Skip to main content

Winners, Hubungi Nomer Ini Jika Kena Palak di Pemakaman Jakarta

Winners, Hubungi Nomer Ini Jika Kena Palak di Pemakaman Jakarta
Winners, Hubungi Nomer Ini Jika Kena Palak di Pemakaman Jakarta

WinNetNews.com - Pernah menemui pungli alias pungutan liar di area pemakaman?

Untuk warga Jakarta dan sekitarnya hubungi nomor ini jika ada pungutan liar di pemakaman: (021) 5328454/5329453, yang merupakan call center untuk melayani pengaduan mengenai adanya pungutan liar yang dikeluarkan oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

Kepala Dinas Ratna Diah Kurniati mengatakan, dalam proses penggunaan lahan makam, warga calon pengguna lahan makam hanya dikenakan retribusi Rp40 ribu-Rp100 ribu.

“Tidak ada biaya-biaya lainnya. Jadi kalau ada yang meminta biaya yang tinggi, silahkan telepon nomor call center kami,” tegas Ratna.

Sebelumnya, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengaku mendapatkan rekaman berisi percakapan salah seorang Kepala TPU dengan warga yang akan menggunakan lahan pemakaman.

Dalam rekaman itu, terdengar bahwa si Kepala TPU meminta sejumlah uang kepada warga itu. Soal rekaman tersebut, Ratna belum dapat memastikan apakah orang di dalam rekaman itu adalah bawahannya.

Namun, ia meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan orang yang menawarkan jasa penguburan di TPU.

“Karena banyak warga sekitar yang mengaku pekerja makam kerap menawarkan makam dengan harga yang cukup tinggi,” tuturnya.

Oknum pungli akan dipecat

Pungutan liar terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ciracas, yang berada di Jalan Raya Centek, Jakarta Timur.

Kali ini menimpa Viko (28), yang harus mengeluarkan uang sebesar Rp 3 juta untuk memakamkan anggota keluarganya. Warga RT 08 RW 06 Ciracas itu menuturkan, peristiwa tersebut terjadi saat memakamkan ayahnya pada Rabu (10/2) kemarin.

Uang Rp 3 juta tersebut dibayarkan untuk biaya penggalian makam sebesar Rp 300.000 dan biaya administrasi Rp 2,7 juta.

"Uang sebesar itu langsung disetorkan ke petugas TPU. Karena kami berduka, saat dimintai uang tersebut oleh petugas TPU, langsung disetujui karena saat itu prinsipnya jenazah harus segera dimakamkan," katanya.

Ia pun tidak bisa berbuat banyak karena lokasi TPU merupakan pilihan keluarga, yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari rumah.

Pihak keluarga juga sudah sepakat memakamkan almarhum ayahnya di TPU tersebut meski harus membayar mahal.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diyah Kurniati mengatakan, pihaknya akan menelusuri kasus tersebut. Ia berjanji akan memberikan sanksi pemecetan bagi pihak yang melakukan praktik ilegal itu.

"Kalau benar terbukti langsung saya pecat karena selama ini sudah saya kasih peringatan keras, tidak boleh ada pungli di TPU."

"Jika benar ada pungli, uang tersebut juga akan secepatnya dikembalikan kepada ahli waris," kata Ratna.

Dilansir: kompas

Foto: kotabogor

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top