Skip to main content

Yunani Punya Utang Rp 15,6 Triliun ke Produsen Obat

Yunani Punya Utang Rp 15,6 Triliun ke Produsen Obat
Yunani Punya Utang Rp 15,6 Triliun ke Produsen Obat

Asosiasi industri farmasi Eropa mengatakan, Yunani memiliki utang 1,1 miliar euro (US$ 1,2 miliar) atau sekitar Rp 15,6 triliun ke produsen obat-obatan.

Bila Yunani terus kekurangan uang, organisasi tersebut memperingatkan, Yunani bakal kekurangan pasokan obat dalam beberapa pekan ke depan.

Anggaran kesehatan pemerintah Yunani turun 25% sejak 2009 hingga 2012. Setelah syarat suntikan utang (bailout) dari Eropa dan International Monetary Fund (IMF), meminta Yunani berhemat.

Maro Kouri, seorang warga Yunani mengatakan, saat ini ada beberapa dokter di Yunani meminta uang terlebih dahulu sebelum pelayanan diberikan.

Beruntung bagi Kouri, ada sebuah rumah sakit bernama Evangelisimos di Athena yang tidak seperti itu. Kouri bisa mengantarkan ayahnya yang terkena serangan jantung saat mengendarai mobil dari rumahnya.

Namun, rumah sakit dengan 7 bangunan besar ini tetap kelebihan pasien dan semua kamar penuh. Anastasia Karkasina, seorang perawat yang masih dalam pelatihan mengatakan, dia khawatir tidak mendapat pekerjaan setelah lulus dari sekolah perawat.

Angka bunuh diri di Yunani meningkat. Menurut Jurnal Medis Inggris, secara keseluruhan, angka bunuh diri naik 35% antara 2010 hingga 2012. Saat krisis menghantam Yunani.

Dokter bedah di Evangelisimos, George Kolovelonis mengatakan, dia bekerja 10 jam per hari dalam 5 hari. Bahkan dia pernah bekerja 24 jam. Pekerjaannya menjadi makin sibuk.

"Jumlah pasien meningkat, karena masyarakat tak bisa lagi menggunakan pelayanan kesehatan pribadi," kata Kolovelonis.

Gaji Kolovelonis dipangkas dari 2.200 euro per bulan, menjadi 1.500 euro per bulan dalam 4 tahun terakhir.

Hari ini, dia melakukan operasi kanker payudara dan kanker perut. Seperti diketahui, gaya hidup orang Yunani adalah suka minum kopi dan merokok. Jumlah perokok di Yunani adalah yang tertinggi di Eropa. (jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top