Xi Jinping Kecam Demonstran Hong Kong

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Xi Jinping Kecam Demonstran Hong Kong Demonstran Hong Kong tengah melakukan aksi unjuk rasa di Chinese University of Hong Kong, Kamis (14/11). [Foto: Reuters]

Winnetnews.com - Aksi mahasiswa Chinese University of Hong Kong yang menembakkan aparat kepolisian Hong Kong mendapat respon keras dari Presiden China, Xi Jinping. Ia memperingatkan bahwa protes di Hong Kong dapat mengancam prinsip satu negara dua sistem yang mengatur kota semi-otonom tersebut.

Mengutip CNBCIndonesia.com, Hong Kong diperintah oleh sistem unik yang menjamin kebebasan lebih besar dibandingkan di daratan sejak penyerahannya dari pemerintahan Inggris ke China pada 1997.

Tetapi protes, yang menentang rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi, yang sekarang ditangguhkan ke China, telah mendorong seruan yang lebih luas untuk demokrasi.

Dalam komentar yang jarang diberikan soal Hong Kong, Xi mengulangi dukungan Beijing untuk pemerintah dan polisi Hong Kong.

"Menghentikan kekerasan dan mengendalikan kekacauan sambil memulihkan ketertiban saat ini adalah tugas paling mendesak bagi Hong Kong," katanya berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi di Brasilia sebagaimana dilansir AFP, Jumat (15/11).

Presiden China, Xi Jinping. [Foto: The Wall Street Journal]

Hong Kong terpecah belah seiring meningkatnya protes dan kekerasan. Protes sudah terjadi sejak Juni 2019 dan menyebabkan kota itu tenggelam dalam resesi.

Sebelumnya pada Kamis (14/11), unjuk rasa yang belum juga berakhir menyebabkan gangguan yang meluas, di mana pendemo kembali membuat barikade. Jalan-jalan ditutup dan sekolah diliburkan demi alasan keamanan.

Seorang lelaki berusia 70 tahun meninggal sehari dihantam batu bata selama bentrokan antara demonstran pro dan anti-pemerintah. Belum dapat dikonfirmasi siapa yang melemparkan batu bata itu.

Ia menjadi korban kedua dalam waktu kurang dari seminggu dalam insiden terkait protes. Yang pertama adalah Alex Chow (22), meninggal pada 8 November 2019 karena cedera kepala yang dideritanya saat jatuh ketika polisi bentrok dengan demonstran di dalam tempat parkir.

"Kerusuhan yang sedang berlangsung dengan skala besar, kejadian simultan di berbagai distrik dan parahnya terjadi kekerasan, membuat kami perlu untuk memperkuat dukungan bagi para perwira garis depan polisi," kata seorang juru bicara kepolisian.

Polisi Hong Kong mengerahkan 3000 personil untuk mengamankan kota. Sementara itu, dalam postingan di Twitter, media China, Global Times mengatakan pemerintah Hong Kong ingin menerapkan jam malam di akhir pekan. [cnbc]

Apa Reaksi Kamu?