WOW! Pangeran Charles Terundang Hadiri Kongres Dayak Internasional!

Zulkarnain Harahap

Dipublikasikan 5 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

WOW! Pangeran Charles Terundang Hadiri Kongres Dayak Internasional!
Presiden Majelis Adat Dayak Nasional, Drs Cornelis MH/Foto: Istimewa

WinNetNews.com – Kongres Dayak Internasional pertama di Pontianak, Kalimantan Barat, akan digelar pada 26-27 Juli 2017. Rencananya, Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Cornelis akan mengundang Pangeran Charles untuk menghadiri acara itu. Langkah ini dilakukan untuk menjelaskan kondisi hutan di wilayah Kalimantan dan Indonesia pada umumnya.

“Kalimantan inikan terkenal hutannya rusak, sampai CPO kita diblokir orang. Tapi orang-orang yang memblokir itu, ayo kita lihat, tuh masih ada hutan. Jangan hanya mereka dengar laporan dari NGO (Lembaga Swadaya Masyarakat) aja,” katanya seperti dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (17/06/2017).

Cornelis menilai, Pangeran Charles adalah tokoh yang sangat disegani oleh negara di kawasan Eropa. Melalui Pangeran Charles, Indonesia mencoba membuka mata negara-negara eropa, yang selama ini mengecam CPO atau minyak sawit asal Indonesia untuk masuk ke negara mereka.

“Kita akan perlihatkan kondisi terkini hutan di Kalimantan. Dia (Pangeran Charles) bisa lihat Taman Nasional Gunung Palong, Danau Sentarum di Putussibau (Kapuas Hulu) yang masih ada Orang Utannya, kera dan monyetnya,” jelas Cornelis.

Sedangkan terkait tujuan diadakannya Kongres Dayak Internasional pertama di Pontianak, Presiden MADN Cornelis mengungkapkan, diperuntukkan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) masyarakat adat dayak agar lebih cerdas.

“Kita ingin orang dayak cerdas dan mampu bersaing dengan masyarakat di daerah lain bahkan negara lain,” ungkapnya.

Kongres Dayak Internasional pertama juga nantinya akan menghadirkan sejumlah Menteri Kabinet Kerja. Para Menteri itu, akan memberikan materi tentang program kerja di masing-masing Kementerian, yang selanjutnya akan diselaraskan dengan visi dan misi organisasi adat dayak di wilayah Kalimantan khususnya.

“Kita akan undang sejumlah Menteri. Sehingga masyarakat adat dayak mengerti dan paham tujuan pembangunan yang dicanangkan pemerintah,” lanjut Cornelis.

Selain itu, Kongres Dayak Internasional pertama juga akan membahas permasalahan yang dihadapi masyarakat adat dayak di daerah. Misalnya, ada masyarakat dayak yang masih hidup di kawasan hutan lindung.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...