Waterfront Securities Indonesia : Technical Update (Senin, 14-Mar-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Technical Update (Senin, 14-Mar-2016 )

Senin, 14 Mar 2016 | 08:05 | Cincin Suryanto

Good Evening

Market Minggu ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada hari Jumat 11 Maret 2016 secara mingguan ditutup sideways to low pada level 4813.73 mengalami pelemahan sebanyak - 0.77% dari penutupan minggu lalu. Apabila diperhatikan dari penutupan harian, Jumat ini ditutup dengan penguatan sebanyak + 20.58 poin dari penutupan hari sebelumnya yang melemah. Penutupan minggu kedua bulan Maret tahun 2016 ini bergerak sideways to low dimana diawal perdagangan IHSG dibuka di level 4860.21 bergerak diawali dengan pergerakan penguatan dari penutupan pekan sebelumnya namun setelah itu di penutupan hari pertama justru ditutup melemah, pelemahan dilanjut pada hari kedua hingga hari ketiga, dan baru pada penutupan pekan ini kembali menguat setelah di hari ketiga terlihat rebound tipis dari level support nya. Pekan ini perdagangan hanya berjalan 4 hari dan pergerakan selama empat hari lebih berkutat pada level gap yang terbentuk di pekan lalu yaitukisaran 4781 - 4808. Pada hari pertama sempat membentuk level tertinggi baru sepanjang tahun 2016 yaitu di level 4870.28, melewati tipis level level tertinggi sebelumnya di 4868.25 (dicapai pada tanggal 03 Maret 2016). Level terendah yang dicapai IHSG terjadi dihari ketiga, berada pada level gap dan kemudian di hari keempat penutupan pekan) terlihat menjauhi level support 4781 dan kemudian menguat hingga penutupan, dimana level tertinggi pada pekan ini dicapai pada hari pertama dan membentuk level tertinggi sepanjang tahun 2016. Pekan depan diperkirakan IHSG akan menguat moderat disertai koreksi tipis, dengan level support terdekat berada di level 4781 dan memperhatikan gap yang terlihat. Level koreksi wajar dengan maksimum terbawah berada di level 4760. Indeks bergerak pada indikator bollinger band menandakan koreksi masih dapat terjadi. Apabla level gap tidak dilewati maka melihat posisi oversold akan terjadi kembali dan IHSG akan terkoreksi tipis dimana penguatan jangka panjang akan dihiasi dengan koreksi wajar dan membentuk pola penguatan yang tidak terlalu cepat secara mid-term apabila ingin menguat

