Skip to main content

Yunani Menantang Uni Eropa

Yunani Menantang Uni Eropa
Yunani Menantang Uni Eropa

Setelah berhasil membuyarkan proses negosiasi perpanjangan fasilitas dana talangan dari Uni Eropa, Perdana Menteri Alexis Tsipras kembali melancarkan pendekatan kontroversialnya. Hanya berselang beberapa jam setelah menetapkan kebijakan kendali devisa ketika ekonomi negerinya berada di tubir jurang, Tsipras menyebut para pemimpin Eropa tak punya nyali untuk menendang keluar Yunani keluar dari zona mata uang tunggal euro.

Gaya kontroversial Tsipras tampaknya berhasil mempertahankan dukungan rakyat Yunani yang memenangkan partai Syriza pada pemilihan umum akhir tahun lalu. Ketika warga Yunani tak bisa menarik tabungan mereka dari bank, sebanyak 12.000 orang berkumpul di Alun-Alun Syntagma di Athena, membawa spanduk bertuliskan "Hidup kami bukan milik para kreditur" pada Senin 29 Juni. Tsipras sempat menemui para pengunjuk rasa sebelum melakukan wawancara televisi. Politisi muda itu menyatakan bahwa ongkos yang harus ditanggung blok ekonomi 19 negara itu jika Yunani akhir keluar bakal "sangat besar sekali."

Tsipras mengejutkan tim negosiator yang mewakili pemerintah Yunani, perwakilan negara-negara Uni Eropa, Komisi Eropa, dan Dana Moneter Internasional yang sedang berunding di Brusselss, Belgia, pada Jumat 26 Juni malam. Menjelang tengah malam, muncul kicauan dari akun Twitter milik Tsipras yang isinya rencana menggelar referendum pada 5 Julo untuk meminta pendapat rakyat Yunani mengenai proposal pengetatan anggaran pemerintah (austerity) yang diajukan para kreditur sebagai syarat penyaluran dana talangan.

"Referendum akan memberi kami posisi negosiasi yang lebih kuat ketika perundingan kembali berjalan," kata Tsipras lewat pesan Twitter yang membuat para anggota tim perunding di Brussels akhirnya membubarkan diri. Tsipras meminta rakyat Yunani menolak persyaratan para kreditur yang dianggapnya sebagai pemerasan. "Semakin tinggi partisipasi dan jumlah rakyat yang memilih 'TIDAK' maka semakin kuat posisi kita."

Sejak awal para pemimpin Uni Eropa memang tak ingin Yunani keluar dari zona euro karena dampak negatifnya tak akan terbayangkan, selain tentu saja akan memicu spekulasi bahwa bakal ada negara berikut seperti Spanyol dan Portugal yang akan menyusul meninggalkan mata uang euro. Dengan buntunya negosiasi Yunani dan Uni Eropa, semakin besar peluang pecahnya blok euro, mendorong saham-saham Eropa turun. Indeks Stoxx Europe 600 anjlok 4,2% dalam perdagangan Senin dan imbal hasil obligasi di Italia, Spanyol, dan Portugal melonjak karena harganya turun setelah banyak investor melepasnya.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker menyebut bahwa pilihan 'Tidak' yang diberikan oleh rakyat Yunani dalam plebisit Minggu mendatang akan dipandang oleh seluruh dunia sebagai sikap Yunani yang menolak Eropa. "Tingkah pemerintah Yunani sulit dipercaya," kata Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble dalam wawancara televisi. "Itu tak akan mampu menghancurkan Eropa. Eropa stabil dan bertahan bersama-sama."

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top