(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Waterfront : Technical Chart - Jum'at, 22-April-2016

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront : Technical Chart - Jum'at, 22-April-2016

Market Minggu ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada hari Jumat 22 April 2016 secara mingguan ditutup menguat pada level 4914.74 mengalami penguatan sebanyak + 1.89% dari penutupan minggu lalu. Apabila diperhatikan dari penutupan harian, Jumat ini ditutup dengan penguatan sebanyak + 1.89 poin dari penutupan hari sebelumnya yang melemah. Penutupan minggu ketiga bulan April tahun 2016 ini bergerak menguat dimana diawal perdagangan IHSG dibuka di level 4812.25 bergerak melemah hingga level support di level 4800.48 lalu pada penutupan harian justru menguat meninggalkan level support nya tersebut (yang juga menjadi level terendah IHSG pekan ini), dan kemudian pada hari kedua terlihat rebound perlahan hingga hari ketiga, keempat hingga pada penutupan pekan menguat level 4917.59 (level tertinggi yang diraih IHSG pekan ini), lalu pada penutupan pekan ditutup di level 4914.74. Di hari kelima sempat menguat namun hanya mencapai level 4917.59, berhasil melewati level tertinggi sepanjang tahun 2016 di level 4908.25 (yang terbentuk di tanggal 18 Maret), dan memperlihatkan volume yang signifikan selama satu minggu dengan pembentukan level tertinggi baru sepanjang tahun 2016. Secara total pergerakan dan bentukan chart, IHSG pekan ini bergerak tidak jauh dari penutupan pekan sebelumnya dengan kenaikan dan penurunan yang stabil. Pekan depan diperkirakan IHSG akan menguat moderat disertai koreksi tipis, dengan level support terdekat berada di level 4800 dan memperhatikan gap yang terlihat. Level koreksi wajar dengan maksimum terbawah berada di level 4766. Indeks bergerak pada indikator bollinger band menandakan koreksi masih dapat terjadi. Apabla level gap tidak dilewati maka melihat posisi oversold akan terjadi kembali dan IHSG akan terkoreksi tipis dimana penguatan jangka panjang akan dihiasi dengan koreksi wajar dan membentuk pola penguatan yang tidak terlalu cepat secara mid-term apabila ingin menguat

Serupa dengan indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat dipicu oleh laporan keuangan beberapa emiten yang memicu optimisme akan earning seasons pada pekan ini. Harga minyak mentah kembali stabil setelah sehari sebelumnya mengalami koreksi signifikan akibat pertemuan para produsen minyak di Doha pada hari Minggu gagal mencapai kesepakatan untuk membatasi produksi minyak. Rebound harga minyak akhir-akhir ini disertai dengan indikasi ekonomi AS membaik perlahan dan ekspektasi The Fed tidak akan tergesa-gesa menaikkan suku bunga pada tahun ini, telah mendorong indeks Dow Jones pada teritori positif pada tahun ini. Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones mencapai level 18.000 untuk pertama kalinya sejak 21 Juli 2015. Namun pasar juga masih mencermati earning season triwulan I ini dimana menurut konsensus Reuters rata-rata laba emiten dalam indeks S&P500 diperkirakan turun 7,7%, yang terutama dikontribusikan oleh penurunan laba saham sektor energy. Data cadangan minyak AS pada pekan lalu bertambah sebesar 2,08 juta barel, lebih rendah dari kenaikan pekan sebelumnya yang sebesar 6,63 juta barel. Data tersebut membantu kenaikan harga minyak mentah disaat mogok pekerja Kuwait telah berakhir dan Rusia membantah berita yang menyebutkan Rusia akan melakukan pembicaraan dengan negara produsen minyak lainnya untuk mengurangi produksi. 

Beberapa laporan keuangan emiten yang lebih baik dari estimasi mendorong kenaikan harga beberapa saham yang turut mendorong kenaikan indeks.  