Serupa dengan Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat, dipicu oleh data tenaga kerja yang meredakan kecemasan investor akan potensi perlambatan ekonomi akibat kenaikan suku bunga The Fed dan perlambatan ekonomi global. Membaiknya data ekonomi AS akhir-akhir ini menghilangkan kecemasan bahwa ekonomi AS dapat masuk ke dalam resesi akibat kenaikan suku bunga The Fed dan dampak perlambatan ekonomi China. Menurut konsensus Reuters, diperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini. Keadaan pasar cenderung stagnan setelah ECB menurunkan suku bunganya menjadi 0% namun ECB juga mengecewakan investor yang mengharapkan akan adanya pemangkasan suku bunga secara berulang kali karena Mario Draghi, Presiden ECB, menyatakan diperkirakan tidak akan ada lagi penurunan suku bunga. Sebelumnya indeks menguat tajam setelah ECB menurunkan suku bunga simpanan hingga level negatif dan meningkatkan program pembelian asetnya dari 60 miliar euro menjadi 80 miliar euro dalam rangka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. ECB menyatakan penurunan suku bunga lagi ke depannya hanya akan terjadi pada situasi tertentu. Di lain pihak, suku bunga rendah di Eropa akan berdampak negatif terhadap perbankan AS dan ekspor karena adanya devaluasi euro lebih lanjut di pasar. Kenaikan di Wallstreet sejenak lebih karena reli pada saham sektor energi dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah. Beberapa data ekonomi AS yang membaik akhir-akhir ini dan stabilnya harga komoditas menjadi sentimen positif di Wall Street, di saat earning season sudah hampir berakhir dan sedikit data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini. Kenaikan harga minyak mentah dipicu oleh Ekuador yang menyatakan akan melakukan pertemuan dengan para produsen minyak dari Amerika Latin untuk membahas konsensus harga minyak mentah. Sedangkan OPEC membahas harga keseimbangan baru untuk minyak mentah pada level sekitar USD50 per barel. Kondisi secara teknikal untuk minyak mentah dan komoditas juga memicu pembelian. Menambah faktor positif untuk pergerakan harga minyak mentah, data industri menunjukkan cadangan minyak di AS meningkat lebih rendah dari perkiraan. Pelemahan dipicu oleh koreksinya saham sektor energi akibat turunnya harga minyak mentah dan melemahnya data perdagangan China membuat pasar khawatir bahwa perlambatan ekonomi global lebih parah dari perkiraan sebelumnya. Ekspor China di Februari mengalami penurunan terbesar dalam enam tahun terakhir. Impor China mengalami penurunan dalam 16 bulan berturut-turut, yang menjadi sentimen negatif bagi harga komoditas karena kekhawatiran akan melemahnya permintaan dari China. Goldman Sachs menyatakan harga minyak akan tetap rendah pada tahun ini karena belum seimbangnya antara suplay dan permintaan. Data nonfarm payrolls bulan Februari menunjukkan kenaikan penyerapan tenaga kerja sebanyak 242 ribu, lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya 172 ribu dan dari estimasi 190 ribu. Tingkat pengangguran tetap pada level 4,9%. Namun rendahnya upah membuat potensi inflasi masih rendah, sehingga berkurang kekhawatiran akan kenaikan suku bunga. Data initial claims AS turun lebih banyak dari perkiraan, pada level terendah sejak bulan Oktober, yang mengindikasikan pasar tenaga kerja yang berlanjut menguat

Kembali ke Indonesia, IHSG pekan ini bergerak sideways to low dimana diawal perdagangan IHSG dibuka di level 4860.21 bergerak diawali dengan pergerakan penguatan dari penutupan pekan sebelumnya namun setelah itu di penutupan hari pertama justru ditutup melemah, pelemahan dilanjut pada hari kedua hingga hari ketiga, dan baru pada penutupan pekan ini kembali menguat setelah di hari ketiga terlihat rebound tipis dari level support nya. Pekan ini perdagangan hanya berjalan 4 hari dan pergerakan selama empat hari lebih berkutat pada level gap yang terbentuk di pekan lalu yaitukisaran 4781 - 4808. Pada hari pertama sempat membentuk level tertinggi baru sepanjang tahun 2016 yaitu di level 4870.28, melewati tipis level level tertinggi sebelumnya di 4868.25 (dicapai pada tanggal 03 Maret 2016). Level terendah yang dicapai IHSG terjadi dihari ketiga, berada pada level gap dan kemudian di hari keempat penutupan pekan) terlihat menjauhi level support 4781 dan kemudian menguat hingga penutupan, dimana level tertinggi pada pekan ini dicapai pada hari pertama dan membentuk level tertinggi sepanjang tahun 2016. Pekan depan diperkirakan IHSG akan menguat moderat disertai koreksi tipis, dengan level support terdekat berada di level 4781 dan memperhatikan gap yang terlihat. Level koreksi wajar dengan maksimum terbawah berada di level 4760. Indeks bergerak pada indikator bollinger band menandakan koreksi masih dapat terjadi. Apabla level gap tidak dilewati maka melihat posisi oversold akan terjadi kembali dan IHSG akan terkoreksi tipis dimana penguatan jangka panjang akan dihiasi dengan koreksi wajar dan membentuk pola penguatan yang tidak terlalu cepat secara mid-term apabila ingin menguat. Level tertinggi yang dicapai IHSG pada pekan ini terbentuk pada hari pertama yaitu level 4780.28, namun hanya berlangsung sesaat, segera setelah itu ditutup melemah pada pentutupan hari pertama dan kemudian berlanjut melemah. Level Bollinger tengah berada pada level 4759.28, mengindikasikan bahwa level bollinger tersebut harus dijauhi jika indeks ingin kembali menguat untuk pekan depan. Level resisten terdekat pekan ini di 4841, dan untuk pekan depan apabila IHSG menguat, indeks akan mencoba melewati level resisten tersebut dihiasi dengan koreksi tipis. Level terendah yang dicapai pekan ini adalah level 4761.60 terbentuk di hari ketiga dan juga merupakan level tolakan hingga hari terakhir penutupan IHSG. Penguatan indeks dapat terjadi jika melewati level bollinger tengah dan mendekati level MA 100 di 4550.75, dimana level MA 200 IHSG berada pada level 4647.17 dan indeks bergerak menguat disertai dengan volume beli. Level bollinger tengah berada di level 4759.28, level MA 100 dan level MA 200 akan menjadi tolak ukur penguatan indeks untuk pekan depan. Secara teknikal jika level MA 100 tidak berhasil terlewati maka akan terkoreksi kembali dan juga jika penguatan tidak diikuti dengan volume. Secara teknikal mid - term, IHSG mengindikasikan pola rebound dan akan terjadi koreksi jika level bollinger tengah tidak terlewati. Level Fibbonacci Retracement 50 % berada di pada level 4848.73, Level Fibbonacci Retracement 38.2% berada di pada level 4595.91. Level support terdekat IHSG pekan depan di level 4776, level bollinger bawah berada pada level 4636.23. Perdagangan berlangsung ramai namun secara fraksi masih terdapat kendala karena perubahan fraksi justru mendorong perubahan pola pergerakan di harga offer dan bid. Namun secara keseluruhan IHSG diperkirakan cukup menguat pergerakan nya tergantung volume. IHSG pekan ini bergerak diatas level MA 100 dan mendekati level bollinger atas, dan jika IHSG tidak bergerak melewati level bollinger maka level MA 100 akan menjadi level yang akan diraih saat terkoreksi. Pergerakan pekan depan juga sangat tergantung pada volume beli dan jual asing pada pekan depan. Oleh karena itu direkomendasikan untuk melakukan beli pada saham-saham bluechip dengan memperhatikan level support masing-masing saham penggerak Indeks

