Skip to main content

Yunani Terancam Bangkrut, BI: Dampaknya Tak Seberapa

Yunani Terancam Bangkrut, BI: Dampaknya Tak Seberapa
Yunani Terancam Bangkrut, BI: Dampaknya Tak Seberapa

Jakarta -Yunani tengah menghadapi tekanan keuangan. Negara dewa-dewi ini punya utang yang harus dibayar sebesar 1,54 miliar euro atau sekitar Rp 22 triliun ke IMF pada 30 Juni 2015 mendatang.

Pembicaraan untuk penyelesaian utang antara Yunani dengan para krediturnya belum juga capai titik temu. Lantas, seberapa besar ancaman bangkrut Yunani ini terhadap perekonomian Indonesia?

"Apakah dampaknya signifikan ke negara berkembang termasuk ke Indonesia? Saya rasa nggak," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Dia menjelaskan, pelaku pasar sudah melakukan perhitungan sebelumnya terkait masalah Yunani ini.

"Sebenarnya kalau tentang Yunani itu, istilah orang di pasar keuangan itu sudah price in, sudah dikalkulasi karena masalah Yunani sudah lama, tahun 2015 itu berbeda jauh dengan waktu 2011-2012, dulu perbankan Eropa punya eksposur di Yunani besar, sekarang hampir sudah tidak ada sehingga dampak Yunani ke negara lain tidak besar, tapi dampak kepada Yunani sendiri jika tidak terjadi deal maka pasar terus bergejolak karena tidak dapat likuiditas," jelas dia.

Mirza mengatakan, saat ini pemerintah Yunani dengan para krediturnya masih tarik-ulur soal penyelesaian utang ini. Perekonomian Yunani akan bergantung pada kesepakatan yang akan diambil nanti.

"Tentu tergantung terjadi deal atau nggak, ini masih tarik-ulur antara kreditur dan negara-negara Eropa, dengan IMF dan Yunani, memang bisa berlanjut terus tapi kembali lagi karena eksposur sudah minimal sekali," kata Mirza. (detik.com)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top