(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Winner Ini Dia Supaya Otak Tetap Peka

Rike
Rike

Winner Ini Dia Supaya Otak Tetap Peka
WinNetNews.com-Otak adalah salah satu organ tubuh yang menjadi pusat dari semua kendali dalam tubuh Anda. Namun ada cara yang dapat membantunya menjadi tetap peka.

Dari hasil penelitian University of Michigan telah menemukan orang yang berbincang-bincang dalam waktu 10 menit sebelum ikuti tes tampil lebih baik ketimbang mereka yang tak melakukannya. Interaksi sosial bisa membantu pertajam ingatan dan fungsi otak lainnya. Ini sebabnya Anda perlu memproses informasi dan mengukur respon, seperti apakah lawan bicara Anda itu, terlalu ironis atau seseorang yang berbicara jujur. Coba saja strategi dari kami ini.

1. Bantuan Dari Televisi.

Hasil temuan dari penelitian University of Chicago tahun 2008 menunjukkan bahwa tidak hanya olahraga yang bisa tingkatkan proses pembelajaran dan pemahaman, namun juga melalui menonton acara olahraga. “Otak Anda hadir untuk membuat Anda memiliki ikatan dengan dunia olahraga – baik sebagai pemain maupun sebagai penonton,” jelas Sian Beilock, Ph. D., sang peneliti. Sehingga saat para pemain berlari mengitari lapangan, otak Anda bakal mencoba ikuti dan berpikir mengenai apa yang mungkin dilakukannya, bukan hanya melihat dengan malas.

2. Biarkan Tubuh Istirahat.

Belajar dengan giat mengenai pekerjaan Anda tak akan membuat ketajaman seperti yang Anda kira. Malah, itu bisa membuat otak jadi tumpul. Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Epidemiology menunjukkan bekerja selama 55 jam atau lebih bisa membuat terhambatnya perkembangan pengetahuan yang Anda miliki, ketimbang dengan mereka yang bekerja 35-40 jam per minggu. Selain itu pula, tekanan dari jam kerja yang berlebihan bisa akibatkan tidur tak nyenyak dan masalah-masalah lain yang bisa lemahkan otak Anda. Sediakan waktu 20 menit guna berbaring sejenak atau hanya sekedar duduk dengan tenang sambil memejamkan mata, menjauhkan diri dari berbagai stimulasi apapun. Berikanlah sedikit waktu bagi otak Anda dalam bernapas di sela-sela waktu berpikir yang nonstop Anda lakukan. Ketika neuron-neuron di otak Anda sudah di-recharge, ia bakal berterimakasih pada Anda.

Sumber:menshealth.co.id

Foto: http://www.alternet.org

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});