Winners Ini Loh Strategi Lunasi Utang Pasca Lebaran

Muchdi
Muchdi

Winners Ini Loh Strategi Lunasi Utang Pasca Lebaran

WinNetNews.com - Memiliki utang memang bukan sesuatu yang harus dibanggakan, memiliki utang berarti kita harus bersiap-siap untuk mengatur keuangan kita agar tetap teratur.

Utang yang kita ambil seharusnya tidak melebihi 30 persen dari pendapatan kita, maka dari itu usahakan untuk selalu memiliki utang yang pembayaran cicilannya minimal serta bunga yang rendah.

Biasanya utang konsumtif seperti kartu kredit atau belanja, itu masih bisa dipenuhi karena adanya pembayaran minimum. Berbeda dengan utang yang berskala besar seperti utang KPR, cicilan mobil kepada leasing dan cicilan KTA yang jika terlambat saja membayarnya, anda bisa lebih rumit untuk menyelesaikannya.

Memiliki utang skala besar seperti itu, seringnya membuat nasabah menjadi kurang nyaman dan kurang tenang, karena mau tidak mau, nasabah harus tetap membayarnya sesuai ketentuan yang berlaku di pihak Bank atau leasing tertentu.

Lebih beratnya lagi, bukan saja tagihan yang harus dipenuhi dan dibayarkan, namun denda dan beban bunga yang ditanggung juga harus dibayar lunas.

 

Jika keadaan keuangan sedang kurang sehat karena adanya utang yang cukup besar tersebut, sebaiknya anda jangan panik dulu. Jika anda sedang memiliki banyak utang, tidak usah khawatir, ini strategi untuk melunasi utang. Berikut ulasannya seperti di kutip dari situs cermati, Jakarta, di tulis 26 juli 2016.

- Bayar minimum kartu kredit

Hal ini bisa berlaku untuk anda yang memiliki utang kartu kredit. Biasanya, setiap bulan kita akan menerima tagihan kartu kredit kita dari bank terkait, dalam bentuk surat yang dikirimkan ke rumah atau kantor.

Disana tercantum jumlah cicilan minimum atau pembayaran minimum yang bisa dibayar untuk melunasi utang. Manfaat pembayaran minimum ini agar utang anda bisa semakin berkurang.

- Utamakan bayar utang

Salah satu jenis utang yang cukup besar cicilan dan bunganya adalah utang KPR kepemilikan rumah. Saat anda menerima uang berlebih, usahakan untuk memprioritaskan membayar cicilan KPR terlebih dulu.

Karena, jika terlambat ditakutkan pihak Bank akan memberi peringatan kepada anda. Memiliki uang berlebih adalah kesempatan yang baik untuk melunasi utang prioritas tersebut. setelah itu, barulah memikirkan masalah utang lainya, seperti kartu kredit dan lainnya.

- Batasi pengeluaran

Selain tarif dari masing-masing tagihan mengalami kenaikan, seperti tarif listrik misalnya, pengeluaran rata-rata bertambah dengan adanya penggunaan TV digital berlangganan serta internet di rumah. Menggunakan kedua jenis teknologi tersebut memang memuaskan.

 

TV digital dapat memberi kita banyak hiburan berupa ratusan channel TV dari seluruh dunia, sedangkan internet atau Wifi di rumah, akan memudahkan kita mengakses informasi kapan saja, tanpa harus pergi ke mall atau ke kafe dulu untuk mencari sinyal wifi.

Tagihan yang diterima juga tergantung dari pemakaian, hal ini yang biasanya membuat pengeluaran jadi lebih meningkat. Sebaiknya stop untuk berlangganan, jika memang tagihannya membuat anda kesulitan membayar.

- Jadwal ulang

Jika beban utang anda terasa berat, sebaiknya masalah ini didiskusikan kembali dengan pihak pemberi pinjaman.

Mintalah supaya utang tersebut lebih diringankan. Kita bisa mengajukan penjadwalan ulang untuk kredit atau cicilan utang kita, jika tidak kita juga bisa meminta agar bunga dan cicilan utang perbulanya diganti ke yang lebih rendah tarifnya.

Lakukan permintaan ini berulangulang jika perlu. Tunjukkan pada pihak pemberi utang bahwa dengan begitu anda tetap berinisiatif untuk melunasi utang tersebut

- Hidup hemat

Memiliki utang, mau tidak mau harus tetap dibayar tagihannya setiap bulan. Sementara itu, kita juga memiliki kebutuhan dan kewajiban lainya yang juga harus dipenuhi.

Karena, sebagian besar pendapatan kita akan digunakan untuk membayar utang, usahakan kita lebih berhemat dalam hal pengeluaran lainya. Dengan begitu, kita masih bisa menjalani hidup dengan cukup tenang, sekalipun sedang berutang.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});