Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin,23-Mei-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin,23-Mei-2016 )

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 20 Mei 2016 ditutup menguat 0,16% pada level 4711. Sektor aneka industri mengalami kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp114,9 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat. Penguatan terutama didukung oleh kenaikan pada saham sektor teknologi karena perkiraan laba emiten yang lebih baik. Sebelumnya pada pekan lalu indeks bergerak fluktuatif karena kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed lebih cepat dari perkiraan. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juni menjadi 30%, meningkat dari probabilitas sebelumnya yang hanya 15%. Sementara itu data existing home sales bulan April meningkat menjadi 5,45 juta dari 5,36 juta, lebih tinggi dari ekspektasi yang sebesar 5,4 juta unit. Pada pekan ini pasar kembali akan mencermati data ekonomi untuk mencari indikasi apakah The Fed akan menaikkan suku bunganya pada pertemuan Juni mendatang. Semakin banyak data yang lebih baik, akan semakin besar potensi kenaikan bunga. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya new home sales, FHFA housing price index, durable orders, pending home sales, GDP Q1 second estimate, Michigan Sentiment. Untuk IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG diperkirakan bergerak dikisaran level 4653 - 4766

News & Analysis

Anak Usaha SMGR Akan Tingkatkan Ekspor

PT Semen Tonasa, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), akan meningkatkan penjualan ekspor pada tahun ini. Adapun pasar potensial yang ditargetkan antara lain Filipina, Timor Leste, dan Australia. Di Dili, Timor Leste meningkat permintaannya. Sementara ekspor ke Filipina karena kekurangan semen. Perseroan tengah meningkatkan ekspor karena pasar dalam negeri melemah dan kelebihan kapasitas. Semen Tonasa akan melakukan ekspor perdana ke Filipina pada Juni 2016 sebanyak 4.100 ton. Pasar Australia juga semakin terbuka setelah pemerintah negeri itu melarang pembangunan pabrik semen. Padahal, permintaan di negara tersebut terus tumbuh.

Pefindo Tegaskan Peringkat ISAT Pada idAAA

Pefindo telah menegaskan peringkat idAAA terhadap obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2015 seri A PT Indosat senilai Rp554 miliar. Selain itu juga menegaskan peringkat idAAA(sy) untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I tahap II tahun 2015 seri A senilai Rp55 miliar yang akan jatuh tempo 14 Juni 2016. ISAT akan dapat membayar obligasi tersebut menggunakan dana internalnya. Pada akhir Maret 2016, perusahaan memiliki saldo kas dan setara kas sebesar Rp2,6 triliun. Pada 31 Maret 2016, 65% saham ISAT dimiliki Ooredoo Asia Pte Ltd, pemerintah Indonesia 14,3% dan publik 20,7%.

Marketing Sales GPRA Capai Rp150 Miliar Per Kuartal I

PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) meraih pendapatan prapenjualan sebanyak Rp150 miliar per kuartal I/2016. Jumlah tersebut setara 25% dari total target prapenjualan sepanjang tahun ini sebanyak Rp600 miliar. Perseroan sudah membukukan sebesar Rp74 miliar. Untuk meningkatkan penjualan, perseroan akan meluncurkan beberapa proyek baru dan gencar melakukan promosi untuk proyek-proyek yang sudah ada. Perseroan akan merilis klaster baru di Bukit Cimanggu City, Bogor. GPRA akan melepas 100 unit dengan harga di bawah Rp1 miliar. Di samping itu, perseroan juga tengah gencar memasarkan proyek apartemen Bellevue di MT Haryono dan apartemen Bhuvana di Ciawi. GPRA akan bagikan dividen Rp5 per saham.

Anak Usaha CTRP Dapat Pinjaman Rp1,4 Triliun

PT Ciputra Property Tbk (CTRP) memberikan jaminan untuk PT Sananeka Indahpanar (SNIP) yang merupakan anak usaha perseroan dengan kepemilikan 99,84%. Pemberian jaminan ini sehubungan dengan transaksi pinjaman yang diraih SNIP dari beberapa bank yakni PT Bank ICBC Indonesia, Bank Maybank Indonesia dan Bank CIMB Niaga Tbk. Pinjaman ini berupa PT I sejumlah Rp950.000.000.000 untuk pembiayaan konstruksi Ciputra World 2 termasuk pelunasan pinjaman fasilitas kredit investasi dari Bank BNI. Selain itu juga perjanjian PT II sejumlah Rp450.000.000.000 untuk pembiayaan konstruksi Ciputra World 2 Jakarta.

DSSA Dapat Kredit Dari BMRI Rp3,6 Triliun

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mendapatkan kredit dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp3,6 triliun. Pinjaman itu didapatkan melalui anak usaha perseroan PT SKS Listrik Kalimantan (SLK). Fasilitas kredit investasi ini dengan plafon USD265,7 juta dan bank garansi Rp45 miliar untuk mendukung pelaksanaan proyek. Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin antara lain dengan fidusia mesin, dan peralatan SLK, serta fidusia tagihan SLK.

SMBR Dapat Pinjaman Sindikasi Rp1,5 Triliun.

PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mendapatkan pinjaman sindikasi dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan Bank Sumsel Babel. Total pinjaman sindikasi mencapai Rp1,5 triliun yang terdiri dari kredit investasi Rp1,3 triliun dan kredit investasi Interset During Construction Rp200 miliar dengan jangka waktu 108 bulan. Bunga pinjaman mencapai 9,45% per tahun. BBNI akan mengucurkan pinjaman Rp1,4 triliun. Sedangkan Bank Sumsel mengucurkan pinjaman senilai Rp100 miliar

Stock Pick

ASII

Support pada level 6200 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ASII ditutup menguat pada 6350.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 6450

BBNI

Terlihat kuat pada support di level 4320, kemarin saham BBNI ditutup menguat pada level 4380.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4430

WSKT

Terlihat kuat pada support di level 2440, kemarin saham WSKT ditutup menguat pada level 2470.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2495

BBCA

Terlihat kuat pada support di level 12850, kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level 13025.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13175

AKRA

Terlihat kuat pada support di level 6050, kemarin saham AKRA ditutup menguat pada level 6150.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6200

PTPP

Terlihat kuat pada support di level 3330, kemarin saham PTPP ditutup menguat pada level 3410.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3450

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016