(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Zat Paling Beracun di Dunia

Rusmanto
Rusmanto

Zat Paling Beracun di Dunia
WinNetNews.com - Banyak zat beracun yang bisa menyebabkan kematian pada manusia. Penyebab kematian dari zat-zat beracun dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk dosis atau konsentrasi zat tersebut. Berikut ini adalah lima zat paling beracun dilansir dari ifiscience:

Botulinium toxin

Beberapa turunan dari zat ini digunakan dalam industri kosmetik (termasuk botox). Keluarga botuliuim neurotoksin merupakan salah satu zat paling beracun yang dikenal manusia. Nilai LD50 dilaporkan sekitar 5 nanogram. LD50 adalah dosis yang menyebabkan kematian pada 50 persen binatang percobaan. Selektivitas racun ini luar biasa pada tubuh manusia.

Bisa ular

Racun ular juga salah satu zat paling beracun di dunia. Racun yang ada pada ular adalah campuran dari banyak protein yang disebut neurotoksin dengan LD50 di bawah 1 mg per kg berat badan. Beberapa racun ular mungkin sangat mematikan, namun beberapa tidak. Ada jenis ular tertentu yang memiliki racun sangat berbisa sehingga kemungkinan bekerja lebih cepat jauh sebelum penderitanya mendapatkan pertolongan.

Arsenik

Arsenik memiliki LD50 sekitar 13 mg/kg berat badan. Lembaga yang menangani tentang zat bercaun dan penyakit menempatkan arsenik sebagai daftar prioritas zat yang paling berbahaya.

Polonium 210

Radioisotop polonium ini sangat mematikan. Zat ini sangat beracun meski jumlahnya kurang dari satu per miliar gram. Logam-logam beracun seperti merkuri dan arsenik umumnya membunuh melalui proses interaksi logam dengan tubuh. Namun, polonium membunuh dengan memancarkan radiasi yang bisa mencabik-cabik biomolekul sensitif sepert DNA. Polonium juga bisa membunuh sel-sel. Polonium memiliki waktu paruh sekitar 1 bulan. Waktu paruh adalah waktu yang diperlukan untuk suatu zat menjadi meluruh setengahnya.

Merkuri

Toksisitas merkuri sebenarnya jauh lebih rumit tergantung dari jenis merkuri yang terkandung. Senyawa merkuri organik dan senyawa merkuri anorganik memiliki efek yang berbeda. Merkuri murni jauh lebih beracun.

disadur dari situs republika online  

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});