicago PMI, consumer confidence, construction spending, ISM index, auto sales, Fed’s Beige Book, ADP Employment, nonfarm payrolls, unemployment rate, trade balance, factory orders dan ISM service. Untuk IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG diperkirakan bergerak dikisaran level 4765 - 4877

 

 

News & Analysis

 

KIJA Targetkan Penjualan Lahan Akan Meningkat Semester II/2016

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mengestimasi transaksi penjualan lahan akan marak pada semester kedua tahun ini. Saat ini, perseroan tengah menjajaki penjualan lahan dengan sejumlah investor. Hingga kuartal I/2016 kinerja penjualan lahan perseroan masih lesu, sama dengan tren yang terjadi di industri. Permintaan lahan sepanjang tahun lalu terbilang lemah sehingga berdampak pada tren penjualan di awal tahun ini. Colliers Intenational mencatat, per kuartal I/2016, penjualan lahan industri mencapai 19,39 hektare, tumbuh 11,75% dibandingkan dengan posisi kuartal IV/2015. Namun, penjualan turun 76,4% bila dibandingkan dengan posisi kuartal I/2015 sebesar 82,18 hektare. Tahun ini KIJA itu menargetkan penjualan lahan senilai Rp1,4 triliun. Jumlah ini disumbang dari penjualan lahan di Cikarang sebanyak Rp1,15 triliun dan Rp250 miliar dari penjualan di Kendal.

 

Pefindo Tegaskan Peringkat idAA Untuk PNBN

Pefindo menegaskan peringkat idAA untuk PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) berikut obligasi Panin Bank yang masih beredar. Pefindo juga menegaskan peringkat idAA- untuk obligasi subordinasi Panin Bank yang masih beredar. Prospek untuk peringkat bank adalah stabil. Pada saat sama, Pefindo memberikan peringkat idAA untuk rencana emisi penawaran umum berkelanjutan obligasi II perusahaan senilai Rp10 triliun dan memberikan peringkat idA+ untuk rencana emisi penawaran umum berkelanjutan subordinasi II maksimal Rp2,5 triliun. Obligasi subordinasi yang diajukan ini diberikan dua peringkat lebih rendah dari peringkat perusahaan untuk mengakomodasi risiko surat utang tersebut yang dapat dihapusbukukan jika non-viability event terjadi.

 

Per April, Penjualan BTON Turun 19,4%

PT Beton Jaya Manunggal Tbk (BTON) meraih penjualan sebesar Rp21,76 miliar hingga April 2016 dengan beban pokok penjualan mencapai Rp22,36 miliar membuat rugi kotor diderita Rp595 juta. Rugi usaha tercatat Rp7,99 miliar dan bagian laba entitas asosiasi diraih Rp137 juta membuat rugi sebelum pajak menjadi Rp7,88 miliar. Manfaat pajak diraih Rp1,85 miliar membuat rugi bersih menjadi Rp6,00 miliar. Perseroan menyebutkan penjualan April 2016 yang sebesar Rp21,76 miliar turun 19,4% dari penjualan periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp27 miliar. Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan rata-rata harga besi beton turun sebesar 14,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

SAME Akan Bangun Rumah Sakit di Balikpapan

RUPST PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp7 per saham atau sebesar 15% dari laba bersih tahun buku 2015. Sebagian dari perolehan laba bersih 2015 operator OMNI Hospitals ini akan diinvestasikan pada pembangunan rumah sakit di Balikpapan, Kalimantan Timur. Investasi untuk rumah sakit di Balikpapan sebesar USD30 juta dengan kapasitas 250 tempat tidur. Sebesar 70% untuk investasi, sebesar USD30 juta tersebut akan diperoleh dari pinjaman perbankan. Sedangkan, sisanya akan dipenuhi dari kas internal.

 

ANJT Akan Operasikan Pabrik Sagu di Papua Barat

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) pada tahun ini akan mengoperasikan pabrik pengolahan sagu di Papua Barat. Pabrik tersebut dikelola salah satu anak usahanya, PT ANJ Agri Papua (Anjap). Tenggat waktu operasional ini mundur dari target awal Mei 2016. Penyebabnya, pembangkit listrik biomassa berkapasitas 3 megawatt (MW) yang berada di sekitar lokasi pabrik di Kabupaten Sorong Selatan itu belum selesai. Saat ini, pembangkit listrik tersebut sudah dalam tahap percobaan, sehingga belum bisa dimaksimalkan.

 

SPMA Targetkan Penjualan Naik 31%

PT Suparma Tbk (SPMA) tahun ini memproyeksikan nilai penjualan sebesar Rp2,1 triliun atau naik dibanding realisasi penjualan tahun lalu sebesar Rp1,6 triliun atau naik 31,25%. Total laba yang ditargetkan perseroan mencapai Rp58 miliar. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan terus meningkatkan kualitas produk

 

 

Stock Pick

 

ADHI

Support pada level 2520 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ADHI ditutup menguat pada 2560.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 2580

 

INDF

Terlihat kuat pada support di level 6975, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7075.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7175

 

ASII

Terlihat kuat pada support di level 6575, kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 6700.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6800

 

BMRI

Support pada level 8950 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada 9050.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 9150

 

WIKA

Terlihat kuat pada support di level 2410, kemarin saham WIKA ditutup menguat pada level 2440.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2465

 

BSDE

Terlihat kuat pada support di level 1800, kemarin saham BSDE ditutup menguat pada level 1815.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1835

 

 

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

 

 

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

 

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016