Wejangan Ridwan Kamil untuk Generasi Muda

Wejangan Ridwan Kamil untuk Generasi Muda

Rabu, 8 Jun 2016 | 07:05 | Rusmanto
WinNetNews.com - Generasi muda menjadi roda penggerak pembangunan negeri. Gairah muda dan ide-ide kreatif saling berlomba menciptakan sesuatu yang unik dan berbeda. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang akrab disapa Kang Emil berbagi pengalaman dan kinerjanya membangun Kota Bandung.

Tak ketinggalan, wejangan khusus untuk generasi muda turut dibahas. Di hadapan ratusan hadirin Emtek Goes to Campus 2016 di IPB, Bogor, Jawa Barat pada 3-4 Juni kemarin, Kang Emil membawakan materi talkshow dengan memukau.

Kerja Keras

Di era kepemimpinannya, Bandung bertransformasi apik, rapi, dan cantik. Sebagai pemimpin berjiwa muda, ia juga menggandeng generasi muda Bandung untuk membangun kota Bandung.

Kang Emil menceritakan dirinya berasal dari kalangan keluarga biasa. Demi mengubah nasib kehidupan yang lebih baik, ia rajin bekerja. Kerja keras yang dilakoni membuka matanya terhadap dunia luar. Dunia yang maju.

Asalkan ada niat kerja keras, siapa pun kamu, baik dari kalangan biasa-biasa saja mampu mencapai keberhasilan. Bukan tanpa sebab, keberhasilan yang dicapai akan mengubah nasib.

"Mari kita ubah nasib. Yang pintar bisa jadi kaya. Begitu juga dengan jomblo. Jomblo juga nasib. Jadi bisa diubah...," ujarnya.

Pilih Gagasan Kreatif

Sebagai pemimpin, kamu harus berani ambil risiko. Inovasi perlu dilakukan agar terus diperbarui dan dilengkapi. Gagal atau berhasil inovasi, tidak menjadikanmu mundur dan takut untuk mengambil keputusan.

Kang Emil mengatakan, jadi pemimpin bukan bos yang hanya menyuruh karyawannya saja. Seorang pemimpin harus memperlihatkan dirinya itu setara dengan orang yang dipimpinnya.

"Saya memperlihatkan tidak ada bedanya dengan (orang-orang) yang dipimpin. Contohnya, kaki saya berlari ke dua arah. Di luar negeri, saya mewakili Indonesia. Lalu pulang ke Bandung, saya sepedaan, ngobrol soal Bandung dengan warga dan anak-anak muda," katanya.

 

Perubahan Harus Dijemput

Salah satu wejangan fenomenal dari Kang Emil, yakni perubahan itu harus dijemput. Kalau kamu menginginkan perubahan, maka jemput dan bekerja keraslah agar perubahan yang diharapkan tercapai. Hindari menunggu tanpa berbuat apa-apa, perubahan tidak akan datang.

Misal, kemampuan bahasa Inggris perlu ditingkatkan. Ia mengutarakan, diplomasi yang dilakukan dengan berbagai pemimpin dunia seringkali memakai bahasa Inggris. Meskipun jago berbahasa Inggris, ia mengingatkan generasi kini tetap setia pada bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Kerjasama

Demi membangun kemajuan bersama dibutuhkan kerja sama yang kuat dan solid. Gagasan dan ide tidak hanya berupa angan-angan dan diucapkan di mulut saja, kerja sama untuk merealisasikan gagasan dan ide. Kota Bandung kaya dinamika, pro aktif dan ide kontras.

Kang Emil menuturkan Konferensi Asia Afrika (KAA) dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan dari warga Bandung. Tanpa dukungan warga, KAA tidak dapat berjalan baik. Hal ini sebagai bukti kolaborasi membangun Bandung.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...