Sementara itu data existing home sales AS untuk bulan Maret meningkat jadi 5,33 juta unit dari bulan sebelumnya 5,07 juta unit, yang mengindikasikan pemulihan di pasar perumahan tetap berlangsung. Penguatan juga didorong oleh reli pada saham sektor energi serta laporan keuangan Johnson & Johnson yang lebih baik dari estimasi. Kenaikan harga saham sektor energi dipicu oleh penguatan harga minyak mentah yang disebabkan oleh aksi mogok pekerja minyak di Kuwait yang membuat berkurangnya produksi minyak mentah dari OPEC. Saat ini indeks S&P500 diperdagangkan pada PE estimasi sebesar 17,8x, yang menurut data Reuters merupakan level tertinggi sejak 2014. Koreksi sesaat di bursa Wall Street terjadi akibat laporan keuangan beberapa emiten yang variatif. 

Harga minyak mentah sedikit terkoreksi namun masih berada pada level tertinggi dalam lima bulan terakhir, setelah International Energy Agency menyatakan akan terjadi penurunan terbesar dalam 25 tahun produksi minyak pada negara non OPEC tahun 2016 ini. Setelah penutupan bursa, Alphabet dan Microsoft merilis laporan keuangan yang di bawah estimasi pasar. Dari saham-saham indeks S&P500 yang telah merilis laporan keuangan, sebanyak 77% melaporkan laba yang melebihi estimasi, lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 63%. Sementara itu data housing starts bulan Maret turun menjadi 1,09 juta dari bulan sebelumnya 1,19 juta. Building permits untuk bulan yang sama juga turun menjadi 1,08 juta dari 1,17 juta. Sementara itu data NAHB housing market index tetap pada level 58 di bulan April. Data initial claims pekan lalu menunjukkan klaim pengangguran turun menjadi 247 ribu dari 253 ribu pada pekan sebelumnya, lebih rendah dari estimasi 263 ribu. Indeks Philadelphia Fed bulan April turun pada level 1,6 , bulan sebelumnya 12,4, serta lebih rendah dari estimasi yang sebesar 9,9. Indeks leading indicators bulan Maret naik 0,2%, setelah bulan sebelumnya turun 0,1%. Data industrial production bulan Maret turun 0,6% setelah bulan sebelumnya juga turun 0,6%. Indeks Mich Sentiment bulan April turun pada level 89,7 dari 92

Kembali ke Indonesia, IHSG pekan ini bergerak menguat dimana diawal perdagangan IHSG dibuka di level 4812.25 bergerak melemah hingga level support di level 4800.48 lalu pada penutupan harian justru menguat meninggalkan level support nya tersebut (yang juga menjadi level terendah IHSG pekan ini), dan kemudian pada hari kedua terlihat rebound perlahan hingga hari ketiga, keempat hingga pada penutupan pekan menguat level 4917.59 (level tertinggi yang diraih IHSG pekan ini), lalu pada penutupan pekan ditutup di level 4914.74. Di hari kelima sempat menguat namun hanya mencapai level 4917.59, berhasil melewati level tertinggi sepanjang tahun 2016 di level 4908.25 (yang terbentuk di tanggal 18 Maret), dan memperlihatkan volume yang signifikan selama satu minggu dengan pembentukan level tertinggi baru sepanjang tahun 2016. Secara total pergerakan dan bentukan chart, IHSG pekan ini bergerak tidak jauh dari penutupan pekan sebelumnya dengan kenaikan dan penurunan yang stabil. Pekan depan diperkirakan IHSG akan menguat moderat disertai koreksi tipis, dengan level support terdekat berada di level 4800 dan memperhatikan gap yang terlihat. Level koreksi wajar dengan maksimum terbawah berada di level 4766. Indeks bergerak pada indikator bollinger band menandakan koreksi masih dapat terjadi. Apabla level gap tidak dilewati maka melihat posisi oversold akan terjadi kembali dan IHSG akan terkoreksi tipis dimana penguatan jangka panjang akan dihiasi dengan koreksi wajar dan membentuk pola penguatan yang tidak terlalu cepat secara mid-term apabila ingin menguat. Level tertinggi yang dicapai IHSG pada pekan ini terbentuk pada hari kelima yaitu level 4917.59 (yang juga menjadi level tertinggi sepanjang tahun 2016), namun hanya berlangsung sesaat, segera setelah itu ditutup melemah tipis pada penutupan harian ditutup di 4914. Level Bollinger tengah berada pada level 4840.64, mengindikasikan bahwa level bollinger tersebut harus dijauhi jika indeks ingin kembali menguat untuk pekan depan. Level resisten terdekat pekan ini di 4940, dan untuk pekan depan apabila IHSG menguat, indeks akan mencoba melewati level resisten tersebut dihiasi dengan koreksi tipis. Level terendah yang dicapai pekan ini adalah level 4800.48 terbentuk di hari pertama dan juga merupakan level tolakan hingga hari terakhir penutupan IHSG. Penguatan indeks dapat terjadi jika melewati level bollinger tengah dan mendekati level MA 100 di 4676, dimana level MA 200 IHSG berada pada level 4614.14 dan indeks bergerak menguat disertai dengan volume beli. Level bollinger tengah berada di level 4840.64, level MA 100 dan level MA 200 akan menjadi tolak ukur penguatan indeks untuk pekan depan. Secara teknikal jika level MA 100 tidak berhasil terlewati maka akan terkoreksi kembali dan juga jika penguatan tidak diikuti dengan volume. Secara teknikal mid - term, IHSG mengindikasikan pola rebound dan akan terjadi koreksi jika level bollinger tengah tidak terlewati. Level Fibbonacci Retracement 50 % berada di pada level 4767.74, Level Fibbonacci Retracement 38.2% berada di pada level 4595.91. Level support terdekat IHSG pekan depan di level 4800, level bollinger bawah berada pada level 4773.81. Perdagangan berlangsung ramai namun secara fraksi masih terdapat kendala karena perubahan fraksi justru mendorong perubahan pola pergerakan di harga offer dan bid. Namun secara keseluruhan IHSG diperkirakan cukup menguat pergerakan nya tergantung volume. IHSG pekan ini bergerak diatas level MA 100 dan mendekati level bollinger atas, dan jika IHSG tidak bergerak melewati level bollinger maka level MA 100 akan menjadi level yang akan diraih saat terkoreksi. Pergerakan pekan depan juga sangat tergantung pada volume beli dan jual asing pada pekan depan. Oleh karena itu direkomendasikan untuk melakukan beli pada saham-saham bluechip dengan memperhatikan level support masing-masing saham penggerak Indeks

