Wow! Pilkada Karangasem Telan Anggaran Rp31 M
Ilutrasi pemilih Pemilu. [Foto: Harian Jogja]

Wow! Pilkada Karangasem Telan Anggaran Rp31 M

Selasa, 1 Okt 2019 | 16:13 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Sebanyak 270 daerah di Indonesia bakal menggelar Pilkada Serentak 2020. Tak sedikit pula anggaran yang dikeluarkan guna menyukseskan pesta demokrasi ini, termasuk di Kabupaten Karangasem, Bali yang menelan anggaran mencapai lebih dari Rp31 miliar.

Jumlah tersebut telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karangasem, Senin (30/9). Biaya puluhan miliar itu nantinya bakal digunakan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019 dan sebagian besar lainnya dimasukkan dalam APBD Induk 2020.

Secara rinci, Ketua KPUD Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana menyebutkan pada APBD-P 2019 anggaran Rp 1,2 miliar sudah dianggarkan.

“Sedangkan di APBD Induk 2020 Rp 29 miliar. Total keseluruhan anggaran kami rancang sebesar Rp 31 miliar lebih,” jelas Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana seperti dilansir Jawa Pos, Senin (30/9).

Besarnya anggaran pilkada tersebut, diakuinya paling besar bakal terkuras untuk honor petugas KPPS. Mengingat pada pilkada mendatang, ada sekitar 6.500 orang petugas, termasuk anggota Linmas.

“Mereka tersebar di 950 tempat pemungutan suara (TPS) di 78 desa se-Karangasem,” lanjut Gede Krisna.

image0
Ketua KPUD Karangasem, Bali, I Gede Krisna Adi Widana. [Foto: RRI]

Dia menambahkan, untuk besaran honor masing-masing petugas mendapat besaran yang berbeda. Miasalnya Ketua KPPS akan mendapat honor sebesar Rp550 ribu. Sedangkan anggota biasa sebesar Rp500 ribu.

“Nanti kan mereka bekerja selama tiga hari berturut. Mulai pemasangan dan penempelan daftar pemilih, penyebaran C6 atau surat pemberitahuan, pembangunan TPS, hingga hari pencoblosan sampai rekapitulasi suara,” sambungnya.

Tidak itu saja, kata Gede Krisna, para penyelenggara pemilihan, juga bakal dimasukkan asuransi kesehatan. Sebagai langkah antisipasi terulangnya kejadian saat berlangsungnya Pemilu Serentak 2019. Dimana pesta demokrasi kala itu membuat banyak petugas pemilihan yang meninggal, maupun jatuh sakit.

“Banyak petugas yang meninggal karena sakit. Makanya kami berikan penanganan, agar terjamin,” imbuhnya.

Gede Krisna mengakui awalnya pihaknya sempat khawatir soal dana pilkada kali ini. Sebab terjadi banyak kendala terkait keuangan daerah yang dikhawatirkan berdampak pada pelaksanaan pencoblosan.

Meski begitu, pihaknya mengaku lega, meski angka yang ditetapkan jauh dari yang dirancang sebelumnya. Di sisi lain, kepastian dana Pilkada Serentak 2020 juga telah tertuang pada acara Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan Pemkab Karangasem, yang disedianya bakal dilaksanakan Selasa (1/10).

Untuk diketahui, KPUD Karangasem sebelumnya mengusulkan anggaran pada APBD Perubahan 2019 sebesar Rp2,2 miliar. Namun hanya disetujui Rp1,2 miliar.

Kekurangan itu, berdampak pada APBD Induk 2020, di mana dari usulan anggaran Rp28,8 miliar naik menjadi Rp29 miliar lebih.

“Kekurangan pada tahun anggaran perubahan 2019 sudah kami geser dananya ke APBD 2020. Di perubahan dananya dipakai untuk sosialisasi, pemuktahiran data pemilih, lomba jinggel dan rilis maskot, termasuk perekrutan PPK,” pungkas Gede Krisna.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...