(09/11/15) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

(09/11/15) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Senin, 9 Nov 2015 | 09:15 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 06 November 2015 ditutup melemah 0,23% pada level 4566. Sektor industri dasar mengalami pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp53,9 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup mix. Data nonfarm payrolls yang lebih baik dari estimasi membuat potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Desember mendatang semakin besar. Data nonfarm payrolls bulan Oktober menunjukkan kenaikan jumlah tenaga kerja yang diserap lebih banyak dari yang diperkirakan, yaitu sebesar 271 ribu dari 137 ribu. Data ini yang terbaik sejak Desember 2014. Sebelumnya diestimasikan yang diserap sebanyak 181 ribu. Tingkat pengangguran turun pada level 5% dari bulan sebelumnya 5,1%. Tingkat pengangguran berada pada level terendah sejak April 2008. Pada pekan ini, pasar akan mencermati sektor konsumer seiring dengan akan dirilisnya data penjualan ritel dan laporan keuangan saham sektor ritel. Data tenaga kerja yang membaik diperkirakan akan berdampak positif terhadap peritel. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya wholesale inventories, PPI, retail sales, Mich Sentiment dan business inventories. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4496 – 4622

News & Analysis

Rugi ISAT Turun Menjadi Rp1,12 Triliun

PT Indosat Tbk (ISAT) meraih pendapatan sebesar Rp19,58 triliun per September 2015 tumbuh 10,5% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp17,72 triliun. Beban meningkat menjadi Rp17,69 triliun dari Rp17,22 triliun dan laba operasi tumbuh menjadi Rp1,88 triliun dibandingkan laba operasi tahun sebelumnya yang Rp491,3 miliar. Beban lain-lain naik menjadi Rp3,54 triliun terutama karena rugi kurs sebesar Rp1,88 triliun dibandingkan beban lain-lain tahun sebelumnya Rp1,78 triliun. Rugi yang didistribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp1,12 triliun dari rugi tahun sebelumnya Rp1,33 triliun.

ARNA Telah Buyback 1,67 Juta Saham

PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) sepanjang bulan Oktober 2015 kembali melakukan buyback sahamnya senilai total Rp465,61 juta. Saham-saham yang telah dibuyback oleh perseroan sebanyak 986.500 lembar. Sehingga total saham yang telah berhasil dibeli kembali dalam waktu dua bulan yaitu sebanyak 1.678.800 lembar saham. Buyback saham ini menurut rencana akan dilakukan oleh perseroan sampai dengan tanggal 25 November 2015 mendatang.

KRAS Tambah Modal Anak Usaha Rp41,2 Miliar

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menambah modal anak usahanya PT Krakatau Engineering senilai Rp41,2 miliar. Anak usaha ini membutuhkan tambahan modal ditempatkan dan disetor penuh agar memiliki fleksibilitas untuk memperoleh pendanaan baik dari pihak perbankan atau lembaga keuangan lain untuk membiayai proyek-proyeknya. Peningkatan penyertaan saham KRAS kepada anak usahanya ini juga untuk menambah ekuitas dan menurunkan DER, memperbaiki pembukuan dan jaminan pinjaman, serta meningkatkan kemampuan untuk pembiayaan proyek-proyek yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan.

Pabrik SMBR IIDiharapkan Beroperasi 2017

PT Semen Baturaja (persero) Tbk (SMBR) memproyeksikan pembangunan pabrik Baturaja II dapat beroperasi pada semester I 2017. Kapasitas pabrik ini diperkirakan sebanyak 1,850 juta ton per tahun. Dengan adanya tambahan dari pabrik Baturaja II tersebut, maka total kapasitas perseroan dalam dua tahun mendatang menjadi 3,850 juta ton. Investasi pembangunan pabrik mencapai Rp3,324 triliun, di mana dananya berasal dari IPO, internal, serta pinjaman perbankan. Volume penjualan SMBR per September 2015 meningkat 27% menjadi 1,087 juta ton dari 853,089 ribu ton. Namun harga rata-rata penjualannya turun 9,9% menjadi Rp949.716 per ton dari Rp957.513 per ton.

Laba Bersih BOLT Turun 35%

PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mengalami penurunan laba pada triwulan III 2015 sebesar 35,19% YoY menjadi Rp66,09 miliar atau Rp28,21 per saham dibandingkan periode sama tahun 2014 yang sebesar Rp101,97 miliar atau Rp43,52 per saham. Penurunan laba BOLT ini disebabkan oleh kerugian kurs dan penurunan penjualan perseroan. Rugi kurs yang diderita perseroan sebesar Rp20,78 miliar, sedangkan pada Q3 2014 perseroan membukukan keuntungan kurs sebesar Rp4,63 miliar. Penjualan perseroan menurun 13,48% menjadi Rp630,55 miliar dari periode sama tahun 2014 yang sebesar Rp728,82 miliar. Penjualan perseroan terdiri dari komponen kendaraan bermotor dengan penjualan lokal yang memberikan kontribusi paling besar.

BKSL Mencatatkan Rugi Rp125 Miliar

PT Sentul City Tbk (BKSL) mencatatkan kerugian bersih pada triwulan III 2015 sebesar Rp125,52 miliar atau Rp4 per saham. Pada periode sama tahun 2014 lalu perseroan masih membukukan laba bersih sebesar Rp14,42 miliar atau Rp0,46 per lembar. Turunnya kinerja BKSL ini terutama disebabkan oleh kerugian kurs dan penurunan pendapatan. BKSL mengalami rugi kurs sebesar Rp69,44 miliar, memburuk dari Rp0,86 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan turun 16,13% YoY menjadi Rp398,18 miliar dari Rp474,78 miliar

Stock Pick

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 8900, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 8975.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9075

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 6450, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6600.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6700

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 2620, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 2650.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2680

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 5700, kemarin INDF ditutup menguat pada level 5850.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5950

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 13400, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13550.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13700

SMRA

Terlihat kuat pada level support diharga 1420, kemarin SMRA ditutup menguat pada level 1440.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1460

JSMR

Terlihat kuat pada level support diharga 5050, kemarin JSMR ditutup menguat pada level 5175.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5275

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...