Selama satu pekan ini asing melakukan net buy sebesar + 1.41 T, dimana pekan sebelumnya terjadi net sell sebesar - 526 M. Total selama bulan pertama tahun 2016 ini menjadi + 5.16 T. Pada tahun 2015 total net sell mencapai - 27.53 T, sementara tahun 2014 total net buy mencapai + 38.40 T, tahun 2013 total net sell mencapai - 20.60 T. Sepekan kemarin terjadi pembelian oleh asing pada sektor perbankan, perkebunan, batubara, serta konstruksi, sementara penjualan oleh asing lebih ke sektor semen, utility, konsumer serta properti. Selain sektor-sektor saham tersebut, terjadi beberapa transaksi net buy asing dilakukan di pasar nego seperti saham LPKR + 366M, BBNI + 342M, TLKM +50M, GGRM + 50M, MAPI + 18M, serta nett sell disaham-saham HMSP - 112M, MYOR - 75M, PGAS - 51M, KPIG - 46M, SSMS - 43M seiring pergerakan IHSG masih bergerak dibawah pada level MA 100 dan 200 nya. Seperti telah diprediksi sebelumnya, indeks pada penutupan pekan ini akan menguat jika tidak berhasil melewati level support nya. Melihat penutupan hari ini maka untuk pekan depan pergerakan indeks akan mencoba menuju level bolingger tengah pada level 4840.64 dimana level tersebut berubah apabila besok indeks kembali rebound. Untuk pekan depan support line berada pada level (4676]. Level support indeks dapat diperhatikan pada kisaran level 4843.63 - 4884.84. Apabila terjadi pelemahan yang cukup signifikan pada pekan depan disertai dengan volume, maka rekomendasikan untuk collective buy pada saham-saham bluechip yang dalam keadaan oversold secara teknikal. Selama sepekan kedepan diperkirakan terjadi pergerakan pembentukan pola secara teknikal dan kemudian apabila telah mencapai level support maka akan terjadi penguatan kembaili didukung saham - saham yang masih terjadi pembelian asing yaitu saham semen serta komoditi, perbankan, dan konsumer serta saham-saham second liner emiten dapat diperhatikan untuk dijadikan pilihan

Chart : Click Here to Open / Download

Stock Pick : Click Here to Open / Download

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower Floor 15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221- 2506355 ext. 1003

Fax : 6221- 2506322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});