Wiranto Arahkan Polisi dan Tentara Simpan Senapan pada 22 Mei Mendatang
Sumber foto: ANTARA FOTO

Wiranto Arahkan Polisi dan Tentara Simpan Senapan pada 22 Mei Mendatang

Jumat, 17 Mei 2019 | 08:25 | Aldina Putri Nst
Winnetnews.com - Wiranto selaku Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan mengaku bahwa dirinya memberikan perintah kepada polisi dan tentara agar menyimpan senapan pada 22 Mei mendatang saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil akhir rekapitulasi suara Pilpres 2019.

Tak hanya itu, Wiranto juga arahkan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk mencegah datangnya massa ke Jakarta pada 22 Mei. Hal ini ia lakukan dengan alasan adanya beberapa massa dari pendukung kubu 02 Prabowo-Sandi yang merencanakan penggelaran unjuk rasa saat KPU umumkan hasil dari Pilpres 2019.

“Supaya enggak terjadi penumpukan, saya perintahkan pangdam dan kapolda, jangan biarkan masyarakat keluar daerah menuju Jakarta. Selesaikan masalah di sana,” ungkap Wiranto saat ditemui di Hotel Paragon, Jakarta, Kamis (16/5/19).

Sedangkan mengenai perintah Wiranto kepada polisi dan tentara untuk menyimpan senapan, Wiranto ungkapkan bahwa perintah tersebut berbeda dengan perintah yang ia lakukan pada tahun 1998 lalu.

“Kalau 1998 dulu enggak, senapan dipakai, pakai baju peluru hampa. Lawannya pakai peluru tajam bunuhin orang. Sekarang enggak, senapan simpen aja. Pakai pentungan aja. Itu pun kalau perlu dipakai,” ujarnya.

Ia juga sebutkan bahwa KPU dan Bawaslu akan memakai pasukan Asmaul Husna pada 22 Mei mendatang.

“Pakai baju putih saja, jadi kalau di sana takbir, sini takbir juga. Kita rangkul-rangkulan aja supaya enggak ada konflik,” tambah Wiranto.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...