Skip to main content

Wilayah Jakarta belum semuanya berhias diri

Wilayah Jakarta belum semuanya berhias diri
Wilayah Jakarta belum semuanya berhias diri

DALAM hitungan hari, Indonesia akan genap berusia 70 tahun. Pemerintah Provinsi DKI meminta semua wilayah kota terus berbenah untuk menyambut hari ulang tahun (HUT) RI yang jatuh pada 17 Agustus mendatang.

Agar Ibu Kota tampil cantik, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memerintahkan semua wali kota di lima wilayah untuk mengubah wajah Jakarta menjadi lebih cantik, tertata rapi, dan bersih. Terutama membenahi trotoar, taman kota, separator jalur bus Trans-Jakarta, dan sarana-sarana umum lain.

Namun, berdasarkan pantauan, hingga kemarin, sebagian wilayah Jakarta belum tersentuh pembenahan, padahal tenggat tinggal empat hari lagi. Beberapa kawasan seperti Tebet, tepatnya di Jalan Saharjo dan Manggarai, trotoarnya masih kusam, kotor, dan tidak dicat.

Kawasan Pancoran ke arah Kalibata pun demikian. Apalagi di pertigaan TMP Kalibata, trotoar justru ambles hingga membentuk lubang besar sekitar 1,5 meter. Kedua sisi jalur dari Kalibata menuju Jalan Raya Pasar Minggu dan arah sebaliknya pun demikian. Selain kotor dan kumuh, torotoar di kawasan tersebut ambles. Ada pula yang paving block-nya terlepas dari susunan dan berserakan.

Salah seorang pejalan kaki yang kerap melintasi lokasi, Nuh, 29, mengatakan torotoar di sekitar Kalibata hingga Pasar Minggu memang sudah lama tidak diperbaiki. Karena itu, ia harus ekstrahati-hati bila melintas. "Kalau banyak lubang dan enggak rata begini, sebaiknya enggak usah jalan di trotoar. Saya pernah tersandung, untung enggak tersungkur," keluhnya.

Tepat di depan bengkel mobil, di samping stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell Pasar Minggu, trotoar rusak dan tidak juga diperbaiki Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan. Trotoar itu dijadikan tempat pembuangan sampah.

Separator busway

Kondisi tidak berbeda terjadi pada separator jalur khusus bus Trans-Jakarta atau busway di koridor VIII Harmoni-Lebak Bulus. Di sepanjang jalur yang berada di Kebayoran Lama, separator sudah banyak yang terlepas. Hanya beberapa bantalan separator yang masih tersisa, tapi warnanya sudah hilang. Kondisi tersebut juga terjadi di sepanjang jalur Trans-Jakarta koridor IX yang melewati jalan MT Haryono dan Gatot Subroto.

Bukan hanya trotoar dan separator busway, taman di sekitar Jalan Raya Pasar Minggu juga tidak terawat, antara lain Taman Bangdes. Pepohonan di taman itu mulai rusak dan tidak punya lampu penerangan sehingga di malam hari gelap. Lampu jalan yang ada di sepanjang kawasan Lenteng Agung hingga Kalibata juga masih remang-remang.

Kondisi berbeda terlihat di Jalan Kebon Sirih dan Medan Merdeka Timur. Jalur hijau di ruas jalan itu yang semula hanya berisi rumput kering mulai ditanami berbagai jenis tanaman hijau. Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat Themy Kendra Putra mengakui penataan hanya bisa dilakukan bertahap karena keterbatasan dana dan tenaga.

Di wilayah Jakarta Timur, semua trotoar juga belum dipercantik. Yang telah dibenahi antara lain jalur pedestrian di sepanjang Jalan Matraman yang dicat ulang berwarna hitam-putih. Trotoar yang pecah juga diperbaiki dengan semen. Upaya mempercantik trotoar di jalan protokol Jaktim juga terlihat di Jalan Raya Bogor sekitar Kramat Jati, Jalan Otista, Jatinegara, dan Jalan DI Panjaitan di kawasan Cipinang Besar Selatan.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top