Yusril Ihza Mahendra: Instruksi Mendagri Tak Bisa Jadi Dasar Berhentikan Kepala Daerah
Foto: detikcom

Yusril Ihza Mahendra: Instruksi Mendagri Tak Bisa Jadi Dasar Berhentikan Kepala Daerah

Jumat, 20 Nov 2020 | 09:52 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menyebut terbitnya Instruksi Mendagri 6/2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 tak bisa menjadi dasar untuk memberhentikan kepala daerah.

"Instruksi Mendagri 6/2020 tidak dapat menjadi dasar memberhentikan kepala daerah yang tidak melaksanakan seluruh peraturan perundang-undangan terkait penegakan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19," kata Yusril, Kamis (19/11).

Menurutnya, instruksi presiden, instruks menteri, dan sejenisnya hanya  perintah tertulis dari atasan kepada jajaran yang berada di bawahnya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Ia menjelaskan, sesuai dengan U 10/2004 yang kemudian diganti UU 12/2011 dan kemudian diubah UU 15/2019 tidak dicantumkan Inpres sebagai salah satu bentuk peraturan perundang-undangan. Hal tersebut karena untuk mengakhiri keragu-raguan tentang status Inpres yang sangat banyak diterbitkan pada masa Presiden Suharto.

"Adanya ancaman kepada kepala daerah dalam Instruksi Mendagri 6/2020 bisa saja terjadi. Namun proses pelaksanaan pemberhentian kepala daerah tetap harus berdasarkan pada UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah," lanjut Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini.

Yusril juga mengatakan kepala daerah yang telah ditetapkan sebagai pemenang pemilu oleh KPU tak dapat diganggu gugat, apalagi ditolak oleh pemerintah. Posisi presiden atau mendagri tinggal menerbitkan keputusan tentang pengesahan pasangan gubernur atau bupati/walikota terpilih dan melantiknya.

"Dengan demikian, presiden tidak berwenang mengambil inisiatif memberhentian gubernur dan/atau wakil gubernur. Mendagri juga tidak berwenang mengambil prakarsa memberhentikan bupati dan walikota beserta wakilnya," tandasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...