(Senin, 30-Nov-2015) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

(Senin, 30-Nov-2015) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Senin, 30 Nov 2015 | 08:10 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 27 November 2015 ditutup melemah 0,79% pada level 4560. Sektor keuangan dan industri dasar mengalami pelemahan terbesar. Investor asing net buy Rp229,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup variatif dengan kecenderungan stagnan, ditengah perdagangan yang relatif sepi karena perdagangan ditutup lebih awal sehari setelah libur Thanksgiving. Investor juga cenderung was-was menantikan data awal musim belanja liburan di AS pada Black Friday. Belanja musim liburan di AS pada bulan November dan Desember yang dimulai pada Thanksgiving biasanya menyumbangkan sekitar 20%-40% bagi total penjualan tahunan peritel. Pada pekan ini pasar akan kembali aktif dengan mencermati data ekonomi AS penting yang akan banyak dirilis. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya Chicago PMI, pending home sales, construction spending, ISM index, auto sales, ADP Employment change, Fed’s Beige Book, factory orders, ISM services, nonfarm payrolls, unemployment rate serta trade balance. Selain itu pasar juga akan mencermati pertemuan ECB untuk melihat kebijakan moneter apa yang akan ditempuh ECB. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4496 – 4620

 

News & Analysis

ACES Telah Buyback 32,75 Juta Lembar Saham

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menyampaikan hingga saat ini telah berhasil menyelesaikan proses pembelian kembali (buyback) sahamnya. Bulan November ini merupakan batas akhir dari proses buyback saham seperti yang telah disampaikan sebelumnya. Selama periode bulan November 2015, perseroan telah melakukan buyback saham lagi sebanyak 2.097.600 lembar saham. Sehingga jumlah keseluruhan saham yang telah berhasil dibeli kembali (buyback) oleh perseroan hingga saat ini tercatat sebanyak 32.751.900 lembar saham. Total keseluruhan dana yang telah direalisasikan untuk seluruh proses pembelian kembali saham ini yakni sebesar Rp19,49 miliar. ACES saat ini masih memiliki sisa dana sebesar Rp14,88 miliar dari total dana yang dianggarkan untuk pembelian kembali (buyback) ini sebesar Rp34,37 miliar.

DEWA Anggarkan Capex USD80-150 Juta

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menganggarkan belanja modal sekitar USD80 juta hingga USD150 juta pada tahun 2016. Dana tersebut dipersiapkan untuk mendukung bisnis perusahaan (perusahaan jasa pertambangan terintegrasi) di beberapa proyek yang sudah ada maupun tambahan peluang proyek baru. Mayoritas dananya akan dialokasikan untuk kebutuhan peralatan guna mendukung bisnis perusahaan. Sejauh ini, perseroan melihat adanya peluang tambahan proyek baru dari PT Arutmin Indonesia. Tambahan proyek ini yaitu untuk operasi produksi di site Satui dan Mulia yang dalam 2 tahun terakhir terhenti operasinya. Potensi proyek ini diharapkan mulai dapat dikelola perseroan pada kuartal II tahun 2016.

SMSM Dapat Dividen Dari Anak Usaha Rp22,75 Miliar

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) kembali melaporkan telah mendapatkan pembayaran dividen dari salah satu anak usahanya. PT Panata Jaya Mandiri memberikan dividen interim tunai ke-2 tahun buku 2015. Adapun nilai dividen yang diterima sebesar Rp22.750.000.000. PT Panata Jaya Mandiri adalah anak perusahaan perseroan dengan kepemilikan 70 persen.

BRNA Tetapkan Harga Saham Baru Rp630/saham

PT Berlina Tbk (BRNA) menetapkan harga pelaksanaan dalam penerbitan saham baru lewat Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHEMTD) sebesar Rp630 per saham. Perseroan akan menerbitkan sebanyak 69.000.000 saham dengan harga nominal Rp50 yang telah disetujui oleh RUPS Luar Biasa pada 23 Oktober lalu. Sehingga nilai dana yang bisa diraih perseroan mencapai Rp43.470.000.000. Pelaksanaan PMHMETD dilakukan pada 4 Desember 2015 dan pencatatan saham baru hasil PMTHMETD pada 7 Desember 2015. Dana hasil pengeluaran saham baru ini akan digunakan seluruhnya setelah dikurangi biaya-biaya untuk modal kerja perseroan.

AUTO Alokasikan Capex Hingga Rp2 Triliun

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp1,5 hingga Rp2 triliun di 2016. Dana ini akan digunakan perseroan untuk kapabilitas dan automisasi. Dana capex yang tidak digunakan untuk peningkatan kapasitas, dikarenakan peningkatan kapasitas sudah dilakukan perseroan di tahun-tahun sebelumnya. Maka dari itu, peningkatan kapabilitas dan automisasi akan ditingkatkan di tahun depannya. Dana capex di 2016, porsi kas internal masih paling utama. Sedangkan pinjaman perbankan hanya sebagai pelengkap dalam menjalankan bisnis di tahun depan.

Per Oktober, Volume Penjualan AALI Turun 21,5% YoY

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sampai dengan Oktober 2015 memproduksi CPO sebesar 1,44 juta ton. Produksi ini sedikit turun jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencapai 1,46 juta ton. Volume penjualan CPO AALI mencapai 885.351 ton, atau turun 21,5% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Penurunan ini karena sebagian produksi CPO AALI dialihkan menjadi olein, yang berdampak pada volume penjualan olein meningkat 101,1% mencapai 332.516 ton. Harga jual rata-rata CPO AALI turun 14,8% dari Rp8.396/kg menjadi Rp7.151/kg

 

Stock Pick

PGAS

Terlihat kuat pada level support diharga 2900, kemarin PGAS ditutup menguat pada level 2945.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2975

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 6150, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6225.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6300

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 11150, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 11300.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11450

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 8850, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 8975.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9075

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 13000, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13250

BBTN

Terlihat kuat pada level support diharga 1255, kemarin BBTN ditutup menguat pada level 1285.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1300

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 3180, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 3220.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3250

 

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

 

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...