Widyawati: Tak Ada Yang Peluk dan Cium Saat Jam 12 Malam

Ade Kurniawan
Ade Kurniawan

Widyawati: Tak Ada Yang Peluk dan Cium Saat Jam 12 Malam
WinNetNews.com - Sejak kepergian suami tercinta, Sophan Sophiaan, Widyawati merasa banyak momentum yang hilang. Pasalnya, setiap hari kelahirannya, suaminya pasti memberikan ucapan selamat serta memeluk dan menciumnya.

"Dulu pas bangun tidur atau setiap jam 12 malam pasti ada yang cium saya, ada yang peluk saya, kali ini enggak ada," kata Widyawati saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Moment tersebut menjadi moment terindah, ia selalu ingat dan kenangan indah itu selalu terbayang dalam benak dan pikirannya.

"Tapi saya jalani saja semuanya. Awal-awal satu tahun, dua tahun, setiap saya ulang tahun pasti saya nangis. Karena terasa sekali, sama seperti Lebaran di mana kami bisa sama-sama shalat Id tapi sekarang sudah enggak ada beliau," kata Widyawati.

Untuk melepas kerinduan terhadap almahrum, Widyawati mencoba berziarah.

"Kalau kangen sampai sekarang saya masih kangen. Kalau mengalihkan ya paling saya berdoa. Kalau masih ingin sekali, saya pergi ke makam," katan 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});