WHO Santuy Tanggapi Kecaman Trump
Foto: Wall Street Journal

WHO Santuy Tanggapi Kecaman Trump

Kamis, 9 Apr 2020 | 10:22 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia merespon kecaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump perihal menarik semua pendanaan terhadap lembaga yang mengurusi kesehatan dunia itu lantaran gagal mengatasi virus corona yang menginfeksi ratusan negara ini.

WHO yang dinilai Trump China-sentris terkesan seperti cemburu. Dampaknya, WHO terancam dipangkas anggaran kelembagaan kesehatan dunia tersebut.

Melansir CNBCIndonesia, alih-alih membalas, Sekretaris Jenderal (Sekjen) WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus malah berterima kasih atas apa yang sudah diberikan AS. Termasuk kemurahan hati negara tersebut memberikan pendanaan selama pandemi ini berlangsung.

"Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada AS atas dukungannya selama ini," kata Ghebreyesus dalam sebuah briefing virtual dihadapan wartawan, sebagaimana dikutip AFP.

"AS akan terus melanjutkan kepeduliannya," tegasnya lagi tanpa menghiraukan ancaman Trump terutama terkait pendanaan.

Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge juga menambahkan komentar Ghebreyesus. Menurutnya ancaman pemangkasan pendanaan tak sesuai dengan semangat memerangi corona.

"Kita masih dalam fase 'akut' pandemi, sehingga sekarang bukan saatnya untuk mengurangi pendanaan," ujarnya di kesempatan yang sama.

Dalam anggaran AS, Kongres telah memberi otorisasi dana senilai US$ 122 juta untuk WHO, di tahun fiskal 2020. Di 2021, Trump hanya mengusulkan US$ 58 juta untuk lembaga itu.

Sebelumnya Trump dua kali menumpahkan kekesalannya pada WHO. Salah satunya di akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

"WHO benar-benar gagal," tulisnya, Rabu (7/4) malam waktu setempat.

"Untuk beberapa alasan, (WHO) dibiayai sangat besar oleh Amerika Serikat, tapi sangat China-sentris. Saya akan memperhatikan ini. Untungnya, saya menolak saran mereka untuk membuka batas kami dengan China. Mengapa mereka memberi rekomendasi yang fatal seperti itu?."

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...