Waze Catat Lalin di DKI Jakarta Turun 72 Persen Selama Ramadan
Ilustrasi penggunaan aplikasi berbasis komunitas, Waze. (Foto: The Jakarta Post)

Waze Catat Lalin di DKI Jakarta Turun 72 Persen Selama Ramadan

Senin, 15 Jun 2020 | 15:50 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Berbagai tindakan preventif terus dilakukan pemerintah agar pandemi virus corona tidak terus menyebar luas. Terlebih, momentum Ramadan yang sudah kita jalani seiring dengan anjuran pemerintah terkait sistem Work From Home (WFH).

Mengutip Selular.id, Senin (15/6), rupanya sistem WFH tersebut mampu menekan angka kemacetan di DKI Jakarta yang notabene menjadi pusat bisnis sehingga mengharuskan para pekerja yang berada di pinggiran Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi untuk melakukan rutinitasnya.

Selain WFH, seperti yang diimbau pemerintah untuk mengadakan semua kegiatan perayaan di rumah, Ramadan tahun ini pun sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat tidak dapat menikmati buka puasa bersama dengan orang-orang terkasih, larangan ibadah berjamaah di masjid, dan bahkan banyak orang yang harus membatalkan rencana perjalanan mereka karena kebijakan pembatasan mudik oleh pemerintah.

Aplikasi berbasis komunitas,Waze mencatat tren lalu lintas di empat kota di Indonesia selama Ramadan, yaitu Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan, dan Tangerang. Dengan berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) sejak awal diberlakukannya, rata-rata kilometer yang ditempuh di DKI Jakarta turun sebesar 72%, yang menunjukkan penurunan paling banyak dibandingkan dengan kota-kota lain, diikuti oleh Tangerang 70%, Bekasi 60% dan terakhir, Tangerang Selatan 55%.

Dengan adanya kebijakan pembatasan mudik dan arahan untuk melakukan salat Ied di rumah, Hari Raya tahun ini, yang jatuh pada tanggal 24 Mei, tetap memiliki keunikannya dalam hal lalu lintas.

Bila dibandingkan dengan rata-rata harian global Februari untuk periode dua minggu (11 Februari – 25 Februari 2020), rata-rata kilometer harian yang dikemudikan di Bekasi turun 76%, tertinggi dibandingkan yang lain. Jakarta berada di peringkat kedua dengan 72%, diikuti oleh Tangerang Selatan dan Tangerang dengan penurunan masing-masing 53% dan 38%.

Marlin R. Siahaan, Country Manager Waze Indonesia, mengatakan, Ramadan 2020 merupakan pengalaman yang tidak biasa bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Namun, perubahan yang terjadi selama bulan suci tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari risiko penularan virus.

Lebih lanjut Marlin menegaskan, Waze berkomitmen untuk mendukung upaya bantuan COVID-19 dalam melayani orang-orang di seluruh dunia selama masa-masa sulit ini. Contohnya, COVID-19 landing page yang diluncurkan pada bulan April lalu.

“Pemerintah di seluruh dunia secara aktif didorong untuk berkontribusi data tentang lokasi pengujian medis dan pusat-pusat distribusi makanan darurat melalui inisiatif ini, sehingga para pengemudi dapat memiliki akses langsung ke berbagai sumber yang ada di tempat-tempat tersebut,” kata Marlin R. Siahaan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...