Yang Manis Belum Tentu Baik?
via Genpi.co

Yang Manis Belum Tentu Baik?

Jumat, 27 Des 2019 | 11:45 | Putri Andira Aprilia

Winnetnews.com - Banyak kita jumpai di gerai-gerai minuman jaman sekarang terdapat minuman dengan topping boba. Tren minuman boba sampai sekarang masih digemari oleh masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial. Bubble tea atau yang kita kenal dengan sebutan boba ini sebetulnya sudah ada sejak dulu namun minuman boba tersebut baru terkenal pada awal tahun 2019 ini. 

Boba berasal dari Taiwan yang dikenal dengan nama zenzhu naicha. Tetapi tahukah kamu di balik nikmatnya minuman boba bila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dapat memicu terjadinya penyakit diabetes karena terdapat kandungan gula yang sangat banyak.

Pengalaman dari penggemar boba

Chaterina merupakan seorang mahasiswi yang gemar mengonsumsi minuman boba sejak tahun 2017 hingga sekarang. 

“Gua minum boba bisa 3-5 kali dalam seminggu karena teksturnya kenyal enak buat dikunyah kalo lagi gabut,” tutur Chaterina, 19 tahun, di Jakarta.

Untuk diketahui, pada minuman boba ini satu gelasnya dapat mengandung kira-kira 200 - 300 kalori, itu pun dari bobanya saja, belum lagi ditambah dengan komposisi yang lain. Namun, tanpa kita sadari mengonsumsi minuman boba yang mengandung banyak kalori dapat menghabiskan satu porsi makan siang dan juga menyebabkan beberapa penyakit serius, salah satunya diabetes melitus tipe 2.

Pengertian diabetes secara umum

Diabetes adalah suatu penyakit kronis yang berlangsung dalam jangka waktu panjang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas batas nilai normal pada umumnya. 

Diabetes sendiri dibagi menjadi 2 tipe yaitu, diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan pada penderita menyerang dan hancurnya sel-sel pankreas yang memproduksi insulin, banyak yang terjadi disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan. 

Diabetes tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin), diabetes tipe 2 merupakan salah satu jenis diabetes yang lebih sering terjadi.

Menurut dr. Ayu (28 tahun) yang bekerja di Klinik Alkindi Herbal Depok, Jawa Barat mengatakan bahwa diabetes melitus tipe 2 disebabkan karena pola makan yang tidak teratur. Mereka yang menderita penyakit tersebut biasanya pankreasnya masih bagus tetapi insulin yang dihasilkan rusak atau tidak sensitive, sehingga ketika penderita memakan suatu makanan, reseptornya mengalami gangguan sehingga tidak masuk gula ke dalam sel.

Bagaimana sih cara mencegahnya?

1. Diet

Salah satu cara mencegahnya yaitu dengan menghindari konsumsi gula, contohnya, warga Indonesia dikenal lebih sering makan nasi padahal nasi itu tinggi karbohidrat, ditambah lagi dengan kentang atau dicampur dengan mie atau bihun. Semuanya karbohidrat! Jadi kalian harus kenali dulu sumber karbohidrat yang ingin kalian konsumsi, pilihlah salah satunya.

Batasi gula yang memang betul-betul dari misalnya gula pasir atau gula merah itu dibatasi dan juga sesuatu makanan yang terlalu manis seperti kue-kue, minuman apalagi tambahan dari gula buatan (sweetener).

2. Olahraga

Jadi ketika kita olahraga, gula di dalam tubuh akan digunakan untuk energi jadi karena energinya itu terpakai pasti gula dalam darah akan masuk sebagai perubahan gula untuk menjadi energi.

3. Teh hijau

Selain teh hijau digunakan untuk kesehatan dan kecantikan, ternyata kandungan yang ada pada teh hijau juga dapat mencegah penyakit diabetes melitus tipe 2 fungsinya untuk menurunkan kadar pada gula darah.

4. Ekstrak kayu manis

Walaupun ekstrak kayu manis ini banyak manfaat, seperti menjaga fungsi otak lebih baik, meningkatkan kesehatan jantung, ternyata ekstrak kayu manis juga dapat meningkatkan sensitivitas dari insulin.

5. Minyak zaitun

Mungkin beberapa dari kita hanya mengetahui khasiat minyak zaitun yaitu kecantikan, menjaga berat badan dan sebagai campuran makanan. Nyatanya minyak zaitun juga dapat meinngkatkan sistem hormon, pengendalian gula darah dan juga sensitivitas insulin.

Untuk anak muda zaman sekarang, Mulyadi, 52 tahun, seorang yang mengidap penyakit diabetes tipe 2 berpesan, “Pokoknya buat anak muda jangan ngikutin tren minum2 gituan jangan. Lebih baik berpikir lagi untuk kedepannya. Emang enak santai duduk di café tapi nanti 10 tahun kedepan baru ngerasain itu ga bisa balik lagi waktunya. Penyesalan selalu dateng terakhir,” katanya. 

Yuk kita sebagai anak muda penerus bangsa mulai sekarang rubah pola hidup kita, kita lawan penyakit diabetes, jangan sampai gula yang memakan kita! (*)


 ---------------
Putri Andira Aprilia adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...