Skip to main content

Wow...Sekeping Bitcoin Dihargai Rp60 Juta

ilustrasi
ilustrasi

WinNetNews.com - Mata uang virtual, Bitcoin, pada awal September mencatatkan rekor tertinggi, harga per kepingnya US$ 4.909 atau sekitar Rp 64,7 juta (kurs Rp 13.200). Angka ini naik 411,3% dari awal 2017.

Sejak awal tahun ini, nilai Bitcoin terus mengalami peningkatan yang signifikan. Meskipun sempat fluktuatif di pertengahan tahun. Ini menandakan permintaan terhadap mata uang ini meningkat tinggi.

Mengutip Bitcoin.com, Jumat (8/9/2017), pada awal 2017 nilai sekeping Bitcoin tercatat US$ 960,7. Kemudian terus mengalami pergerakan yang stabil dan cenderung meningkat.

Pada 11 Juni 2017, nilai Bitcoin tembus US$ 2.978 per keping. Sempat merosot ke posisi US$ 1.911 per keping di 16 Juli 2017.

Jika dilihat beberapa tahun ke belakang, nilai sekeping Bitcoin terus mengalami pergerakan mulai dari dua digit, menuju tiga digit hingga akhirnya menyentuh empat digit.

Sebut saja pada 2013 hanya US$ 92 per keping, kemudian memasuki 2014 nilai crypto currency ini naik 819% menjadi US$ 846 per keping.

Lalu pada 2015 mengalami penurunan 68,8% ke posisi US$ 265 per keping, dan mulai merangkak naik kembali ke posisi US$ 437,9 per satu keping. Hingga akhirnya tembus empat digit yakni US$ 4.909 pada September 2017.

Seperti diketahyui, Bitcoin adalah mata uang virtual yang dikembangkan pada 2009 oleh seseorang atau sekelompok orang yang memiliki nama samaran Satoshi Nakamoto.

Karena disebut mata uang, Bitcoin sebenarnya sama dengan rupiah, dolar, atau mata uang lain. Bedanya, jika mata uang tersebut memiliki bentuk fisik di dunia nyata, Bitcoin hanya tersedia di dunia maya atau digital.

Di Indonesia, Bitcoin dilarang untuk digunakan. Alasannya, Bitcoin bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Alat pembayaran sah satu-satunya di Indonesia adalah rupiah.

UU Mata Uang di Indonesia yang menyebutkan, alat pembayaran yang sah di Indonesia adalah rupiah. Selain rupiah, maka alat pembayaran lain tidak sah dan bisa diberikan sanksi apabila melanggar. (detikcom)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top