Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 9-Mei-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 9-Mei-2016 )

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 04 Mei 2016 ditutup menguat 0,21% pada level 4822. Sektor konsumer mengalami kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp366 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup menguat setelah sebelumnya sempat bergerak melemah, setelah dirilisnya data tenaga kerja AS bulan April. Data nonfarm payrolls bulan April mencatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 160 ribu orang, lebih rendah dari bulan sebelumnya 208 ribu orang dan dari estimasi 207 ribu orang. Tingkat pengangguran tetap pada level 5%. Awalnya data tersebut mengecewakan pasar, namun di sisi lain data tenaga kerja yang di bawah estimasi tersebut menimbulkan ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga dengan cepat. Selain itu, rata-rata upah pekerja per jam dan mingguan mengalami kenaikan. Hal tersebut diartikan oleh pasar bahwa ekonomi AS masih kuat namun belum akan membuat The Fed menaikkan suku bunganya segera. The Fed diperkirakan baru akan menaikkan suku bunga pada September. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya wholesale inventories, PPI, retail sales, business inventories dan Mich Sentiment. Untuk IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4770 - 4877

News & Analysis

PJAA Hentikan Reklamasi Pulau J dan K

Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) telah menghentikan sementara segala kegiatan pembangunan di dua pulau reklamasi yakni J dan K sejak moratorium diumumkan pemerintah pada 18 April 2016. Pembangunan di pulau J dan K baru sampai tahap pembuatan tanggul, belum sampai proses pengerukan dan penimbunan pasir seperti yang sudah dilakukan di beberapa pulau lain. Proses (pembangunan) tanggul sudah selesai sejak tahun 2015, dan pada tahun 2016 sebenarnya perseroan berencana melanjutkan lagi. Pulau J dan K yang masing – masing memiliki luas 316 hektar dan 32 hektar itu akan dikembangkan menjadi taman rekreasi internasional sekelas Universal Studio di Singapura.

BABP Targetkan Raih Dana Rp500 Miliar Tahun Ini

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) berencana melakukan pelepasan saham baru pada tahun 2016. Hal itu akan dilakukan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau melalui Employee Stock Option Plan (ESOP). Perseroan mengharapkan bisa meraih dana hingga Rp 500 miliar. Rencana rights issue tersebut akan dilaksanakan pada akhir kuartal III atau awal kuartal IV 2016. Dengan rights issue tersebut akan menambah Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio permodalan di level 18% – 19%. BABP menargetkan laba bersih tahun 2016 sebesar Rp30 miliar, atau naik dibandingkan laba bersih tahun 2015 yang sebesar Rp8,2 miliar. Perseroan menargetkan kredit pada tahun 2016 sebesar Rp9 triliun, atau tumbuh sebesar 26,76% dibanding realisasi kredit pada tahun 2015 sebesar Rp7,1 triliun.

PGAS Bangun Jaringan Gas di Tarakan Rp225 Miliar

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) membangun jaringan pipa gas bumi untuk 21.000 sambungan rumah tangga di Tarakan, Kalimantan Utara, senilai Rp225 miliar. Pembangunan jaringan gas tersebut merupakan penugasan pemerintah melalui Kementerian ESDM. Sambungan gas rumah tangga itu mencakup Kelurahan Kampung 1 Skip, Kelurahan Gunung Lingkas, Kelurahan Karang Anyar, Kelurahan Pamusian, dan Kelurahan Selumit. Saat ini, sudah terdapat 3.366 rumah tangga di Tarakan yang memanfaatkan energi baik gas bumi PGAS.

KREN dan RANC Masuk Bisnis e-Commerce

PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) dan PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) melalui anak-anak usahanya akan berkolaborasi dalam bisnis e-commerce melalui perusahaan patungan PT Supra Kreatif Mandiri (SKM). SKM akan mengembangkan KeSupermarket.com sebuah situs belanja online yang menyediakan barang kebutuhan sehari-hari yang diperkuat dengan layanan antar barang yang prima. Perseroan melihat pasar e-commerce di Indonesia, terutama daily groceries, sangat besar dan terus bertumbuh secara pesat. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya pertumbuhan pengguna internet dan smart phone serta evolusi dari perilaku konsumen di tanah air.

SONA Masuk Bisnis Restauran

PT Sona Topas Tourism Tbk (SONA) telah membeli saham PT Ema Inti Mitra (EMA) pada 2 Mei 2016 lalu melalui anak usahanya PT Karya prima Unggulan (KPU). Nilai pembelian sebesar Rp350.000.000 yang dibeli dari salah satu anggota Komisaris KPU sendiri. Nilai transaksi pembelian saham tidak material karena tidak melebihi 0,5% dari modal disetor SONA per 31 Desember 2015. Selain itu, KPU juga menambah modal disetor Rp1.400.000.000 di EMA. Adapun tujuan dari penambahan modal ini adalah untuk melakukan investasi di bidang restauran.

APOL Bukukan Laba Rp188 Miliar

PT Arpeni Pratama Oceanline Tbk (APOL) mengalami penurunan pendapatan jasa sebesar 72,5% YoY menjadi Rp108,71 miliar per Maret 2016 dibandingkan pendapatan jasa periode sama tahun sebelumnya Rp187,55 miliar. Laba sebelum pajak diraih Rp188,57 miliar dari rugi sebelum pajak Rp117,48 miliar. Laba bersih diraih Rp188,07 miliar dari rugi Rp115,40 miliar

Stock Pick

WSKT

Terlihat kuat pada support di level 2510, kemarin saham WSKT ditutup menguat pada level 2550.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2580

BBCA

Support pada level 12900 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBCA ditutup menguat pada 13100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 13250

BBNI

Terlihat kuat pada support di level 4580, kemarin saham BBNI ditutup menguat pada level 4620.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4680

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7050, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7200.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7275

ICBP

Support pada level 15100 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ICBP ditutup menguat pada 15350.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 15450

BBTN

Support pada level 1800 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBTN ditutup menguat pada 1830.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 1850

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?