Selama satu pekan ini asing melakukan net sell sebesar - 27M, dimana pekan sebelumnya terjadi net buy sebesar + 2.2 T. Total selama bulan pertama tahun 2016 ini menjadi + 2.36 T. Pada tahun 2015 total net sell mencapai - 27.53 T, sementara tahun 2014 total net buy mencapai + 38.40 T, tahun 2013 total net sell mencapai - 20.60 T. Sepekan kemarin terjadi pembelian oleh asing pada sektor perbankan, perkebunan, batubara, serta konstruksi, sementara penjualan oleh asing lebih ke sektor semen, utility, konsumer serta properti. Selain sektor-sektor saham tersebut, terjadi beberapa transaksi net buy asing dilakukan di pasar nego seperti saham TLKM + 38M, MIKA + 35M, KLBF +33M, JRPT +27M, BMRI + 21M, serta nett sell disaham-saham HMSP - 70M, ASII - 51M, BBRI - 27M, ICBP - 25M, BSDE - 22M seiring pergerakan IHSG masih bergerak dibawah pada level MA 100 dan 200 nya. Seperti telah diprediksi sebelumnya, indeks pada penutupan pekan ini akan menguat jika tidak berhasil melewati level support nya. Melihat penutupan hari ini maka untuk pekan depan pergerakan indeks akan mencoba menuju level bolingger tengah pada level 4759.28 dimana level tersebut berubah apabila besok indeks kembali rebound. Untuk pekan depan support line berada pada level (4740]. Level support indeks dapat diperhatikan pada kisaran level 4749.75 - 4761.38. Apabila terjadi pelemahan yang cukup signifikan pada pekan depan disertai dengan volume, maka rekomendasikan untuk collective buy pada saham-saham bluechip yang dalam keadaan oversold secara teknikal. Selama sepekan kedepan diperkirakan terjadi pergerakan pembentukan pola secara teknikal dan kemudian apabila telah mencapai level support maka akan terjadi penguatan kembaili didukung saham - saham yang masih terjadi pembelian asing yaitu saham semen serta komoditi, perbankan, dan konsumer serta saham-saham second liner emiten dapat diperhatikan untuk dijadikan pilihan

Detail : 

IHSG.PDF

Friday, 11th March 2016.PDF

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower Floor 15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221- 2506355 ext. 1003

Fax : 6221- 2506322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016


MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...