(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Wonderful Indonesia Promosi Dubai Mall

Fellyanda Suci Agiesta
Fellyanda Suci Agiesta

Wonderful Indonesia Promosi Dubai Mall

WinNetNews.com - Kementerian Pariwisata akan menggelar 7th Rais Explorer & Experience Consumer Travel Show pada 12 - 14 Mei 2016. Acara yang akan di gelar di Dubai Mall ini mengundang Sheikh Zayed Road, Dubai , Uni Emirat Arab itu. Dalam acara ini Kemenpar akan mempromosikan 10 destinasi yang terkait dengan nature, culture dan man­made.

Beberapa komponen wisata seperti operator tour, restoran, dan hotel ikut dilibatkan dalam pameran dagang wisata bertema ”Perjalanan Keluarga” ini. Semua diberi misi ‘menjual’ produk destinasi pariwisata Indonesia secara terintegrasi kepada calon wisatawan Timur Tengah.

“Kementerian Pariwisata telah menandatangani Memorandum of Understanding ( MoU ) dengan Emirates . Ini untuk mengantisipasi liburan musim panas. Emirates dan Kemenpar telah sepakat untuk mengadakan pertemuan table top serta memfasilitasi bisnis yang berhubungan antara penjual Indonesia dan Timur Tengah. Ada pengurangan tarif jika bepergian ke Indonesia dan terbang dengan Emirates,” papar Nia Niscaya, Asisten Deputi Promosi Pariwisata Eropa, Timur Tengah, Amerika , dan Afrika Kementerian Pariwisata, Rabu (11/4).

Kesempatan itu bisa membantu pertumbuhan kunjungan wisatawan. Dengan kemudahan akses tersebut, Nia yakin, Indonesia bisa menyaingi pencapaian wisata Thailand yang sudah sukses mendatangkan 800.000 wisatawan Timur Tengah.

“Pasar Timur Tengah masih sangat besar. Umumnya, durasi plesiran wisatawan Timur Tengah 8,5 hari dengan pengeluaran rata-rata per pengunjung US $ 1.190. Di Dubai Mall, kami membidik wisatawan keluarga dari Timur Tengah yang bisa berlibur dua hingga tiga bulan selama musim panas, dengan mengajak seluruh anggota keluarga,” beber Nia.

Nia mengaku sudah menyiapkan 10 destinasi yang digemari wisatawan Timur Tengah. Di nomor satu, ada Bandung, Jawa Barat. Wisatawan Timur Tengah diprediksi akan menyukai pesona Bandung lantaran kota terbesar nomor tiga di Indonesia itu berhawa dingin. Hotel-hotel mewah, restoran, kafe, dan butik juga banyak tersedia di seluruh kota Bandung.

Selain Bandung, Kemenpar juga akan mempromosikan destinasi wisata dari wilayah lain, seperti Banyuwangi, Jawa Timur. Pesona Kawah Ijen dengan blue fire yang hanya ada dua di dunia, Baluran dengan mini Afrikanya, hingga Pantai Pulau Merah dengan gugusan karang besarnya, diyakini punya daya pikat yang sangat tinggi.

“Selain itu kami juga akan memasarkan Geat Bali, Jakarta dengan Kepulauan Seribu-nya, Great Batam-Bintan, Joglosemar (Jogjakarta, Solo dan Semarang , red), Lombok, Makassar, Sulawesi Selatan, Medan dengan Danau Toba-nya, serta Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Bunaken di Sulawesi Utara dan Raja Ampat di Papua Barat”.

Sejumlah penghargaan internasional seperti gelar juara dunia destinasi halal dan bulan madu terbaik dan tujuan wisata halal terbaik dunia yang disambar Lombok, Banyuwangi yang sukses menyabet UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola, ASEAN Homestay Standard Award 2016-2018 untuk OmahTembi Homestay, Yogyakarta, Acacia Dieng Homestay, Oma Homestay-Sawahlunto, Panglipuran Homestay serta Sudirman 12 Homestay-Bangka Belitung, bakal menemani kegiatan pemasaran wisata Kemenpar di Timur Tengah.

Menpar Arief Yahya menyebutkan di acara 7th Rais Explorer & Experience Consumer Travel Show ini diharapkan sales "Halal Destination" semakin banyak menghasilkan deal. Di Pasar Timur Tengah, dibutuhkan sales untuk percepatan mengejar target kunjungan. Saat ini banyak airlines yang terbang dari Timur Tengah, dari Emirates, Qatar, Ithad, yang reguler sudah masuk ke tanah air. "Kami akan mengusulkan penambahan jumlah penerbangan langsung ke Lombok, Bali, Surabaya, Jakarta, Medan, Manado dan Makassar," katanya.

Pasar outbond halal tourism dari Middle East itu cukup besar, sekitar 140 juta setiap tahunnya. Sebagian besar memilih Eropa. Di Asean pilihan pertama ke Thailand, lalu ke Malaysia, dan saat ini ke Indonesia. Jumlah itu lebih besar daripada pasar China, sekitar 110 juta outbond. "Middle East juga paling besar membelanjakan uangnya, rata-rata USD 1.750 untuk turis Arab Saudi, dan USD 1.500 untuk Uni Emirat Arab (UEA)," ujar mempar arif yahya

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});