Yusril Ihza Mahendra Mundur Sebagai Pengacara RJ Lino

Yusril Ihza Mahendra Mundur Sebagai Pengacara RJ Lino

WinNetNews.com - Pengacara kondang, Yusril Ihza Mahendra menyatakan mundur sebagai pengacara mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino. Yusril mengaku keberatakan karena Lino tak mau menggunakan uang pribadi untuk membayar jasa lawyer, melainkan menggunakan uang perusahaan.

Yusril sejak beberapa waktu yang lalu sudah memprediksi Lino akan dicopot dari jabatannya. Tidak etis orang yang sudah dicopot dari jabatannya, tapi masih menggunakan uang perusahaan untuk membayar jasa lawyer.

Pengacara kondang itu membeberkan, sebenarnya kantornya belum membuat surat kuasa untuk menangani kasus RJ Lino di KPK. Sehingga, belum ada juga kesepakatan mengenai besaran lawyer fee yang harus dibayarkan.

"Bahwa di media sosial beredar fotocopy kesepakatan internal Board of Directors Pelindo II dalam menangani perkara RJ Lino, hal itu adalah kesepakatan internal mereka mengenai alokasi anggaran penangangan perkara. Kesepakatan internal tersebut belum dirapatkan dengan Ihza-Ihza Law Firm, apalagi ditandatangani sebagai persetujuan kedua belah pihak," tegas Yusril.

Dengan berbagai alasan itu, Yusril menganggap tidak benar bila kantornya menangani perkara Lino namun beban pembayaran dibebankan kepada Pelindo II. Sehingga, Yusril menyatakan mundur sebagai pengacara Lino.

"Dengan keberatan ini, maka Ihza-Ihza law firm tidak akan melanjutkan penanganan perkara RJ Lino, Apalagi surat kuasa dan kontrak kerjasama penangangan perkara belum ditandatangani. Jadi kami mundur bukan karena tingginya muatan politik kasus ini. Muatan politik seperti itu adalah biasa dalam menangani perkara dan tantangan bagi advokat profesional," urai Yusril.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan RJ Lino sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan 3 Quay Container Crane (QCC) tahun 2010. Lino disangka telah melakukan penunjukan langsung pembelian QCC hingga merugikan negara sebesar Rp 60 miliar.

RJ Lino sendiri hari ini resmi dicopot dari posisinya sebagai Dirut Pelindo II. Pencopotan Lino berdasarkan keputusan pemegang saham terbesar Pelindo II, dalam hal ini Menteri BUMN.

disadur dari situs detik news