Wahh.. Ngerampok, kok, Rumah Kyai?!
Salah satu anak kyai yang dirampok bersama aparat Polsek/Dokumentasi Polsek Pagelaran

Wahh.. Ngerampok, kok, Rumah Kyai?!

Sabtu, 1 Apr 2017 | 06:44 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Aksi perampokan di Indonesia memang masih saja terjadi. Aparat baju coklat juga kerap dipusingi dengan aksi ini. Mungkin juga termasuk kasus yang terjadi di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Bagaimana tidak, perampoknya justru mengembalikan semua barang yang sebelumnya mereka curi. Hmmm..mungkinkah penyebabnya karena rumah yang dirampok itu adalah milik seorang Kyai? Yang jelas, sih, kalau mau merampok, survey dulu kali yaa... Kalau rumah yang mau dirampok itu ternyata pemiliknya dekat dengan Tuhan, lebih baik segera tobat dan kembali ke jalan yang lurus. Alias, nggak usah ngerampok, kerja yang halal aja, masih banyak kok...

"Kami sudah dari lokasi rumah pak Kyai Muhaimin di Desa Karangsuko. Seluruh harta yang dirampok telah dikembalikan," kata AKP Sumaryono, Kapolsek Pagelaran mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (01/4/2017).

Dikatakan Sumaryono, aksi kawanan perampok itu terjadi di rumah Pak Kyai, Selasa (28/3/2017) silam. Tapi beberapa hari kemudian pihaknya kembali bekerja keras bersama unit reskrim Polsek Pagelaran. Kali ini justru untuk memastikan semua harta jarahan pelaku perampokan dikembalikan lengkap. Di mana barang dan uang itu merupakan barang yang diambil dari rumah keluarga kiai. Di antaranya uang tunai Rp 14 juta, empat paspor, perhiasan emas 137 gram, kamera DLSR Nikon, dan sejumlah ponsel.

"Dan kami sudah mendata dan memastikan barang itu milik korban. Barang itu diletakkan sekitar 50 meter dari rumah korban di bawah pohon belakang rumah," ucap Sumaryono.

Pengembalian barang rampokan tersebut, dikatakan Sumaryono, baru pertama kali terjadi sejak 10 tahunan terakhir. Hanya saja belum jelas mengapa pelaku perampokan mengembalikan barang hasil rampokannya.

"Meski demikian, kami masih terus melakukan penyelidikan atas kasus perampokan tersebut dan menangkap para pelakunya," tutur Sumaryono.

Seperti diketahui, pada Selasa (28/3/2017) lalu, tiga perampok menyatroni rumah Kiai Abid Muhaimin di Desa Sumbersuko Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Saat itu, rumah Pak Kiai pergi Istighosah ke masjid di depan rumah. Para perampok menyamar sebagai peserta Istighosah. Saat mereka melihat satu rumah besar, perampok segera beraksi.

Ketika kawanan perampok sedang beraksi, salah satu anak perempuan kiai masuk rumah dan mengetahui ada perampok langsung lari. Tapi salah satu perampok berhasil menangkap dan menyekap anak Pak Kiai di kamar belakang.

Perampok melucuti emas perhiasan anak Pak Kiai dan mengambil uang serta barang-barang dari dalam almari rumah. Setelah itu kawanan perampok kabur melalui pintu samping rumah dan kabur.

Pak Kiai yang pulang dari Istighosah mendapati rumah acak-acakan dan anaknya disekap di kamar belakang. Atas kejadian tersebut Pak Kiai melapor ke Mapolsek Pagelaran. Dan kini, barang yang terampok itu justru sudah kembali, lengkap.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...