Winners Ini Bedanya Gemuk versus Buncit

Winners Ini Bedanya Gemuk versus Buncit

Selasa, 19 Apr 2016 | 17:40 | Rike
WinNetNews.com-Gemuk dan perut buncit jadi sebuah fenomena yang tidak pernah redup diperbincangkan. Namun, sesungguhnya apa sih perbedaan gemuk dan buncit?

Umumnya, istilah gemuk digunakan pada kelebihan berat badan. Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), gemuk bisa dikategorikan overweight dan obesitas. Dikatakan overweight jika IMT 23-24.9 kg/m2 dan obesitas jika IMT telah lebih dari 25 kg/m2 (klasifikasi untuk Asia Pasifik). “Dalam pandangan awam kelihatan sama-sama gemuk, tapi mungkin agak gemuk dan gemuk sekali. Ditinjau dari komposisi tubuh, kegemukan merupakan kondisi dimana massa lemak terdapat dalam jumlah berlebihan,” terang dr. Wiji Lestari, SpGK, dari RS Permata, Depok.

Sedangkan yang dimaksud buncit merupakan kegemukan di daerah perut. Lemak di daerah ini menggambarkan jumlah massa lemak viseral. Massa lemak viseral ini yang berhubungan erat pada risiko penyakit metabolik, contohnya penyakit jantung dan pembuluh darah. Kini, sudah jelas kan, beda gemuk dan buncit? Masalahnya, kenapa kegemukan dan perut buncit dapat terjadi? “Utamanya akibat ketidakseimbangan antara asupan dan keluaran kalori. Dalam hal ini, kalori yang masuk lebih besar dari kalori yang digunakan sehingga disimpan sebagai lemak dalam tubuh.” Tentu kita harus mewaspadai risikonya. Kegemukan tingkatkan berbagai risiko penyakit, di antaranya jantung, stroke, diabetes, persendian, dan masih banyak lagi. Hal ini sebab lemak yang berlebihan dalam tubuh keluarkan zat-zat “peradangan” sehingga orang gemuk sesungguhnya berada dalam kondisi “radang kronik”.Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, perlu upaya supaya berat badan normal dapat tercapai bagi yang gemuk serta buncit ini.

“Solusinya adalah dengan menjaga keseimbangan asupan makan dan aktivitas fisik. Selalu menerapkan pola makan yang seimbang dan sehat serta olahraga seumur hidup. Tujuan jangka panjangnya untuk meraih hidup sehat. Jadi tidak hanya menyasar tujuan jangka pendek, yaitu sebatas untuk menurunkan berat badan,” terangnya.Bagi yang overweight, umumnya penurunan berat badan yang optimal adalah 0,5-1 kg per minggu. Hal ini guna hindari rebound. Penurunan berat badan dapat saja dianjurkan lebih dari itu atau kurang dari itu bila ada indikasi medis tertentu. Sebab itu, baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli.

Sumber: tabloidnova.com &journal.20fit.co.id

Foto: http://bodytreatmentcenter.com

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...